Selingkar Peluk
Ketika kau merasa segala daya upayamu dalam memuliakan dirimu hanya berakhir dalam satu kalimat tajam menusuk hati, maka yang kau butuhkan hanyalah selingkar peluk.
Ketika hanya tangis dan raungan lirih yang mampu kau haturkan pada Yang Maha Kasih, merasa kerdil dan bodoh, maka yang kau perlukan hanyalah selingkar peluk.
Dan ketika kau mulai mengintip putus asa atas semua, atas mimpi yang belum nyata, atas hati yang terkoyak perih, yang mampu membangkitkanmu hanyalah selingkar peluk.
Yah, selingkar peluk tulus, hangat berenergi luar biasa, memacu jantungmu untuk berdegup kembali normal tanda ketenangan telah kembali tergenggam. Selingkar peluk dariNYA, darimu, dari kalian.
Dan selingkar peluk itu telah lama hilang dari denyut kehidupan egois saya...bolehkah saya memintanya lagi? Sekali aja...
Masih bete maksimal,
Kenmochi Chiemi
Ketika hanya tangis dan raungan lirih yang mampu kau haturkan pada Yang Maha Kasih, merasa kerdil dan bodoh, maka yang kau perlukan hanyalah selingkar peluk.
Dan ketika kau mulai mengintip putus asa atas semua, atas mimpi yang belum nyata, atas hati yang terkoyak perih, yang mampu membangkitkanmu hanyalah selingkar peluk.
Yah, selingkar peluk tulus, hangat berenergi luar biasa, memacu jantungmu untuk berdegup kembali normal tanda ketenangan telah kembali tergenggam. Selingkar peluk dariNYA, darimu, dari kalian.
Dan selingkar peluk itu telah lama hilang dari denyut kehidupan egois saya...bolehkah saya memintanya lagi? Sekali aja...
Masih bete maksimal,
Kenmochi Chiemi
Comments
Post a Comment