Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Apartment hunting?


Antara bersyukur dengan sedikit mengeluh, rasanya aku memang harus memilih satu diantaranya. Jakarta, sekali lagi Jakarta bung, menyisakan sedikit ruang sempit untuk PNS macam aku ini bernapas. Dikepung dari segala arah oleh tembok-tembok metropolisme, menyudutkan kami-kami yang tak sudi disudutkan sejatinya, sungguh menyesakkan.

Ada pertanyaan menggelitik ketika aku pulang lebaran kemarin,
"what next?"
Yah, what next to do? I got the job, I got the salary, I got my living here at Jakarta, then the question turn to what next fietha?

Berderet daftar wanna be, wanna buy, wanna build, wanna..wanna...wanna...ngantri di benakku. As a single, it is my freedom to decide what next, right? It supposed to be easy, but it's not. Untuk semua wanna-wanna tadi memang tak kuat ditopang sendiri, I need a partner.

Apartment, it's my second wanna buy. The first one is motorcycle and I've got it already. bukannya sok metropolis, sok modernis, sok kece apalagi sok oke, apartemen saat ini bukan barang mewah lagi di Jakarta. Why, kemacetan yang kian menggurita parah memaksa para pekerja Jakarta untuk memilih hunian yang praktis dan yang paling penting tidak merampas quality time after working. Terbukti, di sebuah pemberitaan online, jumpah pembeli apartemen di Jakarta naik sebesar 10% tahun ini [lihat di sini], wow!!

Aku pernah cerita kan, rata-rata pekerja kantoran di Jakarta ini lebih memilih untuk membeli rumah di daerah pinggiran macam Bekasi, Tangerang, bahkan Bogor sana. for your information, setidaknya di kepalaku, itu adalah siksaan lahir batin yang akan merajam anda selama bertahun-tahun hingga masa pensiun datang. Bayangkan, seorang pekerja/pegawai harus berangkat pagi2 buta, ada yang jam 4 atau jam 5, naik KRL atau bus, sekitar sejam sampai di stasiun terdekat dengan kantor/jalur darat menuju kantor, setelah itu melanjutkan perjalanan lagi ke kantor menggunakan trans Jakarta, metromini, ojek atau angkot. Pulang kerja (sekitar jam 4-5 sore bagi yang ga lembur) akan melakukan proses yang sama, karena macet, prosesnya akan memakan waktu yang lebih lama. Sehingga sampai rumah, waktu mungkin sudah menunjukkan waktu jam 8 -9 malam Betapa perjalanan yang sangat melelahkan.

Bukannya pemalas, sebagai single saja aku udah males banget ngekos jauh2 dari kantor, apalagi tar kalo uda berkeluarga? Gila aja ketemu pasangan cuma say good night? That's what I call, sacrificing your quality time. Waktu, tidak akan pernah bisa diulang, tak ada momen yang benar-benar sama. Dan rupanya itulah yang dikorbankan para pekerja Jakarta, quality time.

Apartemen menjadi jalan keluar satu-satunya, mengingat harga tanah dan rumah di Jakarta yang semakin sempit ini sudah TIDAK MASUK AKAL sama sekali. Berpuluh-puluh tahunpun ga bakal bisa beli rumah di Jakarta. Mungkin itu juga yang memicu pejabat atau orang-orang yang ingin kaya melakukan tindakan korupsi.

Cari apartemen juga ga gampang, musti hati-hati, musti jeli, sabar dan teliti. Cari yang sesuai kantong, yang ga bakal bikin kita susah, yang tempatnya bagus, yang developernya bisa dipercaya. Pfuuh...tujuan utama adalah mendapatkan tempat berteduh, tempat menghabiskan quality time yang baik, karena hidup sungguh sia-sia jika hanya digunakan untuk mencari materi, ada baiknya menyeimbangkan diri dengan memberikan ruang yang adil untuk memanfaatkan quality time.

And here I go, seeking, hunting the apartment there...sumpah bikin pusing harganya hahahaha....

Kenmochi chiemi

Memilih..



Bagaimana kamu memaknai kata "memilih"? Sebuah kata kerja yang menurutku paling banyak digunakan dalam hidup manusia. Jadi cuma manusia yang masih hidup saja yang bisa memilih, yang sudah mati, ya sudah...merdeka dari pilihan. Kalo kamu bertanya, kenapa kita harus memilih? Sederhana aku menyumbang jawaban, "karena kamu hidup, that's it".
“Hidup itu pilihan. Setiap pilihan memiliki resiko.”
Kalimat itu sungguh sederhana tapi tidak dengan maknanya. Kalo kita mau melepas rasa malas untuk berfikir, memikirkan kalimat di atas merupakan kelelahan otak yang luar biasa. Kalimat itu akan membelenggumu untuk beberapa waktu dalam kesunyian dan kungkungan: hidup, pilihan dan resiko.

Ketika membuka mata di pagi buta sampai menutup kembali memeluk malam, betapa banyak pilihan yang kita buat. Seperti saat ini, aku memilih untuk menulis ini ketika pekerjaanku masih 90% selesai, aku memilih ke klinik untuk berobat meski hanya flu dan batuk biasa aja. See, besok aku akan melakukan banyak sekali "memilih-memilih" yang lain lagi..lagi..dan lagi, begitu seterusnya sampai jiwa ini bener-bener kehilangan haknya untuk memilih karena telah ditentukan untuk meninggalkan raga.
"Jadi apa susahnya memilih?"
Tak ada tempat senano pun untuk bersembunyi dari pilihan. Sekecil apa pun sesuatu itu, pilihan tetap menjadi pilihan. Kukuh. Tidak akan pernah terhapus. Pilihan membutuhkan satu kepastian. Satu jawaban. Tidak akan pernah menjadi ini dan itu.

Bersahabatlah dengan pilihan dan resiko, karena hidup tak akan pernah lepas dari itu semua.


Memilih adalah soal kemampuan bukan soal kesempatan. Memilih adalah soal kemauan, bukan soal ketersediaan pilihan itu sendiri. Pilih yang bisa kamu pilih, cintai yang harus kita jalani..

Kenmochi Chiemi

My Teddy Bear


Teddy Bear atau beruang Teddy, sudah lama aku tau sama boneka yang satu ini. Begitu terkenal, begitu banyak yang cinta. Bermula dari film drama Korea Princess Hour, aku mulai suka banget sama boneka ini. Jadi pingin punya, banyak sih dijual di pasaran, tapi bukan Teddy Bear. Teddy Bear asli berbeda dengan boneka beruang yang lain. Apa coba yang ngebedain? Sejarahnya. Bukan sekedar mengagumi lucunya tapi aku suka boneka ini karena dia punya asal-usul.

Teddy Bear ternyata berasal dari nama Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt. Berawal dari undangan hunting trip oleh gubernur Mississipi Andrew H. Longino pada bulan November 1902, ajudan Roosevelt telah mengikat seekor American Black Bear agar Roosevelt dapat dengan mudah mendapatkan bururan. Namun Roosevelt menolaknya karena menurutnya itu tidak menunjukkan sikap sportif. 

Kejadian tersebut kemudian digambarkan dalam kartun politik di The Washington Post oleh Clifford Berryman pada 16 november 1902. Terinspirasi oleh gambar kartun itu, Morris Michtom kemudian membuat sebuah boneka, memajangnya di etalase dengan menempelkan tanda "Teddy's Bear" atau beruang milik Teddy (panggilan Presiden Theodore Roosevelt) dengan ijin dari presiden sendiri. Kemudian berdirilah pabrik Ideal Novelty and Toy Co yang masih berdiri hingga kini. O iya, presiden juga memiliki boneka Teddy-nya ini untuk pertama kalinya.

Selanjutnya, boneka ini menjadi selebriti, semua orang ingin memilikinya. Sampai-sampai didirikan musium khusus untuk Teddy Bear di Petersfield, Hampshire, England pada tahun 1984, di Naples, Florida US pada 1990.

Well, harga boneka ini di Indonesia lumayan sih...jadi sementara waktu cuma bisa memandangnya di internet atau di mall. Sampai seseorang memberitahuku kalo di Hard Rock kafe menjual Teddy Bear ukuran tak terlalu kecil. Seluruh Hard Rock kafe di dunia menjual Teddy Bear. Maka, akupun request ke temenku yang sedang ada urusan di Bali untuk membelikannya untukku...and here he is...


Pake jumper bertopi, I name him Vasco...My first Teddy Bear, jika suatu saat nanti aku bisa ke luar negeri, aku akan mencari Teddy Bear lainnya biar si Vasco ada temennya dan yang paling penting setiap Teddy ini akan membawa historinya masing-masing untuk dikenang dan dinikmati keseruannya.

Kenmochi Chiemi

Tangis itu pecah sudah di Medan

Medan, Sumatera Utara menjadi destinasiku selanjutnya setelah Palembang. Yang terbayang di pikiranku hanya Danau Toba dan Bika Ambon. Buta lokasi seperti biasa. Kali ini aku harus terbang dengan Garuda terpagi, pukul 05.45. Sehari sebelum keberangkatan, aku masih harus ikut kegiatan konsinyering di hotel Lumire. Sebenarnya konsinyeringnya tiga hari, berhubung aku harus DL keesokan harinya, jadinya cuma bisa ikutan sehari doank.

Maka, pukul empat pagi, aku uda stand by di lobi hotel dan bersama 2 orang lainnya kami naik taksi menuju bandara. Jalanan ibukota masih lengang, sepi dan tenang. Andai Jakarta bisa seperti itu tiap hari...sepakat kami berandai demikian. Perjalanan yang biasanya ditempuh 1-1,5 jam hanya dicapai 35 menit saja. Bayangkan, betapa banyak waktu yang penduduk Jakarta habiskan di jalan!

Sampai di bandara, kami masih harus menunggu satu orang teman lagi yang langsung berangkat dari Tangerang. Ayahnya sedang kritis di rumah sakit. Sebenernya dia sudah mengundurkan diri dalam event ini, namun tak ada seorang pun di kantor yang bisa menggantikan posisinya. Kegiatan ini dilaksanakan di empat kota besar, jadi semua pegawai sudah ter-plot masing-masing. Terpaksa temenku ini ikut dengan harapan dan pasrah bahwa ayahnya akan baik-baik saja. Pesawat kami pun take off tepat pukul 05.55 WIB. Waktu perjalanan Jakarta-Medan adalah 1 jam 49 menit, itu yang kubaca di layar LCD kecil di depanku. Rupanya penerbangan pagi merupakan penerbangan dengan jarak tempuh terpendek, jadi otomatis waktu jelajahnya juga paling cepat.

Sampai di Medan, seperti biasa aku memperhatikan bandara kota ini. Masih jauh lebih bagus bandara Palembang daripada Medan. Bandara kota ini jauh lebih kecil dan maaf, agak jorok menurutku. Mungkin ke depan akan dibangun lebih baik lagi. Di Bali dan jakarta sudah terpampang denah dan proyeksi bandara itu pada tahun 2014. Dan aku harap bandara Polonia Medan juga merupakan salah satu bandara yang akan mengalami rehab total megadahsyat tersebut.

Kami dijemput oleh pegawai Kemenkeu Medan. Seteleh sarapan, kami pun mulai bergerak sesuai dengan tugas masing-masing; mengurus dokumen dan bahan, menyiapkan venue, dan yang paling penting melakukan konfirmasi kehadiran undangan. Kami baru check in hotel pada pukul 14.00 WIB. Ketika masuk kamar, temenku yang ayahnya lagi sakit ini curhat, katanya waktu di pesawat tadi dia ngerasa kakinya ada yang nendang ato megang...padahal samping kanan kirinya lagi tidur dan orang yang di depannya juga ga mungkin nendang kaki dia. Dia pikir itu sebuah firasat. Entah kenapa aku ngerasa ayahnya akan pergi tak lama lagi. 

Pukul 10 malem, ketika kami sedang rapat kecil untuk persiapan final, telpon temenku berbunyi...dan...it was from her mother telling her that her father had passed away. Dia menangis, kami mengakhiri rapat saat itu juga. Aku menemaninya masuk kamar, dan...tangisnya bener2 pecah sudah. Sambil terisak dan tertelungkup dia atas pembaringan, temanku ini bilang kalo dia sudah dapet firasat kalo ayahnya akan meninggal, dia ingin mendampingi ayahnya, tapi dia juga ga bisa ninggalin kerjaan karena ga ada yang bisa gantiin dia. Dia takut ayahnya belum punya bekal yang cukup di "sana" karena memang sakaratul mautnya agak panjang dan terlihat susah. Kemudian temenku bangkit dan ambil air wudhu, sholat tobat. Disela sujudnya kembali dia terisak, setelah salam tangisnya kembali membahana, menyayat hati. Aku memeluknya,,,mencoba memberinya ketenangan dengan membisikkan istighfar. Kami beristighfar, tapi temenku sudah tak sanggup lagi ... dia hanya menangis dan menangis. Sesekali aku juga menitikkan air mata, aku ga tega..bagaimana jika aku di posisi dia. 

Kami semua berkoordinasi dengan cepat. Teman yang di Jakarta kami kabari, mereka langsung me-reschedule penerbangan untuk temenku ini. Kami benar-benar berduka, kami merasa bersalah kenapa dia harus diberangkatkan ke Medan. Dan Alhamdulillah kami dapet penerbangan terpagi untuknya besok. Aku menunggui temenku ini, selesai shalat dia pamit tidur. Aku tau dia ga bakal bisa tidur,,,sengaja aku matikan semua pencahayaan kamar kecuali kamar mandi. Aku tau seseorang akan dengan sangat leluasa bisa meluapkan emosi di kala dia merasa sendiri. Aku ingin tak tampak untuknya. Sesaat kemudian, dia bilang "Fit, aku mau baca surat pendek untuk ayahku, ga papa ya kalo aku bersuara?". Aku menghela napas panjang (menahan tangis iba), "Iya nil, bacalah sebanyak yang kamu mau. anggap aku ga ada ya...". Maka terdengarlah lantunan surat-surat pendek, lirih, satu per satu dan akhirnya bercampur dengan isak tangis yang kembali menyayat hati. Aku menemani temenku ini sampai akhirnya dia tertidur pulas, mungkin karena kecapekan. Aku memencet tombol light di jam tanganku; pukul 3 pagi.


3.30, kami sudah bangun. Aku mengantarkannya ke bandara, berdua saja..di perjalanan dia meminta maaf karena harus melimpahkan semua tugasnya ke aku. Duh,,,betapa sedihnya, masih sempat dia minta maaf segala. Semua proses cek in dll segera kuurus begitu tiba di bandara. Dan sekali lagi kami berpelukan sebelum akhirnya dia meninggalkanku. Sungguh, sejak berita kematian ayahnya, suasana jadi berbeda. Kami jadi ingin segera menyelesaikan pekerjaan dan kembali ke Jakarta. Ga ada antusiasme untuk jalan-jalan apalagi foto-foto. Medan, mungkin lain kali aku akan menjelajahi cantikmu, karena kali ini kami dirundung mendung... 

Semua akan kembali kepadaNYA pada waktu yang telah ditentukanNya...
Dari tiada, kembali ke tiada

Tribute to my friend, Nilam
Kenmochi Chiemi

Hai December


Dear You: Di Ruang Tunggu untuk Cinta

Suatu ketika di Ruang Tunggu untuk Cinta, Rindu dan Harapan pernah duduk bersama. Saling menggenggam jemari erat; mematri janji di atas keakuan perasaan yang merunduk pada keteduhan, juga cita-cita penyatuan.

Kini di Ruang Tunggu untuk Cinta, Rindu malah membuang wajahnya. "Aku takut terluka lagi!" lirih ucapnya. Di balik kelelahannya, Rindu masih ingin bertemu dengan Harapan yang telah ia tinggalkan. Harapan yang awalnya menumbuhkan tunas rindu bersemi dan merindang daun. Harapan itulah yang selalu menanak getarnya untuk terus mengeja rindu dan tanpa henti mencari majikannya ; Cinta!

"Dimana alamatnya?"
Di RUANG TUNGGU UNTUK CINTA, Rindu menghela bisu dan merasakan sendat di dadanya.
"Di sini!"
Harapan menuntun Rindu rebah di dadanya.
"Di sini, kita menanti!" 

*taken from Dear You-Moammar Emka, penulis yang ternyata melankolis juga...hahaha


Starting up this December with love, passion and a very high motivation to set my misterious puzzles 
Kenmochi Chiemi 

Newmont [terakhir]

Proses divestasi NNT tidak kunjung usai karena banyak pihak yang berkepentingan berburu rente. Akibatnya lembaga negara seperti BPK bisa dikooptasi untuk kepentingan tertentu. Efek selanjutnya adalah kerugian yang ditanggung negara; pertama, selisih kurs dan yang kedua adalah hilangnya pendapatan dari pembagian dividen. Kondisi saat ini, nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp.9.200 per Dolar, sedangkan pada surat perjanjian jual beli yang ditanda tangani pada Mei 2011, nilai tukar masih Rp.8.500-8.600 per dolar. 

Tentang audit BPK mengenai polemik ini, mantan pemimpin KPK, Erry R. Hardjapamenkas menilai bahwa hasil audit BPK tidak lazim karena adanya dalil subtance over form. Apalagi hasil audit BPK tersebut menuliskan opini yang berdasarkan dugaan, bukan fakta. BPK hanya berhak menguji kesesuaian aturan, bukan pendapat hukum karena hal tersebut sebenarnya merupakan kewenangan Mahkamah Konstitusi. Perlu digarisbawahi bahwa hasil audit tidak pernah menjadi bahan pengambilan keputusan.

hmm...kalo bicara soal politik, yang putih bisa menjadi hitam dan sebaliknya. Padahal, kalo pembelian saham 7% itu berjalan mulus, negara ini banyak banget diuntungkan. gimana enggak, tuh kekayaan alam kan milik kita, harusnya memang dikuasai oleh kita juga donk. Bakal ada manfaat ekonomi dan sosial dari kepemilikan saham tersebut. Dari sisi ekonomi, pemerintah akan merapikan pajak, ekspor ekstraktif, dan meningkatkan royalti dari perusahaan tambang tersebut.

Sedangkan dari sisi sosial, pemerintah akan meningkatkan besaran pengeluaran tanggungjawab sosial perusahaan [Corporate Social Responsibility/ CSR] semacam pemeliharaan lingkungan alam juga masyarakat di sekitar penambangan. Jika proses dengan Newmont ini sukses, maka pemerintah bakal ngelakuin hal yang sama dengan beberapa perusahaan asing lainnya seperti Freeport dan Inalum. Ini yang diduga menjadi ancaman buat perusahaan2 asing tersebut. Mereka kan tujuannya cuma profit sedangkan kita sebagai negara ya melaksanakan amanat UUD  yang ujung-unjungnya juga buat rakyat. Jadi sebenernya yah, pemerintah tuh lagi mengimplementasikan bener pasal 33 ayat 3. Pihak-pihak yang teriak2 di DPR semuanya adalah orang-orang yang punya kepentingan politik dan pribadi. Disinyalir, mereka merupakan alat dari pihak2 asing tersebut [meski cuma dugaan, aku setuju dengan dugaan itu hahaha]. Masa iya kita sebagai bangsa yang punya rumah mau2 aja rumahnya dibongkar2, diambil barang2 didalamnya tanpa ada kompensasi atau perlawanan sedikitpun? Rumah jadi rusak, kekayaan di dalemnya ilang, trus penghuni jadi ga nyaman dengan kondisi rumah yang makin tak layak huni. Ngomong soal nasionalisme, dimana nasionalisme anda ketika di depan anda ada segepok milyaran uang yang boleh anda miliki dengan syarat menggadaikan negara ini ke tangan orang-orang asing itu?
Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala, slalu dipuja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda
tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata...

Aku semakin ga simpati dan ga tertarik dengan yang namanya politik, sungguh kotor dan bodoh menurutku...

Ampera Bridge at night



Stadion Sriwijaya

with Bu Hesty

Kenmochi Chiemi

Palembang dan Newmont [lanjutan]

Namun pergelutan di dalam proses ini menjadi sangat rumit. Anggota DPR mendukung pembelian saham Newmont oleh MDB. Sebaliknya, mereka menentang keputusan Pemerintah melalui Menteri Keuangannya, Agus D.W. Martowardjojo, yang membeli saham 7% terakhir divestasi Newmont tersebut. Komisi XI DPR mempermasalahkan tindakan Menkeu yang tidak meminta ijin kepada DPR dalam melakukan akuisisi saham Newmont dengan menggunakan dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di dalamnya.
Sesuai dengan pernyataan Menkeu, kepemilikan pemerintah atas saham Newmont adalah untuk mengoptimalkan penerimaan Negara dari dividen, pajak, dan royalty. Selain itu, pemerintah bertindak sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 3: Bumi dan air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dengan pembelian saham 7% tersebut, pemerintah juga menghindari terbentuknya controlling block dalam kepemilikan Newmont yang akan terjadi jika MDB menguasai 31% saham Newmont.
Dengan membawa sentimen kedaerahan menjadi kepentingan nasional, beberapa pengamat dan politisi berusaha mengaburkan isu akuisisi saham Newmont ini. Sesungguhnya dengan kepemilikan yang hanya 25% dalam MDB, Pemda tidak bisa mengajukan protes atas tidak dicairkannya dividen MDB yang sebelumnya akan digunakan untuk pembangunan daerah. Menurutku, menempatkan pemerintah sebagai pemilik saham Newmont adalah praktek yang lebih bisa dipertanggungjawabkan dan lebih selaras dengan kepentingan nasional [bukan kepentingan perorangan]. Isu ini sekarang menjadi hambatan bagi kinerja pemerintah. Gimana enggak, kalo polemik ini dibiarkan berlarut-larut, negara akan dirugikan.  
For your information, kedalaman penggalian area penambangan oleh PT NNT telah mencapai 150 meter di bawah permukaan laut, bayangin, berapa dalem kekayaan kita mereka keruk? Dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh penambangan ini juga dapat dikatakan sangat parah. Beberapa LSM menemukan kenyataan yang mengejutkan, bahwa limbah penambangan yang beracun itu didistribusikan menggunakan pipa langsung ke dasar laut jauh didalam palung laut. Akibatnya, ekosistem laut pun mengalami kerusakan yang mengerikan, efek domino lainnya adalah semakin sulitnya para nelayan lokal mendapatkan ikan. 


[bersambung lagi yee]

Palembang dan Newmont


Palembang masih gelap saat aku menulis tulisan ini, sudah 4 jam aku menulis laporan kegiatan instansi tempatku bekerja bekerja sama dengan UNSRI Palembang. Kota pempek dan si merah AMPERA memang tak ada hubungan sama sekali dengan si PT Newmont Nusa Tenggara. Namun di kota inilah kerabunanku akan politik [baca: poolemik Newmont] perlahan-lahan membening. Tiga pakar hukum UNSRI ini menguraikan dengan gamblang dan jelas tentang polemik ini dari perspektif hukum bisnis dan tata negara, apa yang sedang diributkan oleh DPR, BPK, dan Pemerintah tentang perusahaan tambang tersebut.

Bahasa sederhananya, PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tambang dengan produk utama tembaga (copper), dengan pemegang saham utama Nusa Tenggara Mining Corporation dan Sunitomo Corporation yang memiliki saham mayoritas dari PT. NNT (80%), serta perusahaan lokal PT. Pukuafu Indah Indonesia yang memegang 20% dari keseluruhan saham. 

PT. NNT ini mengoperasikan daerah tambang emas terbesar kedua di Indonesia. Setiap tahunnya Newmont membayar pajak dan royalty tambang kepada pemerintah yang nilainya triliunan rupiah. Akuisisi 7% saham Newmont oleh pemerintah RI yang baru saja dilakukan (6 Mei 2011) menghabiskan biaya 2,7 triliun rupiah sehingga nilai perusahaan diperkirakan hampir 40 triliun rupiah. Dengan nilai aset dan pendapatan yang demikian tinggi, wajar apabila saham Newmont menjadi incaran para pebisnis di bidang tambang.

Sesuai Kontrak Karya tahun 1986 yang ditandatangani Pemerintah RI dan PT. NNT, ada kesepakatan untuk mendivestasikan [divestasi saham = jumlah saham asing yang harus ditawarkan atau dijual kepada pihak Indonesia] mayoritas saham Newmont kepada bangsa Indonesia (dalam kontrak disebut sebagai Indonesian Participant) setelah 5 tahun masa operasi tambang. Divestasi direncanakan bertahap dan dilakukan selama 5 tahun, yang semestinya jatuh pada tahun 2006 – 2010. Singkatnya, divestasi Newmont gagal dilakukan pada masa awal periode tersebut dan baru dilakukan setelah Pemerintah RI menang dalam kasus saham tersebut di pengadilan arbitrase tahun 2009. Saham sebesar 31% harus diinvestasikan oleh kepemilikan asing Newmont (20% telah dimiliki PT. Pukuafu Indah, perusahaan swasta nasional) sehingga Indonesian Participant bisa memiliki 51% saham perusahaan tambang ini.

Melihat kemenangan Pemerintah RI dalam kasus divestasi Newmont tersebut, Pemda di daerah sekitar operasi tambang ini pun berkeinginan ambil bagian dalam divestasi. Harapan Pemda tentunya adalah agar dividen per tahun Newmont dapat digunakan untuk pembangunan daerah. Maka tiga Pemda: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan Sumbawa Barat akhirnya membentuk perusahaan patungan, PT. Daerah Maju Bersama untuk menjalankan rencana tersebut. Karena untuk akuisisi membutuhkan modal yang tidak sedikit, PT DMB ini kemudian bergabung dengan PT. Multicapital, salah satu anak perusahaan PT. Bumi Resources, membentuk PT. Multidaerah Bersaing (MDB) dengan komposisi saham 25% DMB – 75% Multicapital.

Sesuai kontrak karya, Pemerintah RI mendapat opsi pertama dalam akuisisi saham divestasi. Baru setelah Pemerintah menolak opsi tersebut, kesempatan akuisisi diberikan kepada warga Negara Indonesia atau perusahaan nasional yang dikendalikan oleh warga Negara Indonesia. Pada divestasi 10% saham Newmont yang pertama, opsi akuisisi tersebut diberikan kepada kolaborasi Pemda dan swasta nasional. PT. MDB berhasil membeli 10% saham Newmont. Komposisi saham menjadi 30% nasional – 70% asing. Untuk divestasi 14% saham Newmont berikutnya, Pemerintah RI lewat Menkeu saat itu, Sri Mulyani Indrawati menyatakan niat untuk membeli saham tersebut.

[bersambung]

Cinlok itu beneran ada??


Prajab uda seminggu berlalu, tapi rasa males, capek, dan hore-horenya masih berasa sampe sekarang. Well, this is me, in Jakarta. Bukan Manado lagi. Aku masih males mo cerita soal prajab, mo cerita apa yaa..yang lebih menarik dan lucu.

Gimana kalo cerita soal cinlok aja? Kayaknya seru ya...
Jumlah peserta prajab golongan III di Manado adalah 32 peserta, 27 laki-laki dan 5 perempuan.

Aku mulai dari unit kerjanya aja dulu ya,,,
Bea Cukai, unit yang mudah dikenali karena dari sekian unit eselon satu kemenkeu hanya bea cukai dan sebagian pajak yang memakai seragam dinas. Untuk unit-unit lain macam setjen, bkf, dja dll ga ada yang berseragam alias bebas bergaya apa aja [asal sopan tentunya] kecuali hari Rabu dan Jumat untuk Batik. Bea Cukai terkenal dengan seragamnya, disiplinnya, dan tentu saja pindah-pindahnya hahahha....Mereka mengalami beberapa kali tahap pendidikan dan latihan /diklat seperti prajab, DTSD dan SAMAPTA. Sedangkan kami, cukup prajab aja. Maka ga salah kalo attitude mereka berbeda dari kami, mereka lebih disiplin, lebih agak kemiliter-militeran. Secara dalam setiap diklat, mereka dididik oleh militer. Tak jarang kami terkaget-kaget dengan cara mereka berkomunikasi yang agak tegas dan selalu diawali dengan kata "siap". Lucu dan aneh.

Prajabil Manado punya dua perwakilan dari unit Bea Cukai, dua-duanya dari BC Jakarta. sebut saja namanya Andi dan Angga [nama sengaja aku samarkan yaaa demi keamanan semua pihak hakakakak]. Mereka berdua berperawakan tinggi, tegap dan dingin. Hanya si Angga memang agak sedikit lebih lembut daripada si Andi. Dalam berkomunikasi Angga lebih sedikit luwes meski masih saja pake awalan "siap" sebelum ngucapin kalimat yang panjang. Berbeda dari Angga, Andi terlihat lebih kaku, lebih pendiam, dan lebih "militer". Setidaknya itu kesan yang aku tangkap dari mereka berdua.

Hari demi hari kami jalani dengan melelahkan tapi menyenangkan juga. Berbagai kegiatan membuat kami semakin kompak, semakin rame, semakin nge-blend. Hingga pada suatu malam [kegiatan belajar di kelas berlangsung sampe 09.30 malam], seorang mentor menunjukku untuk membaca serangkaian kata-kata bijak yang mirip puisi berbahasa Inggris. Karena dari sekian prajabils, rupanya cuma aku doang yang lulusan Sastra Inggris dan "dipercaya" lidahnya lebih afdol ngucapin kata2 asing itu [agak lebay sih menurutku, teman yang lain pun pada fasih kok ber cas cis cus I believe]. Nah, dengan microfon, akupun membaca kata demi kata wise words dari layar LCD, seisi kelas hening ngedengerin sampe kata terakhir. Aku yakin mereka hening karena pada ngantuk hahahaha.

Setelah apel malam, jam istirahat. Aku menerima BBM dari seorang prajabil [kami telah bertkar PIN BB dan no HP seisi kelas]. Dari si Andi, si balok es yang menurutku seperti robot. Isi BBMnya singkat banget,


"Fita, suara kamu bagus banget." 

wowowo...sangat mengejutkan, seingatku aku ngobrol sama si Andi ini hanya sekali, itupun waktu permainan team building. Aku membalas sekedarnya, "terima kasih, tapi suaraku yang mana ya? yang waktu nyanyi itukah?hahahaha". Aku pikir ni anak pasti sedang mabok modul ato apalah sampe kurang kerjaan BBMin org selagi jam tidur. Sedetik kemudian BBku berbunyi, Andi lagi "Yang tadi bahasa Inggris". Dan aku cuma bengong aja, segera aku tarik selimut sambil bergumam ...ni anak rindu kampung halaman mungkin, parah.

Setelah hari itu, si Andi terus merhatiin setiap gerak-gerikku. Dia duduk di sudut kelas, sedangkan aku di deretan kedua dari depan, waktu senam pagi, waktu makan, waktu shalat subuh berjamaah...tanpa bicara! Bukannya GR, tapi kamu tentu akan ngerasain risih kan ketika diperhatiin orang lain dari kejauhan. Mendingan langsung ngomong aja ada masalah apa, mo berantem, mo traktir makan ato mo beliin pulsa gitu hahahaha ngaco!

Obrolan kedua akhirnya terjadi ketika kami disuruh lari 10 kali putaran, aku lari seperti biasa tanpa jeda...karena kalo berhenti akan tambah capek kan untuk memulai lagi. Hal ini justru membuat si Andi berani menegurku dengan kalimat iritnya, "Fita, kamu kuat banget ya staminanya." Aku? cuma cengengesan aja geje. Semakin aneh, semakin risih aku dengan temanku yang satu ini.

Setelah shalat Subuh berjamaah, ada kegiatan kultum/ kuliah tujuh menit. Jadi setiap hari ada dua orang yang maju ke depan untuk bercerita tentang dirinya. Nah karena no absenku 5, pada hari kelima aku maju. Aku ceritain dari Nama lengkap, tanggal lahir, latar belakang pendidikan, hobi dan perjalanan masuk kemenkeu juga gimana kerjaku di biro humas. Nah, waktu di bagian hobi, aku cerita bahwa aku gemar sekali sama olah raga tradisional asli Indonesia; silat...bla..bla..bla... Ternyata si Andi ini dulunya ikutan silat juga, MP. Topik ini kemudian jadi pembuka obrolan kami berikutnya...dari gerak-geriknya, aku agak curiga ni orang kayaknya uda mulai geje. Dia semakin intens merhatiin dari jauh, dia bukan tipe orang yang suka ngobrol dan rame. Jadi bagiku, ni orang serem abis.

Sampe malem2 tiga hari sebelum prajab usai, waktu kami semua sibuk dalem kamar masing-masing berkutat dengan modul dan latihan soal yang memabukkan itu. Si Andi sempet-sempetnya BBMin aku, ujung-ujungnya...aishiteru. Nembak! Wot??! Geje banget, dari dulu aku paling ga percaya sama yang namanya cinlok, bayangin aja, hanya dalam tempo 2 minggu seseorang bisa yakin dengan perasaannya kepada orang lain dan mendefinisikan perasaan itu dengan "cinta". Aneh dan ga masuk akal banget!!!

Maka, aku hanya ketawa, begidik ngeri dan ketakutan luar biasa. Secara tu orang ga pernah ngomong, diem, sukanya cuma ngeliatin dari jauh dan jeng..jeng..jeng...bilang suka?? come on!!

Seketika aku ingat sebuah kalimat bagus,
"Cinta itu diciptakan buta agar seseorang dapat mencintai tanpa batas"
Dan si Andi sedang mengalaminya, berawal dari keracunan suara, kemudian dia suka dengan keseharianku yang rame, cuek, dan katanya baik ke semua orang...[terima kasih atas penilaiannya Andi hahahaha]. For your information, si Andi ini lebih muda 2 tahun dari aku, tapi dengan bahasa iritnya itu dia bilang "Nabi aja selisih 15 tahun dengan Khadijah ga kenapa2". Sekali lagi aku cuma bisa geleng-geleng kepala.

Well, ternyata cinlok itu memang ada, dan aku menyaksikannya dengan live ga pake siaran ulang. Percaya ga percaya, cinta memang membutakan dan membuat logika dikalahkan telak oleh rasa. Ini ceritaku dari Manado yang elok dengan Bunakennya....

Kenmochi Chiemi

Summary..summary..hoaaahhmmm


Hai, lama aku ga nulis lagi here...
Aku sangat dipusingkan dengan persiapan prajab yang menyebalkan dan jadoel abis. See the pic above? It's my work in recent times, hampir seminggu ini aku merangkum materi dari modul prajab. Yes, we have to make summary and submit them once we register. Masalahnya, summary-nya dalam bentuk tulis tangan...hello, aku salah jaman ato gimana sih?? Pertama ada edaran di web untuk prajabers soal tata tertib, aturan, tugas dll, aku masih tenang-tenang aja. But, when I downloaded the module, I've scream out!!

Ada 14 modul yang harus diunduh dan dirangkum. For your information, setiap modul punya beberapa sub bab, kalo ditotal rata-rata setiap modul punya 60-120 lembar!! Apa kabarnya tuh 14 modul kalo dijumlahin halamannya? Aaaargghh....Aku jadi inget pelajaran PPKN jaman SMP ato SMA dulu. setiap tuh jam pelajaran, pasti kegiatannya ngerangkuuum mulu. Uda gitu materinya mirip banget sama ppkn, meski ada beberapa modul yang Kemenkeu banget seperti Pengelolaan Keuangan Negara....Ngebosenin maksimal.Aku harus tetap nulis meski mata uda kayak diganduli batu, ngatuks abis. Bercangkir-cangkir kopi di kantor menemaniku demi menyelesaikan rangkuman ga penting ini...sekarang aja masih kurang 3 bab lagi...doh!

Dua hari lagi aku berangkat ke Manado, semakin dekat hari H kok aku semakin khawatir. Ada semacam ... hmm... ga bisa dijelasin dengan bahasa verbal, tapi cuma bisa dirasakan. Hope there won't be something bad ahead, amin. Biasanya aku sangat menanti, bersemangat dan ga sabar kalo ada tugas ato kerjaan di luar Jakarta, apalagi luar Jawa. Tapi kali ini terasa lain...

Well, itu dulu untuk edisi prajab kali ini. I will be back soon. Ngerangkum lageeee.....

Kenmochi Chiemi

ow please..

My Lord, aku masih sanggup jika harus Kau beri cobaan serupa bertubi-tubi lagi. Let me prove that I got Your power to keep my feet standing strong. Hanya, tolong jangan Kau kurangi kesabaran dan pertahananku. Aku masih ingin mendekap sejuknya desir bahagiaMu. Jangan ijinkan hati serapuh awan ini tersapu badai lagi. Protect me from any  hurricane ahead. I knew, it would kick me again. I knew it would be much more stronger than before. But I do hope, this peace will stand around me until my soul give in and die. 



Kenmochi Chiemi, in wave of sorrow..

Detik ulang tahun Hiroyuki Imamura [video]


This is Hiro's Birthday surprise party. Sejak sehari sebelumnya, aku bersama beberapa teman menyusun rencana untuk memberi kejutan tepat pada pukul 00.00 WIB 25 September 2011. Pagi hari kami mengajak Hiro pergi ke lereng gunung Merapi untuk melihat bagaimana dahsyatnya erupsi Merapi. Masih tertinggal jejak-jejaknya yang membisu. Hiro takjub sekaligus bertanya bagaimana keadaan penduduk pada waktu itu. Aku juga memberikan dua buah foto tentang erupsi merapi padanya. Foto itu memang dijual di kios-kios kecil milik penduduk lereng merapi yang berusaha memperbaiki kembali hidupnya. Hiro bilang, dia sangat senang dengan foto itu, seorang teman yang juga dosen pembimbingnya memang minta oleh-oleh tentang Merapi.

Sore harinya, Hiro ikut latihan Silat di UKM. Kali ini aku ga ikutan karena aku harus hunting kue ultah. Panik karena di beberapa toko bakery entah kenapa kue ready stocknya pada abis...Hampir sejam lebih aku keliling kota untuk mencari kue yang cocok untuk Hiro. Last minute, akhirnya kutemukan juga kue itu. Hufft...

Malam hari seusai latihan, kami berkumpul di warung Selaras. Di warung itulah dulu kami melepas kepergian Hiro kembali ke negeri Sakura. Dan kali ini kami merayakan kedatangan [baca mudik] sahabat kami itu di Indonesia. Secara sepihak, pelatih menunjukku menjadi MC [lihat videonya di postinganku sebelumnya]. Untung aku ga mengacaukan tuh acara hahahaha. Ada sesi pembagian oleh-oleh, foto-foto dsb. Menyenangkan sekali...

Dinner selesai sekitar pukul 09.30 malem...beberapa teman langsung pulang. Kami ngabisin waktu sekitar 1,5 jam di UKM. Hiro belum tau kalo kami menyiapkan pesta kejutan buat dia. Tak ada seorang temanpun di acara makan malam yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Barangkali mereka lupa atau ga tau kalo Hiro akan ultah dalam beberapa jam kedepan. Pukul 11.00 kami mengajak Hiro ke Happy Puppy di daerah ring road...mungkin dia sudah lelah tapi kami ga mau tau hahahaha

Pukul 11.30 kami masuk ruangan karaoke...kue ultah aku letakkan di mobil si Esti. Kami bersikap biasa aja selama di dalam ruangan. Pukul 11.50, aku, Esti dan Fitri keluar dari ruangan karaoke untuk mengambil kue ultah. Sementara teman-teman yang di dalam, tetep bernyanyi spt biasa. Pukul 11.59...di video itulah yang terjadi....

Ada yang luput dari rekaman, ketika Hiro diam-diam mengusap air mata di kedua sudut matanya. Hiro berbisik padaku, "Fita, terima kasih ya...ini pertama kali saya dapat pesta pukul 00.00. Terima Kasih ...terima kasih...". Aku mengusap punggungnya sambil berkata, "Sama-sama Hiro, come on ini Hari ulang tahunmu...bergembiralah...". Kemudian Hiro berdiri dan membungkuk hormat ...dan aku juga melakukan hal yang sama. Kayak di film Jepang pokoknya...hahahaha

Temans, hal yang tak dapat kau beli dengan uang adalah kebahagiaan. Sekaya apapun, seterkenal apapun anda, semua itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa bahagia. Maka reguklah kebahagiaan itu sebanyak-banyaknya selagi kau bisa.


Kenmochi Chiemi

Edisi Makan Malam with Hiro


Saya jadi MC dadakan di acara dinner bersama Mas hiroyuki Imamura. Video ini dikirim dari Jogja, dan belum diedit, jadi nontonnya sambil miring aja deh. Geje abiss wkwkwkwkwk, Overall, saya senang sekali bisa menemani teman yang jauh-jauh datang dari negeri Sakura. Banyak ngobrol sama dia tentang apa aja yang menarik. Perbedaan budaya dan bahasa membuat segala macam topik menjadi menarik untuk diobrolin dengan santai..

Buat Hiro; terima kasih uda memvideokan saya, narsis abess

Hiro's Birthday

Menyaksikan dahsyatnya jejak erupsi Merapi
Hiro dengan polosnya berkata, "Kalian berdua semakin cantik."
Hiro: "Semoga kita bisa terus berteman, semoga kuliah saya lancar". Kami: "Amiin"

Masih milih lagu ... kami menghitung menit dan detik yang pas untuk membawa kue tart masuk ruangan. Aku, malah YM-an hahahaha
After the party, ada tawa lepas, ada wajah haru dan titik air mata, ada malu, ada sendu patah hati dan ada rindu ingin segera kembali...

On my way to Yk

kereta senja utama Solo ini sedang membawaku ke Yogyakarta.Kota dan rumah keduaku. Kereta penuh sesak, tapi aku ga peduli. Melewati Bekasi sudah, berarti kereta ini akan kembali berhenti di stasiun Cirebon. Perjalanan masih panjang, biasanya ak biasa aja dengan perjalanan Jkt-Jogja, tapi kali ini kok rasanya agak beda. Kenapa ya?

Apakah teman2 di Jogja merindukan kehadiranku? Sepertinya tidak, hahaha. Aku yang kangen riuh canda geje mereka. Recharging batere semangat yang menyenangkan. Apalagi tar ada si Hiro, pasti tmbah rame.

Lagu-lagu elegan Kahitna menemaniku, semakin membuat suasana melo aja nih...coba disini ada temennya ya? Ni BB ga bakal bs bertahan ampe Yk soalnya...

Kangen kamu, kamu, kamu, kalian semuaaaaa XD

!!!


Boleh ga sih saya MARAH?!  
and cry @ the same time
 Terima kasih

Hai Manado


Manado, sebuah kota yang tidak asing gara-gara pelajaran IPS plus pelajaran musik kulintang waktu SD dulu. Ibu kota Suwalesi Utara akan menjadi destinasiku selanjutnya setelah Bengkulu, Sumatera kemarin. Ngapain? Secara aku masih Cpns ya, jadi biar C-nya ilang, aku musti ikutan Diklat Prajab [pra jabatan]. Sebanyak 1507 CPNS Kementerian Keuangan RI [aku salah satunya] plus yang tahun-tahun sebelumnya ga lulus, akan disebar di Jakarta dan beberapa kota besar di Jawa [Jakarta, Cimahi, Yogyakarta dan Malang], Sumatera [Medan, Pekanbaru, Palembang], Kalimantan [Balikpapan] dan Sulawesi [Manado] untuk mengikuti Diklat Prajab.

Bagi yang belum pernah tau, Prajab adalah semacam pendidikan dan pelatihan calon pegawai negeri sipil selama waktu yang ditentukan [maksimal satu bulan]. Kegiatannya mirip sekolah gitu deh, serba teratur serba terjadwal. Kalo jaman orba dulu, Diklat prajab CPNS masih semi militer. Tapi untuk beberapa tahun terakhir [mungkin setelah reformasi] Diklat prajab udah ga terlalu keras kayak dulu lagi. Pagi olah raga dulu, masuk kelas untuk mendapatkan materi sampe sore bahkan malam hari, begitu terus setiap hari sampai hari terakhir ada ujian. Penilaian bukan hanya pada ujian tulis, tapi juga kedisiplinan, kehadiran dll. Kita semua di asramain. Jadi ga bisa kemana-mana kecuali ada ijin atau memang disediakan waktu untuk plesiran hehe.

Dibagi dalam tiga gelombang, kupikir nama-nama yang muncul di setiap kota itu adalah dipilih secara acak aja. Dan "kebetulan" namaku muncul untuk diklat di Manado! Keren kan?! Ada nilai historis tersendiri jeh, kenapa? Karena secara "kebetulan" juga, ayahku tercinta dulunya pendidikan kepolisiannya di Sulawesi juga, meski bukan di kota Menado sih tapi di Batua, Sulawesi Selatan. Hah, sekarang anaknya juga musti ke Sulawesi juga. capedewh..

Teman-temanku yang dapet di Jakarta aja sebagian ada yang merasa kecewa, iyalah, secara di Jakarta ga ada tempat yang menarik selain mall, macet, paling banter ancol sama kepulauan seribu aja. Ga asyik. Ada yang ngotot pingin tukeran sama aku, tapi of course it's not that easy girl. Tau ndiri namanya birokasi tu pusingnya uda kayak mo pengsan aja. Kecuali keadaan yang mendesak dan darurat, haram hukumnya tukeran tempat. Aku? yeah, awalnya sempet bengong najong gitu sih, Manado, ga terpikirkan gimana tuh rupa dan bentuknya? Panas ga disana, makanannya, lingkungannya, cowok2nya? hehehe yang terakhir diskip aja deh.

Maka, langkah pertama yang aku lakukan adalah ngurusin tetek bengeknya administrasi prajab. Mulai dari e-registration, nyiapin SK, sampe foto yang harus pake kebaya nasional [rempong abis dah]. Langkah kedua, berdasarkan pengalaman ke Bengkulu kemarin, aku ga mau berangkat tanpa modal pengetahuan apa2. So, aku nanya2 sama senior tentang Manado. Maksudnya di sana tuh enak ga Balai Diklatnya, makanannya dll. Trus, tak ada yang paling pintar dari mbah google kan? Googling is the best way to get all information you need. Aku jadi tau kabar terbaru soal kota itu, bahwa sekarang Manado punya sederet mall gedhe, bahwa Taman Nasional Bunaken tu deket banget dari kota, sampe budaya dan bahasa yang mereka pake pun secara permukaan aku dapet infonya. Pokoknya ga mau ngelewati beberapa tempat pariwisata yang keren [*berdoa semoga dikasih kesempatan/ waktu untuk jalan2]. Thanks to mbah google deh.

Tanggal 8 atau 9 Oktober 2011, aku akan terbang ke Manado. Let see, apakah dalam 16 hari [10-25 Oktober 2011] aku bisa menemukan hal-hal yang menarik di sana selain kegiatan prajab yang ..hmmfh membosankan mungkin. So wait for my next writing ye...

Kenmochi Chiemi

Kebetulan


Kalo ditelisik pelan-pelan pake lorong waktu menuju masa lalu, kok aku ngerasa menemukan kebetulan-kebetulan [dulunya kupikir begitu] yang membentuk rangkaian peristiwa yang nyambung dan sepertinya ga pas kalo disebut hanya kebetulan semata.

Jika kebetulan-kebetulan itu terjadi terlalu banyak dan cocok satu sama lain, normalkah kalo kita sebagai manusia biasa percaya bahwa itu hanya serangkaian kebetulan semata? Tidakkah itu aneh? Takkan terpola sekarang tapi mungkin akan terlihat bertahun-tahun setelahnya, seperti rangkaian listrik yang terhubung satu sama lain untuk menghasilkan suara tape atau menarik gelombang radio dan menyajikannya di telinga kita.

Pernahkan kamu melakukan ini? Menciptakan lorong waktu ajaib untuk kembali melihat secara nyata rangkaian-rangkaian "kebetulan" dalam hidup kita di masa lampau. Aku sering, ya ga sesering makan dan minum sih, tapi ketika sedang asyik mencorat-coret di atas sebuah kertas, aku sering tersesat dalam lingkaran waktu yang membawaku ke masa lampau. Seperti menciptakan pola lucu dan menyuguhkan jawaban atas "kenapa-kenapa" yang dulu tak pernah terhenti oleh "karena".

Jadi, jika kebetulan itu terjadi terlalu banyak, apakah kita tetap percaya bahwa itu tidak bermakna?

Kenmochi Chiemi

maybe


Mungkin seseorang di luar sana telah membacakan apa yang belum selesai tertulis di pelupuk mataku.

Ia hanya penanda dari sesuatu yang istimewa, Ia bukan sesuatu yang istimewa itu

Inilah keindahan yg kumaksud. Kejujuran tanpa suara yang tak menyisakan ruang untuk dusta.

Hati tidak pernah menyimpan apa-apa. Ia menyalurkan segalanya. Mengalir, hanya mengalir.

Aku tidak tahu cinta itu terdiri dari berapa macam. Yang kutahu, cinta ini tersendat, dan hatiku seperti mau mati pengap.

Aku menyayangimu seperti kusayangi diriku sendiri. Bagaimana bisa kita ingin pisah dengan diri sendiri?

Kau harus bertanya langsung pada hatiku karena dialah yang satu hari nanti menutup dan mengucap: “cukup".

#galau

Bersabarlah

Seorang sahabat berkeluh, "aku sangat cemburu, aku dibakar cemburu. Wajarkah kecemburuan ini menguasaiku?". 
Cemburu, itu sepertinya sebuah kata sifat [di kamus], tapi boleh ga aku sotoy kasih jenis sendiri, nambah jenis kata gitu dalam kamus yaitu kata qalbu. hehe...

"Boleh kok cemburu, karena cemburu itu bukan semata ortak kananmu aja yang bekerja tetapi juga perasaan dan hatimu. Kalo kata Pak Mario Teguh sih, cemburu adalah tanda bahwa cintamu harus memiliki," kataku sok bijak. Tapi ada baiknya kalo rasa cemburu itu dibiarkan berkeliaran cukup sebatas kewajaran. Ga terlalu lebay apalagi alay. Karena siapapun manusianya, selalu pingin punya area bebasnya. Bebas memuja, bebas mengagumi dan bebas merasakan perasaan apa saja terhadap apa saja dan siapa saja. 
 Temenku malah bengong...
Ngeliat temenku bengong, akhirnya aku jitak aja kepalanya.."Hoey, jadi manusia napa boi, cuma malaikat aja yang ga punya cemburu dan cuma setan aja yang mengubah cemburunya jadi iri/dengki dan murka." Demi harga diri yang tak seberapa itu dicabik-cabik oleh sahabatnya yang cantik ini, temenku akhirnya manggut-manggut. Tapi aku curiga, doi masih ga mau bergeser dari pendapatnya semula. 
Trus, musti ngapain? 
Yo adem ayem aja, tak perlu meradang, marah, benci atau menuntut macam-macam. Dengerin Letto aja nih...
[Klik tombol play di Music Match Jukebox]
walau sehari ku tak berhenti
untuk mencari bunga hati


oh rasa cinta bersabarlah menantinya
oh rasa cinta bersabarlah menantinya

begitu lama aku mencoba
dan sampai kini tak berdaya


walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah
walau tak terlihat
tapi ku percaya cinta itu indah


walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah



H.e.n.i.n.g



Ketika dunia sedang semarak ramai dipenuhi sorak sorai terompet dan musik mendentum, ada kalanya kesendirian menjadi hadiah ulang tahun yg terbaik. Seorang laki-laki berdiri menantang rembulan yang menembus kaca jendela membawa secangkir kopi di tangan kanannya. Sementara seorang perempuan di tempat yang berbeda duduk memeluk lutut di atas tempat tidurnya. Mereka tak bersuara, kebisuan menjebak dua insan ini dalam permainan dugaan, lingkaran tebak-menebak, agar yang tersirat tetap tak tersurat.
 
 Si perempuan mengambil buku untuk kemudian menuangkan kata-kata yang ingin dia abadikan momen itu,

"Dalam diammu, aku mendengar banyak suara. Diammu berkata-kata."
"Diammu memapahku ke ujung pertahanan. Dan akhirnya kutersedak oleh hampa."
"Malam memuram. Diammu menginfeksi udara dan membuat dunia sungkan bersuara."

Begitu tulis si perempuan dalam buku Diarynya, berwarna abu-abu tampak biasa. Mungkin itu sebuah puisi, curhat atau sekedar penggalan intuisinya demi mengantarkan isi hatinya pada dia yang di sana, dia yang sedang membisu kaku, dia yang tak pernah tau dan dia yang tuli akan tangisan-tangisan merobek waktu. Dia yang sedang menunduk memandangi cangkirnya ketika tinggal tetes terakhir yang tersisa, ampas di dasar cangkirnya ternyata sebuah perasaan kehilangan.

Kenmochi Chiemi 

----

aku : l e t i h ..

love 4 ur daddy

Let me show you my friends that though our prophet Muhammad SAW mentioned "love your mother" 3 times then "your father", it doesn't mean that we put our father far from important place in our heart. This video may open our heart that father, daddy, papa, baba, abi, bapak or ayah is so meaningful.

watch this:


love u dad :)

Bo'ong demi kebaikan

Aku ga tau ini baik atau enggak, akhir-akhir ini aku agak sering bo'ong. Sedikit ada rasa keterpaksaan sih, kupikir, kalo aku jujur justru akan membawa keburukan. Ketika mudik kemarin, ada yang minta tolong ini itu dan bertanya sebelumnya "Lagi capek ga?", maka kujawab "tidak" demi menyenangkan beliau.

Seorang teman bertanya tentang sesuatu yang sifatnya menyangkut perasaan, maka ga mungkin aku menjawab dengan sebenar-benarnya. Hey, what do you expect? Kalo aku jawab bener-bener, persahabatan kami bisa tamat.

Adikku memintaku membantunya mengganti perban dan membersihkan luka jahitnya, bertanya, "Bisa ga?, lagi sibuk ga?" Meski aku ga tau menahu soal mengganti perban dan membersihkan luka jahit, meski aku baru aja selesai nganterin makanan slametan ke tetangga dengan jalan kaki plus masih harus membersihkan rumah, maka kujawab "Iya bentar, kk cuci tangan dulu biar steril. Mana alkohol dan obat-obatannya?"

Dan ketika ada yang bertanya apakah kamu bahagia juga senang? Kujawab dengan senyum nyengirku "Yes, I am Happy with my life. Allah has been so good to me." Walau mungkin ada sedikit penekanan suara di beberapa kata karena bertentangan dengan isi hati.

Bo'ong, meski untuk kebaikan sepertinya memang kurang begitu menyenangkan. Akan tetapi demi efek kebaikan yang ditimbulkannya kelak, maka it's ok. Aku akan menanggung dosa untuk beberapa kebohongan ini, and I'm ready for that  >^.^<

note: untuk orang2 terkasih yang uda saya bo'ongin, trust me ini utk kebaikan kita semua hehehe
          piss yak

My Sweet Escape

Pagi hari, saat kabut dan embun masih transparan menutup bumi Lumajang yang lengang, aku meregangkan beberapa bagian tubuh untuk melemaskan otot dan mengambil sepeda lipat milik ayahku. Kukayuh sepeda itu pelan menyusuri jalanan desa yang masih sepi. Tak lupa kunyalakan musik dari HPku untuk menemani perjalanan ini.

Melewati pasar, belok kanan kemudian ada satu tikungan di depan sana, refleks aku menolehkan kepala ke kiri...Di ujung sana ada rumahmu, masih ingatkah kamu ketika aku usil main rame-rame ke rumahmu dan merusak acara masak ayam gorengmu? Aku Ingat.

Aku membalikkan arah, menyusuri kembali jalanan aspal dekat kantor polisi desa, saat itu aku naik motor kenceng dan melewati gerombolan anak-anak SMP yang sedang berjalan pulang dari latihan gamelan. Kamu salah satu dari mereka. Masih ingatkah apa yang kamu tulis dalam surat pertamamu setelah kejadian itu? Aku Ingat. Kamu minta aku tak terlalu ngebut, berhati-hati kalo berkendara, dan...pake jaket.

Di depan SD dekat rumahku, dibawah sebuah pohon waru, aku tersenyum. Masih ingatkah waktu kamu memintaku untuk ikut ke sebuah pusat perbelanjaan kota dengan alasan ingin beli kemeja? Aku ingat. kamu ingin aku yang memilihkan satu kemeja sesuai dengan seleraku. Anehnya, aku masih belum "ngeh" kalo itu signal bahwa kamu menyayangiku. Aku menganggapmu sebagai sahabatku, tak lebih sampai kejadian "aneh dan lucu" di alun-alun kota terjadi ... menarik sekali.

Saat melewati areal SMP tempat kita menghabiskan 3 tahun masa remaja, ingatkah kamu saat dengan kenakalan luar biasa aku nyembunyiin jaketmu di semak belukar saat malam api unggun?? Aku ingat. Meski aku masih menganggapmu sama seperti semua temen-temen cowokku yang lain, rupanya kamu sudah menyimpan rasa merah jambu. Lucu sekali.

Angin pagi itu berdesir pelan tapi membawa hawa dingin segar yang luar biasa bersih. Menggiring ingatanku ketika kamu dengan malu-malu mengatakan kamu menyayangiku sejak kelas 1 SMP dulu, menyimpannya rapat sampai setelah pengumuman kelulusan SMA. Kamu menunduk seperti melukis sesuatu di atas tanah di bawah kakimu. Memakai kemeja biru donker rapi, warna favoritku. Dan kamu meminjamkan jaket tebalmu padaku padahal kabut sudah mulai turun dan menebal. Kamu menunggu jawabanku dengan cemas  di atas motor yang membawa kita turun, ingatkah caraku menjawabmu saat itu? Aku ingat. Sebuah ucapan "bismilah", setitik air mata haru dan selingkar peluk di pinggangmu.

Matahari mulai muncul dan menimpakan sinar keemasannya pada kulit Semeru yang biru, membawaku pada alam masa kini ... Masih ingatkah kata-kata perpisahan penuh air mata sebulan sebelum kamu menikah? Aku ingat, kamu bilang "Aku akan selalu menjadi milikmu sampai kapanpun, tak akan berubah." Manis sekali, tapi aku hanya bisa memberimu seuntas senyum terakhir yang susah payah kubangun untukmu. Sedih.

Kamu. Suporter yang menyemangatiku dalam menggapai cita. Membesarkan hatiku kala aku kalah bertanding silat. Menasehatiku saat aku terlalu sibuk dan lupa makan. Mengingatkanku untuk tak melalaikan kewajiban lima waktu dan tahajud.

Kamu. My traveling partner ever. Mengajakku berani mengunjungi tempat-tempat yang aneh dan menyenangkan. Sering kita bertemu dengan keajaiban-keajaiban sepanjang perjalanan. Seru.

Kamu. Orang termanis sedunia. Tak pernah kamu ragu mengenalkanku pada siapapun dengan kata-kata meyakinkan dan tegas, "kenalkan, ini Fietha, calon pendamping saya." Meski kita masih terlalu muda, bahkan aku masih semester 4. Kamu ga peduli dengan pelototan mataku sesaat setelah kamu mengatakan kalimat tadi. Setelahnya kamu pasti mengatakan, "Ga papa, biar dia tau kalo aku uda ada yang punya." lengkap dengan senyum dan kedipan nakalmu. Sejujurnya aku senang, kamu: gentle.

Kamu. Mengajakku beribadah bersama dengan tenang. Lantunan ayat-ayat Allah terdengar menyayat hati, menentramkan qalbu saat kamu menjadi imamku di depan sana. Kamu selalu mengusap kepalaku saat kucium punggung tanganmu. Kamu: teduh.

Kamu. Tak pernah menunjukkan rasa cemburu ketika aku harus bejibaku dengan cowok-cowok teman silat atau kuliah. Karena kamu tau sedari kecil aku  tomboy atau mungkin memang kamu lebih suka membiarkanku meraih apapun yang aku gemari dengan leluasa. Kamu: tulus.

Masih banyak hal yang aku sadari tentangmu justru saat kamu menikah tepat di hari ulang tahunku. Kamu bilang, "Ini untuk mengenangmu selalu dalam hati dan jiwaku." Kamu: terlalu kusayangi.

Dan akhirnya, kita selalu bertemu dengan tak sengaja. Kamu selalu tersenyum padaku senang. Katamu, "Kamu hebat, selalu hebat!". Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalananku dulu. Best times, bad times, semuanya terlewati dengan segala lika likunya...Tuhan tau, kita memang hanya bisa saling menguatkan dari tempat dan waktu yang berbeda.

Kuakhiri perjalanan bersepedaku, kembali ke rumah dengan senyum bahagia. Cukuplah semuanya dijadikan kenangan yang indah tanpa cela. Karena kita semua terus bertumbuh dewasa dan merdeka. It's all about my heart and yours, our stories behind...


Kenmochi Chiemi

Please Respect my Privacy

Bagi seorang lajang geje macam aku, mudik adalah hal yang sangat menyenangkan. Why? Meet some friends of course... Bertemu sahabat secara live, bukan lagi melalui tlp, sms, YM, facebook, atau email. Setahun penuh aku ga pulang, berkeliaran, berlompatan ke sana kemari meraih mimpi. Dan sekarang, in the right time, I decide to give a big hug to my hometown, Lumajang.

Mendapat perlakuan istimewa dari ayah dan bunda juga adik dan kakakku membuatku tau betapa sayangnya mereka padaku meskipun kami tak terbiasa mengekspresikan sayang itu dengan vulgar. Ibu memasak daging sapi suwir2 yang menurutku paling yummy sedunia, ayah mengajakku membantunya membuat "amben", adikku ... ngerecokin dan ngacak2in koper demi mencari baju yang bisa diambilnya nanti, kakakku..memintaku mengelus perutnya yang sedang buncit 7 bulan..dan nenekku..mengusap kepalaku atau punggungku sambil bertanya ini itu bak investigasi...

Everything was fine until...I met other relatives. Bermunculan berbagai pertanyaan senada seperti :

T:Wah wong Jakarta rek,,,kapan nyampe nduk?
J: Hari Jumat malam :)

T: Naik apa??
J: Pesawat...

T: Berapa jam?
J: 1 jam 10 menit [mulai galau n risih]

T: Uda punya pacar belum?
J: Errr.... [mengeryitkan dahi O_o]

T: Orang Jakarta pasti pacarnya...
J: Nggg.... [senyum-senyum najong]

T: Kenalin doonk. Wah bentar lagi nyusul kakaknya ni ...
J: [tangan mulai gatel pingin nonjok]

Masih banyak pertanyaan super geje lain yang sumpah bikin aku mual. Mulai dari pak de, budhe, sepupu...alah jangan-jangan tukang becak belakang rumah juga ikutan nanya-nanya gitu...

Bukannya ga mau jawab atau sombong, bagiku ga patut aja orang dengan seenak udelnya nanya-nanya soal pribadi gitu. Tata krama macam apa yang dipake coba?? Kalo dalam pergaulan internasional menanyakan gaji, usia, status dan agama itu merupakan tindakan yang benar-benar kasar dan ga manner. Dan itu aku pegang teguh kuat-kuat kecuali si empunya mau membaginya dengan kita. Dan aku pikir, sedekat apapun hubungan anda dengan seseorang, bukan berarti anda berhak mencampuri urusan pribadinya tanpa permisi.

Aku risih, aku muak, aku sebel, aku bete, liburanku dirusak sama orang-orang ga manner ini. Aku dikenal super cuek dalam keluarga. Super vocal kalo ada hal-hal yang ga sreg di hati, tapi kali ini aku menahan diri. Jadilah aku menjelma menjadi seseorang yang cuma senyam-senyum bak putri Indonesia nahan pipis ketika mendapat gempuran pertanyaan sok penting macam di atas. AKU GA PERLU JAWAB!!! That's my business, my private zone! Respect my Privacy please..!!$%*&*%$#

Tiba-tiba aku kangen kota Jakarta yang super kejam itu, aku kangen teman-temanku yang geje tapi kece. Ah...kenapa perempuan selalu didiskreditkan?? Banyak sekali "kenapa" berputar dalam otakku. Aku membenci diriku sendiri yang keras kepala, tapi aku merasa aku baik-baik aja. Aku membiarkan segalanya berjalan alami, tak perlu ditarik-tarik paksa.

Detik keberangkatanku ke Jakarta, aku memandang daratan Jawa Timur yang hijau di belakang sana...hijau, sejuk, banyak kenangan indah bersama keluarga, bersama teman, dan bersama dia yang selamanya punya tempat di hatiku untuk dikenang. Selamat tinggal kotaku...semoga wargamu bisa jadi warga yang lebih menghormati privasi orang, ga usil, and ga sok penting.

Kenmochi Chiemi

Mahalnya Sakit di Jakarta

Yesterday, adalah hari pertama aku masuk kerja. Pagi-pagi aku berangkat dari kos jalan kaki karena motorku aku titipin di basemen kantor sejak sehari sebelum mudik ke Jawa Timur. Kombinasi lelah, penat dan lupa makan sehari sebelumnya rupanya membuat system warning di tubuhku menyala nyaring...

Sekembali membeli sebungkus sarapan dengan beberapa teman, tubuhku perlahan menggigil. Soto ayam yang mengepul harum di depan mata tak lagi membawa daya tarik. Tak hilang akal, aku menyeduh teh manis untuk mengurangi rasa dingin yang kian merayap tak wajar. Ruangan berAC ini semakin dingin saja, tak seperti biasa.

Seorang teman yang baik menawarkan bantuan berupa obat masuk angin cair yang langsung aku teguk demi melawan demam dan meriang. Soto ayam hanya kucicipi lima sendok saja, sisanya kubiarkan teman-teman yang menyantapnya. Aku pasrah, ada acara halal bihalal dengan Menteri Keuangan yang harus diikuti seluruh pegawai instansi ini. Aku ga sanggup membayangkan harus ngantri panjang gila demi bersalaman dengan Menkeu dan para petinggi kemenkeu lainnya. Ow No!!!

Melihat mukaku yang tambah pucat, atasanku [yang juga sangat baik hati] menyarankanku untuk istirahat saja di kos, dan kembali waktu absen pulang aja..And yes of course aku nurut. Aku pulang ke kos dan berusaha istirahat dengan tenang di kamar. Time goes by tapi bukannya tambah baik, justru pusingku tambah dahsyat, mata berkunang-kunang, badan panas tinggi, perut mulai mual dan akhirnya muntah beberapa kali. Oh God, no more!!!

Detik-detik yang sangat tidak menyenangkan itu, aku berusaha mengalihkan perhatian dengan menonton TV. And you know, sometimes you turn into a mellow person once you got sick right? Aku ngerasa sendirian karena memang di kos ga ada siapa-siapa, ga ada yang perhatiin aku. Bener-bener feel sorry for myself. Tiba-tiba BB-ku berbunyi, seorang teman membaca status YM-ku dan mungkin kasihan denganku [ih sedih banget sih kata-katanya]. Maka akupun mengalihkan perhatian dari TV ke temanku itu. Tak hanya menemani ngobrol, temanku juga ngasih segerobak tips untuk menyembuhkan diri. Mulai dari kerokan, ngolesin balsem atau minyak angin, minum teh tawar panas, minum aneka soda dan yang terakhir mabok susu bearbrand...how cool is that?? Hahahahaha

pic is taken from here
Aku merangkak sendiri dalam kamar untuk mencari minyak angin, pelan-pelan karena kepalaku seperti udah ditimpukin gada-nya Bima bertubi-tubi. Sesekali aku berhenti untuk sekedar menahan mual yang kian menjadi. Ya Allah, sakit apakah aku?? Temanku mengingatkanku untuk makan siang, kembali aku nelangsa. Jangankan turun untuk cari makan, sekedar bangkit untuk buang air kecil ke kamar mandi aja aku harus berjuang agar ga limbung. Sangat melankolis, air mata mengalir tanpa komando. Mungkin karena suhu badanku yang kelewat tinggi juga karena perasaanku yang merasa sangat sendirian, so lonely.

"Coba 14022", tulis temanku di YM. Entah kenapa aku seperti sedang dirawat ayahku, nurut banget sama tuh 'sok sedap'. Sejam kemudian sup dan kentang goreng pesananku datang. Tapi hanya 10 menit bersarang dalam lambung, semua yang kumakan kembali keluar dengan sukses [baca:muntah]. Makin lemas, makin berkunang-kunang, makin geje. Semua saran temanku, kecuali soda dan mabok susu tadi, sudah aku coba. Pasrah, aku menunggu teman kosku pulang saja.

Pukul 17.30 temanku pulang, sholat Maghrib kemudian langsung cabut ke kantor untuk absen pulang. Afterwards, ke Rumah Sakit deket kantor untuk periksa. Sebuah rumah sakit swasta yang pastinya dari segi pelayanan jauh lebih baik dari RS Negeri [ini opini subjektif saya lo..hehehe]. Tak butuh waktu lama, aku masuk IGD, langsung ditensi tekanan darahnya, diukur suhu tubuhnya kemudian pak dokter eh panggil mas dokter aja deh soalnya masih imut xixixixi, memeriksa mata, detak jantung, perut, tenggorokan, pokoknya sangat intensif. Hingga didapat kesimpulan bahwa lambungku terserang maag, dan amandelku meradang. Dan karena mualku udah parah, aku diberi suntikan anti mual. Hmm...baru kuingat, kemarin aku cuma makan pagi doank!! Oke, it was my fault.

Dan inilah saat yang ditunggu-tunggu, BAYAR. Di kasir seorang ibu dengan sigap memeriksa selembar coretan dari dokter, menghitung, kemudian menyebutkan angka, "Rp. 183.700 mbak". Aku pikir, okelah ini RS Swasta gitu, jangan pernah berharap murah. Aku keluarkan kartu debetku dan voila..done. Si ibu melanjutkan sambil tersenyum, "nanti obatnya diambil di sebelah sana ya, terima kasih." Kuikuti telunjuk si ibu yang mengarah ke counter APOTIK. Kuserahkan kuitansi ke mas2 yang jaga apotik, 5 menit kemudian namaku disebut, "Mbak Fita? Rp. 238.000,-" kata masnya kalem. WOTT??!! jadi yang 183 ribu tadi ternyata belom termasuk obat??!!!

Sok cool aku mengeluarkan dompet dan thanks God disana masih ada uang cash 300 ribu sisa lebaran kemarin. Pasrah aku serahin lembaran 50ribuan itu...dalam hati aku mengutuk, damn!! sakit begini doank bisa ngabisin 400 ribu?? Sungguh T E R L A L U.  Saat ini aku masih ngerasa sedikit pusing, tapi demi 400 ribu yang semalam berpindah tanpa toleransi, aku berjanji ga bakal ceroboh lagi untuk makan. Jakarta, kota yang sangat kejam, tak ada belas kasih bahkan untuk yang sakit. Semoga saudara2ku yang belum beruntung selalu diberi kesehatan di luar sana. Jaminan kesehatan memang sepenuhnya harus menjadi fokus utama pemerintah. Yang uda kerja gini aja uda kerepotan apalagi mereka yang masih belum mendapatkan kehidupan yang layak??

*Buat temanku yg kemarin uda mau nemenin aku selama "sekarat", Terima Kasih yang tak terhingga. Teman: semangatku. Selalu

Kenmochi Chiemi


Selingkar Peluk

Ketika kau merasa segala daya upayamu dalam memuliakan dirimu hanya berakhir dalam satu kalimat tajam menusuk hati, maka yang kau butuhkan hanyalah selingkar peluk.

Ketika hanya tangis dan raungan lirih yang mampu kau haturkan pada Yang Maha Kasih, merasa kerdil dan bodoh, maka yang kau perlukan hanyalah selingkar peluk.

Dan ketika kau mulai mengintip putus asa atas semua, atas mimpi yang belum nyata, atas hati yang terkoyak perih, yang mampu membangkitkanmu hanyalah selingkar peluk.

Yah, selingkar peluk tulus, hangat berenergi luar biasa, memacu jantungmu untuk berdegup kembali normal tanda ketenangan telah kembali tergenggam. Selingkar peluk dariNYA, darimu, dari kalian.

Dan selingkar peluk itu telah lama hilang dari denyut kehidupan egois saya...bolehkah saya memintanya lagi? Sekali aja...


Masih bete maksimal,
Kenmochi Chiemi

I'm stuck

You have been waiting all your life
You use your patience to stay fine
Time moves on as you prepare
To tell yourself be reasonable

Then come the times you can't foresee
You cannot leave, you can't release
To keep you far from those dreams
Ignoring the right time

Oh, waiting was my life

For now it's too late
And you may not wait
And things that I have yet to know
Vanish before they're complete

I may turn around
To see if you're still there
But as for now,it's just not safe
Maybe you'll wait for me
Maybe you're gone

You've been preparing all your life
You've had some trouble getting it right
And you'll try to tell yourself
It may work, as it should

But something good can do much harm
Ain't good may kill for your embrace
To keep you far from those dreams
You know you cannot dream
I'm stuck for now, it seems

Sondre Lerche, menemaniku dalam penerbangan menuju Jakarta. Sangat menyenangkan bisa kembali ke "kehidupan nyata". For almost a week I acted as someone else. Now, It's me and Jakarta is welcoming me. Selamat tinggal kota kecilku,,,smoga bisa ketemu lagi tahun depan.. Amin

Bete maksimal,
Kenmochi Chiemi

ladies mini gathering


Mudik sriiii hahahaha

Tiap tahun ngumpul terus :D

Yeeeey,,,,moment mudik tiap tahun selalu kami manfaatkan untuk ketemuan, makan-makan sembari curhat sana-sini tentang hidup, tentang cinta, kadang juga tentang hal-hal yang ga jelas dan aneh hahahaha...


Kadang perempuan mempertontonkan kecerdasan pikirannya sekedar supaya tidak diremehkan oleh dunia, bukan untuk mengambil peran laki-laki. Kami tetap bangga pada kehalusan perasaan kami yang tidak dapat ditandingi oleh lelaki manapun...


K.C.