Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

lovely shots






Lokasi : Tanjung Karang, Lampung
photografer: Pak Pele :p (thanks to you)

Day 3: Paspor Making (jadi)


So, dari serangkaian proses panjang yang aku alami, bolehlah dijadiin pelajaran ya buat kamu-kamu yang mau bikin paspor. Here the tips:
  1. Coba aplikasi pendaftaran online, lebih praktis 
  2. Datang pagi2 untuk menghindari antrean yang mengular
  3. Bawa buku, majalah atau penuhi batre smartphone kamu biar ga bete
  4. Periksa sekali lagi kelengkapan dokumen, kalo ada yg tertinggal bakal disuruh balik ama petugasnya
  5. Sebaiknya kamu fotocopy semua dokumen
  6. Pake outfit yang oke waktu wawancara and foto, malu kalo muka kita ancur di paspor yang berpotensi menyebar ke seantero dunia hehehehe
  7. Aktif nanya sama petugas kalo antrian kamu diserobot CALO, jangan mau kalah
  8. Tiap kantor imigrasi punya situasi dan kondisi yang berbeda, so be aware!
  9. Please jangan pake jasa CALO
  10. Rincian Biaya:
  • Buku paspor 48 Halaman : 255.000,-
  • formulir pendaftaran dan sampul paspor : 14.500,-
  • Parkir: 2.000,-
  • Total : Rp. 271.500,-
 Selamat Mencoba \^.^/






Day 2: Passport Making

Kamis, 18 Oct 2012 adalah hari bayar, wawancara and foto untuk pembuatan pasporku. Let me tell you the flow:

07.30 - nyampe pelataran kantor imigrasi, nyerahin slip jadwal foto ke satpam
07.50 - duduk manis menunggu nama dipanggil
08.20 - masih duduk manis, mulai gelisah karena namaku belom juga dipanggil
08.25 - dapat no antrian untuk bayar di kasir. Dapet No A 513 (nomor pertama A501), my fave number :p
08.40 - namaku dipanggil petugas kasir, bayar Rp. 255.000,- well, there's no "pungli" so far. good
09.00 - mulai gerah menunggu, suasana kian rame. I hate waiting
09.15 - hey kenapa begitu banyak orang yang menyerahkan bertumpuk2 map ke seorang petugas??
09.30 - masih no urut A 507 aja yang dipanggil, meja wawancara ada 6 tapi dari tadi yang dipanggil masuk loncat-loncat ga sesuai urutan. Ok baiklah, that's what we call CALO in action!
09.55 - A 513 Fita Nurmayasariiiii!!!! beringsut dengan muka jutek, tanduk runcing keluar dari kepala, mata nanar, siap melumat orang, aku masuk ke ruangan berpengaman itu. duduk di meja paling ujung. petugasnya mbak2 yang masih muda dengan meja yang diatasnya sudah ada 1 set komputer, kamera, dan alat rekam sidik jari serta satu map berisi berkasku. Kemudian aku diminta membaca data diri di layar monitor kalo2 ada yang salah, nempelin jari2 ke alat rekam sidik jari, foto dan ditanya2 kerja dimana, kuliah dimana, sekarang tinggal dimana, remunerasinya berapa (ga penting banget), mo liburan ke mana, dan pada akhirnya mbaknya curcol mo beli rumah juga. It takes only 5 minutes. LIMA MENIT SAJA, logikanya jika aku dapet nomor urut 13 dari waktu menunggu jam 08.55 dengan jumlah meja wawancara 6 buah, seharusnya aku uda dipanggil setidaknya jam 09.10an tadi. Dan dengan alat yang serba canggih tadi, seharusnya buku paspor bisa langsung diserahkan begitu selesai wawancara, sama kayak bikin SIM gitu kan. Tapi kenyataannya buku paspor baru bisa aku terima Kamis depan tanggal 25 Oct 2012.

Yang membuatku miris adalah mereka-mereka yang membayar 500rb sampe 1 juta melalui CALO bisa langsung mendapatkan buku paspornya 3 menit setelah wawancara dan foto selesai. KENAPA?? jelas-jelas di ruangan tadi ada satu papan dengan tulisan kapital HINDARI CALO. Please deh, kapan birokrasi kita bisa sehat kalo petugasnya masih cari uang tambahan dengan cara yang ga bener dan merugikan banyak pihak?

nunggu dapet no urut

No antrian

kasir

ini dia biang keroknya


bukti pembayaran

pikir sendiri aja deh knp aku ambil foto orang ini :p




Jangkar (anchor)

Jangkar kapal cenderung dikaitkan dengan seseorang yang penting dan memiliki tujuan tertentu dalam pikirannya, sadar akan tujuan pada targetnya.

Jika panah pada jangkar tajam dan bersudut, target Anda mungkin sesuatu yang penting, mungkin saingan Anda atau tugas yang sangat penting. Jika jangkar lebih mengait dan dihiasi oleh aksen-aksen, target Anda mungkin berhubungan dengan masalah asmara atau gairah.*
Hai, it's me (again). Ingat satu tokoh kartun yang fenomenal Popeye si pelaut kan? Kartun anak-anak yang menurutku sangat menarik karena Popeye bukan superhero yang ga bisa kalah. Ada saatnya popeye lemah kemudian menjadi luar biasa kuat setelah makan berkaleng-kaleng bayam segar. Di tangan dan topinya ada sebuah simbol khas pelaut; jangkar.

Aku curiga, karena film kartun ini atau mungkin karena dulu waktu balita bunda pernah beliin aku baju ala sailor yang ada bordiran jangkar berwarna biru donker di krahnya (aku inget betul baju itu), diam-diam aku suka banget dengan jangkar. Aku baru menyadarinya akhir-akhir ini, karena ada perasaan suka sekali begitu melihat simbol itu. Dalam beberapa kesempatan, waktu rapat, bosen, atau bete,,,aku sering corat-coret kertas kosong dan kalo diperhatiin di coretan2 itu selalu ada siluet gambar jangkar. 

Pernah suatu waktu aku niat banget browsing ke warnet cuma untuk ngeprint gambar jangkar, aneh banget kan? Mungkin analisa ahli tulisan tangan di atas itu benar, kesukaanku pada jangkar didasarkan pada karakteristikku yang agak ambisius terhadap sebuah tujuan tertentu yang aku anggap penting dan maha dahsyat. It is purely related to my characteristic and emotional life. Satu lagi, jangkar adalah simbol kesederhanaan, I love simplicity, I need to live in an easy way and simple.


"Perhatikan saja jangkar yang selalu di bawah air. Walaupun orang-orang tidak terlalu memperhatikannya, dia ada. Dia bekerja sesuai dengan fungsinya tanpa perlu berteriak “Hey, lihat saya! Saya sedang bekerja.”

*taken from here

workin'






passport making

heiho! meet me again, berdosa banget nih uda lama ga nyambangi nih blog. It just because of my flat life here...heuheuu. Now on I think I'm gonna tell you about passport making, yup aku berencana bikin paspor guys. Bukan karena dalam waktu dekat mo ke luar negeri sono tapi ... well...apa yaah... ikut2an?? bukan, gaya2an? ga juga. Jadi apa donk? ga tau, aku juga ga yakin sih, just prepare that if I have to go abroad suddenly hahahaha norak and cupu banget ya alasannya? honestly, that's my reason...wkwkwk

OK, awal dari sebuah langkah adalah informasi atau data, jadi sebelum memulai perjuangan pembuatan paspor yang di otakku adalah ruwet bin njelimet (you know how Indonesian bureaucracy), aku googling aja cari website resminya kantor imigrasi yang deket kantorku. Beruntung tempat kerjaku ada di Jakarta Pusat, jadinya ga terlalu ribet gitu mo nyari kantor2 pemerintah. Then, I opened the web, searching how to make passport, the conditions (documents needed), price, location, etc. 

Dan benarlah sodara2, memang yang musti disiapin itu agak "ribet", kenapa? ya harus bawa Kartu Keluarga dan Akte Lahir asli. Bagi pendatang macam aku ini, persyaratan kayak gitu berarti harus telpon ke rumah a.k.a kampoeng halaman nan jauh di matooo (joged), minta tolong dikirimin dua benda keramat tersebut. Bundaku jadi menduga aku mo kawin lari ke luar negri segala gara-gara aku ga tau alesan bikin paspor, hahahaha lebay banget sih. Selain dua surat tadi aku juga musti bikin surat rekomendasi dari kantor, surat pernyataan bermaterai yang isinya ga pernah bikin paspor sebelumnya (ini aneh banget menurutku). Surat pernyataan bermaterai tadi dijual di koperasi kantor imigrasi itu beserta formulir pengajuannya. dan ah harga surat-surat tadi memang jadi sangat tidak masuk akal untuk dicerna. Tapi biarlah, aku toh juga ga mau semakin ribet. Semua dokumen sudah aku copy termasuk KTP yang harus dicopy di kertas A4 (kalo ga, bakal disuruh foto copy balik which is....in that koperasi hahahahaha).

Day 1, berangkat dari kantor sekitar jam 7an berharap ga kena antrean yang mengular. Sialnya, aku nyasar, muter-muter nyari lokasi kantornya butuh waktu sekitar 20 menit, hadeuuh (kemampuan baca petanya sangat meragukan, ampun dah). Nyampe di kantor imigrasi situasinya masih relatif sepi. Hanya ada beberapa orang yang duduk-duduk deket pos satpam. Ternyata kita harus nulis nama manual di secarik kertas yang dipegang satpam untuk dapetin nomor antrian (what??). Pelayanan dibuka pukul 8.00. 7.45 kami para pengantre ini diminta mengikuti satpam yang jalan memutar menuju pintu belakang gedung, ga heran soalnya bagian depan kantor dan beberapa bagian bangunan sedang dalam tahap renovasi. Kalo yang ini masih bisa dimaklumi sih. Kami naik tangga darurat, padahal ada lift...hadeuuh.

 Meski aku udah baca skema/alur pelayanan di webnya, tapi tetep aja man jd bingung on the spot. Begitu banyak orang yang lalu lalang sementara pak satpam yang pegang kertas tadi mengatur lalu lintas manusia di sini, manggilin satu per satu nama di list untuk ngantre dapet nomor urut. aku dapet nomor 26, and sumpah itu lama bangeeet, aku ulangi lagi, lamaaaa bangeeeet. Jadi setiap orang tu diperiksa berkasnya (yang cuma KTP, KK, Akta lahir, Surat rekomendasi, surat pernyataan and formulir pengajuan tadi, 6 biji doank!!), kalo uda fine dikasih no antrian gitu. Abis itu kita nunggu lagi untuk dipanggil dan sekali lagi diperiksa berkasnya trus dapet secarik kertas kecil berisi hari dan tanggal kapan kita harus difoto and wawancara. for that process I need 3 hours and 45 minutes!!! boook, itu bener-bener pelayanan yang ...no offense ya...buruk. 


Kantor ini kan ada di Jakpus yaa, jadi logikanya para pengunjungnya bakal banyak kan. lha kenapa loketnya cuma ada 3? 2 untuk aplikator manual, 1 (aku ulangi sejuta kali, cuma SATU loket aja untuk aplikator online). 100% aku yakin dibikinin aplikasi online itu tujuannya untuk mempermudah dan mempercepat para aplikator, tapi kalo loketnya cuma SATU yo sama aja. Pendaftar onlinenya ga bisa dibilang dikit, apalagi di era serba praktis kayak sekarang... Huft. Andai hukuman untuk koruptor itu bener-bener hukuman mati yaa...karena aku yakin ini bukan salah sistem, tapi karena salah oknum2 yang makan uang pengadaan.  Jadi kepikiran untuk pindah kewarganegaraan nih.... *garuk-garuk dinding

pic is taken from here


bersambung ....

 

My Journey Slideshow | TripAdvisor™

My Journey Slideshow | TripAdvisor™: TripAdvisor™ TripWow ★ My Journey Slideshow Slideshow ★ untuk Bengkulu, Indonesia (near World), Jakarta and Lumajang. Slideshow perjalanan gratis yang menakjubkan di TripAdvisor

jadi website di atas itu adalah layanan gratis buat kamu0kamu yang hobi traveling dan punya banyak foto-foto dari hobby kamu tadi. tampilannya fun, musiknya oke dan bisa dipilih sesuai selera loh...coba deh.

PK the movie


Singkat aja ya:
1. Aku suka banget filmnya, ga jauh meleset dari novelnya.
2. Lagu-lagunya Juara!!!
3. Aku uda punya CD lagu plus DVD chapter 1 movienya (Chapter 2 belom sempet hunting). O iya, keduanya original yaa...dukung karya anak bangsa....
4. Nyesel ga bawa kanebo, banjir air zam-zam mata >,<
5. Romantismenya dapet, sense of family kuat dan yang seru aroma persahabatannya juga kenceng.
6. Semilyar bravo buat seluruh tim film ini dan yang paling keren tentu aja Dewi "Dee" Lestari.
7. Denger-denger Madre juga mau difilmin...semoga bisa sesukses PK yaah.....

Tahu Diri

Hai, Selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau ada disini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri didepanmu kini..
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri
Tak s'lamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah..menghilang sajalah lagi

Bye, Selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada disini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan s'gala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa..
Meradang menjadi yang disisimu
Membenci Nasibku yang tak berubah


Berkali-kali kau berkata..
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku t'lah berjanji..
Menyerah...
Dan upayaku tahu diri..
Tak s'lamanya berhasil...

Pergilah..menghilang sajalah
Pergilah..menghilang sajalah.. Lagi..

OST Perahu Kertas-Maudy Ayunda

somehow these words are bringing stories, many stories behind. Back to the days that colored with various "things"; bad, good, sad, happy, sorrow, lost, all the paths I walked down. Hahahahaha....enjoy the journey just like painting in the very unique way. Welcoming all the mysterious rainbow ahead. 

life...


Lunas

Tak ada ruginya bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu.
Segala jerih payah dan pengorbanan bahkan setetes keringat pun akan terbayar lunas manakala ada pengakuan dan penghargaan dari pihak lain.


Semangat!!!!

Pulang ke Kotamu 2

Hari kedua di Yogya, pagi-pagi sekali aku bangun dan mempersiapkan diri untuk acara di sebuah sekolah kejuruan yang terkenal di kota pendidikan ini. Ada sedikit pertanyaan menggelitik tentang, why this school? Bukankah ada banyak sekolah lain yang oke di Yogya? Kenapa SMK, kenapa bukan SMU? Atau kenapa  bukan sekolah kejuruan kota tetangga yang sempat terkenal karena berhasil membuat mobil??

Pertanyaan itu terjawab saat aku tiba di sekolah tersebut. Bangunannya sih biasa aja tetapi kemampuan siswanya sangat luar biasa. Mereka bisa membuat orkestra mini yang menurutku levelnya uda bukan siswa lagi, tapi level mahasiswa! Wew....keren beud. Sungguh, aku lebih bangga siswa-siswa seperti mereka daripada yang suka tawuran kayak di Jakarta. Tugas siswa itu adalah mengeruk ilmu seluas-luasnya. Bukannya adu jotos ga jelas kayak di ibu kota. eh balik ke SMK, jadi ADB memberikan bantuan dana kepada 90 SMK se-Indonesia untuk perbaikan fasilitas dan peningkatan mutu sekolah. Acara berjalan lancar meski sempat molor. overall, aku puas dengan semuanya :)

mini orchestra, awesome!


Sepulang dari SMK, aku masih harus ngerjain kerjaan kantor yang deadline hari itu. Aku ngerjain dengan buru2 pake internet hotel, dan betapa nggondoknya aku ketika temenku bilang "Eh fit, aplikasi IKUnya diperpanjang sampe tanggal 15 Okt, jadi kalo lo ga selesai hari ini ga papa kok". OMG, padahal sedikit lagi aku selesai. Tau gitu tadi aku jalan-jalan aja tadi. hadeeeuuh..... >,<

Ba'da maghrib, Malik sms. Aha, kebetulan...aku minta jemput doonk xixixixixi biar bisa main ke UKM. yes saudara2, ga ada tempat lain yang wajib dikunjungi di Yogya selain UKM ini. Apa kabar kalian teman2, begitu gumamku di hati dalam perjalanan menuju UGM. Tak ada yang berubah dari jalanan malioboro, tak ada yang berubah di boulevard UGM. Semuanya masih sama, sedikit kecewa sih....karena itu berarti Yogya tidak mengalami perkembangan yang berarti. Tersalip oleh kota tetangganya, Solo.

Memasuki areal UKM
Redup, sepi, dingin. kemana manusia2 silat yang suka berkumpul di sini?? Sayup kudengar suara mas Bahri, pelatih kami tercinta :p,  syukurlah beliau belum pulang. Dan ... "Assalamualaikuuum.....hai semuaaaa...." teriakku. 2-3 detik semua mata beralih padaku...."Mbak fitaaaaa....." suara Esti, si tomboy yang tempo hari BBM dan berkeluh kangen latihan bersamaku. Kusalami satu per satu mereka. Hanya ada 5 orang saja di ruangan kecil itu. Mana yang lain ya?

"Mbak, ayo maeeem....angkringaaan," rengek Esti. "Hayuuk", sahutku. Angkringan mas Yanto langganan kami memang tiada duanya. Aku kangen es jeruk kecut bikinan doi. Bergegas kami pindah tempat. Makan, ngobrol, ngakak, seru. Meski tak sebanyak dulu personilnya, tapi cukuplah mengikis kangenku akan suasana hangat "teman". Tak lama kemudian mereka harus latihan, aku hanya nonton aja. Setahun lebih aku uda ga pernah lagi bejibaku dengan olah raga tradisional ini. Tiba-tiba, seorang teman datang. Yeah, mas Imam alias si Hiroyuki Imamura. Penggila silat dari Jepang hahahaha. what a surprise to know that he has a long hair!

"Hai Hiroooo......gimana kabar kamu?" histeris aku menyalaminya. "hoo aku baik Fita," kata Hiro. Selanjutnya kami tenggelam dalam obrolan yang mengasyikkan tentang aneka topik. Sesekali kami juga memperhatikan yang sedang latihan, hmmm semua rasa capek dan penat hilang seketika. Apalagi setelahnya kami menghabiskan waktu di House of Raminten. Tempat nongkrong yang nyentrik sampe dini hari. Gokil.

The Last Day, means the oleh2 day hahahaha. Aku dan Findo janjian untuk berburu oleh2 jam 11 siang. Pesawat kami akan terbang jam 4.30 sore. Jadi kami punya sedikit waktu untuk melakukan perburuan itu. Dimulai dengan membeli coklat super fine; Coklat Monggo. Findo beli agak banyak karena di kantor banyak yang nitip, sementara aku galau, mo beli yang rasa apa. Karena ada banyak varian yang semuanya menarik hati...maklumlah I'm a huge fans of chocolate hahahahaha. Puas memilih coklat, kami melanjutkan perburuan ke Tela cake. Sengaja banget kami ga beli bakpia demi memberi oleh2 yang lain dari biasanya. dan yang terakhir, of course Batik. Aku selalu jatuh cinta pada aneka bentuk batik. Mulai dari tas, sepatu, dompet, baju, rok dll. Tapi kali ini aku ingin beli rok aja...keliling2 malah si Findo yang dapet. kalo cowok memang ga rempong yah...but finally I got one, hmmm two actually hahahaha

a very unique long dress. I'm in love deeply heuheu...

Dan akhirnya, we have to leave this city. Agak2 gimanaa gitu.... Terjadi sedikit kekacauan, si Findo meninggalkan koran yang kami beli hari ini di rumahnya. OMG, itu bener2 bikin panik. Pemberitaan tentang acara kemarin harus dilaporkan melalui klipping berita di media. Sontak aku berkeliling bandara mencari penjual koran yang masih tersisa (hopeless krn hari uda sore). Findo menelpon ayahnya untuk segera memaketkan koran ke Jakarta. Ah, Jogja memang selalu bisa mengalihkan kami dari kewajiban hahahahahaha..... aku akan kembali lagi suatu hari nanti. Memeluk dan menghirup lagi atmosfer kota ini. Yogyakarta, my second home.

many thanks to Mas Bahari, Mas Imran, Tony, Angga, Mada, Syamsul. Hiro, Esti and Dian for the kindness, the laugh and the warmness of friendship ever. See you soon guys ^^,

we had a good time


Pulang ke Kotamu

bete di airport Cengkareng, foto dulu yuuuks-with Findo
renov teroooosss...hadeeeh











Entah sudah berapa lama aku tidak menginjakkan kaki di tanah keraton Jawa ini, sepertinya sudah lama sekali. Kalo boleh melukiskan perasaan, kusebut saja kangen berat sama Kota ini; Jogja. Hingga ketika namaku disebut untuk meng-handle sebuah acara di sana hatiku koprol sambil bilang WOW!!! hahahahahaha

Burung besi kebanggaan Indonesia ini tak biasanya terlambat, tapi toh aku tetap bersabar. Dampaknya adalah: laper n narsis. Bersama seorang teman yang putra daerah Jogja, aku terbang memusnahkan kangen yang teramat sangat. "Jogja, I'm coming", teriakku dalem ati. norak.

Sekitar 15.30an si Garuda landing.....baru kali ini aku memperhatikan benar rute yang dilalui pesawat ke Jogja. Biasanya sih cuek2 aja, hmmm si bukit bintang terlihat coklat gersang. Rupanya kemarau panjang telah mengubah wajahnya menjadi kering. Memasuki bandara, kami menuju shelter Trans Jogja. Sengaja aku minta naik angkutan umum ini karena aku ingin menikmati jalanan Jogja dengan cara yang wajar. Taxi memang lebih nyaman, tapi di Trans Jogja lebih asyik. Aku bisa ngeliat berbagai manusia Jogja di situ. Mendengarkan obrolan mereka diiringi lagu campur sari yang bergema seantero bus. Menyenangkan.Ini yang aku maksud atmosfer Jogja yang kurindukan.

Kami turun di shelter malioboro 1, hotel tempatku menginap berada di sebuah jalan kecil depan Malio mall. Hotel yang baru launch, minimalis, nyaman. Temanku tak ikut menginap karena sekali lagi dia putra daerah, means he preferred to go home for sure hahahaha. Tak apa, aku melanjutkan kerjaan yang harus sudah dimulai hari itu juga. Tak sempat istirahat, semuanya harus dipastikan sempurna. hmm...I'm a little bit perfectionist on my work :p Senja menggantung, dari jendela kamar, aku bisa mengagumi senja Jogja yang membingkai Malioboro seketika.

bersambung .....