Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Shot..



Ini gambar mbah-mbah pedagang di pasar darurat Temanggung. Jadi pemerintah ngasih bantuan pinjaman ke pemda Temanggung untuk membangun kembali pasar tradisional menjadi pasar tradisional yang layak dan (tetep) murah. Nah, pejabat yang dari pusat ga cuma ngasih bantuan doank donk, pasar yang lama (udah dirobohin) diliat plus pasar daruratnya.

Yang lucu, ada seorang ibu-ibu penjual cabe dengan polosnya nanya ke kita dengan bahasa jawa yang aku terjemahin begini "mbak, ini ada apa yah?Kok para priyayi datang ke pasar? (priyayi=orang terhormat, bangsawan) ... nah lo...padahal kita pake baju casual, yang pake baju resmi justru orang-orang pemkabnya hehehehe....ya dijawab aja, "kita bukan priyayi bu, kita sama aja kayak ibu. Rakyat biasa." 

Iseng aku ambil beberapa foto orang-orang ini...tapi satu aja ya yang aku upload..ini favorit banget soalnya...lucuuu

Yellow of Me




Location: Temanggung
June 14 2013
narseeesssss

One Day

One Day

They're not gonna keep me down
They're not gonna shut me out
They're gonna do what they do, I'll do me
I'm going against the crowd
I'm drowning out the doubt
They're gonna do, I'll do me
Something original, be unforgettable 
They're gonna know my name

One day, make you a believer
One day, got this all I need is
One day, don't try to tell me I can't
Right know, I'm running the future
Watch out, won't stop I'm a mover
One day, you're gonna know who I am
Oh when I'm high and free
It's not fate, wait and see, 
One day

I've been afraid to fall
Too much for something more
But now that I see that it's mine
I'll take it
Just go ahead and try
You're not gonna change my mind
There's no such thing as too late

I'm on a mission, no longer listening
to anyone that says don't try
Sometimes you feel it deep in your spirit
It's like a fire that won't die
One day,wait and see
One day,just wait and see

note: Jadi ini lagunya charice judulnya one day. Suka banget sama ni lagu soalnya isinya tu kayak nantangin orang-orang yang mau ngejatuhin mental kita habis-habisan. Kalo lagi sebel sama orang, aku suka dengerin nih lagu dan memvisualisasikan adegan ngata2in tu orang pake lirik lagu ini di depan mukanya. Hahahaha, meskipun cuma kejadian imaginer, tapi lumayan meredam amarah kok. Dengerin deh kapan-kapan, musiknya lumayan nge-beat, mau liat videonya? klik di sini ^^v 

Tuntas Rantau 1 Menara

Kecepatan membacaku sepertinya menurun, biasanya satu novel tebel bisa aku habiskan maksimal 3 hari dari sejak tanggal pembelian. Bahkan untuk novel yang super favorit, bisa kulibas (caelah libas) dalam sehari saja *sombong. Rantau 1 menara yang berisi kurang lebih 400 halaman ini baru bisa aku rampungkan hari ini, yap genap 11 hari sejak buku itu "mendarat" di meja kerjaku. Too long ...

Buku ini special karena didalamnya banyak sekali pengalaman-pengalaman hidup penting yang diceritain penulis (baca: A. Fuadi). Tentang tumbangnya orde baru, tentang karir jurnalistiknya di "Derap" (media cetak yang pernah diberedel selama orba), tentang kisah romantisnya, tentang beasiswa yang akhirnya melemparnya ke Dream Land Amerika yang membuatnya menyaksikan dahsyatnya peristiwa 11/9 silam. Secara keseluruhan, buku ini seirama dengan buku-buku biografi tokoh besar macam pak Habibi. Diawali dengan perjuangan dari nol sampai kemudian menjadi sukses. Tapi setiap tokoh punya cerita sendiri, punya keunikan sendiri dan punya sudut pandang sendiri. Inilah yang menurutku akan sangat membedakan satu buku (biografi) satu dengan yang lain.

Bagian favoritku adalah ketika Alif mulai menjalani karirnya sebagai jurnalis di media yang membela kebenaran anti sogokan dalam bentuk apapun. Dia menceritakan detil proses dirinya digodok selama 6 bulan untuk menjadi seorang pewarta yang matang dan anti suap. Bagaimana menyajikan berita (baca: kebenaran) kepada masyarakat berdasarkan riset, data dan fakta tetapi tetap memiliki seni penulisan yang baik. Sesuatu yang mungkin saat ini sudah jarang dimiliki media (apalagi infotainment).

"Mantra" Man saara ala darbi washala -Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan,  menjadi jantung dari kisah perantauan Alif dalam buku ketiganya ini. Tapi dari 400 halaman tadi ga semuanya serius kok, ada juga taburan jokes2 khas "pribumi" yang kadang-kadang bikin de javu juga sama masa lalu. Intinya, buku terakhir dari trilogi Negeri 5 Menara ini berisi full perjuangan hidup Alif yaitu karir, pasangan jiwa, dan yang terpenting penentuan akan dimana hidup ini akan bermuara. That's why this book entitled Rantau 1 Muara hehehe *sok teu

Membaca kisah tokoh hebat selalu memberi lecutan semangat. Setidaknya itu yang selalu aku rasakan setelah menamatkan lembar terakhir dari kisah petualangan orang lain. Mengambil hal yang baik dan menertawakan yang kurang baik hahahaha.....semoga buku ini bisa memacu semangat aku, atau kita semua yang uda membacanya untuk lebih maju lagi. Seperti harapan pak Habibie:
"Andaikan banyak anak bangsa yang mempunyai kesempatan dan pengalaman seperti mereka (Alif dkk), akan beruntunglah bangsa Indonesa dalam mewujudkan masa depannya yang maju dan sejahtera, yang disegani dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain."
Selamat membaca...... ^.^v