PLIS BE AWARE!
Ini keprihatinanku yang amat sangat terhadap kasus penipuan atas nama Kementerian Keuangan. Setahun yang lalu, kami harus menghadapi sekitar 20 orang berpakaian batik rapi berwajah letih dan tatapan kosong. Mereka harus merelakan uang 150 juta yang raib dibawa penipu. Mereka adalah para orang tua yang ingin anak-anaknya mempunyai masa depan. Mereka rela melakukan apa saja demi masa depan anaknya termasuk menjual harta benda. Tapi apa daya, ternyata mereka menjadi korban, korban penipuan.
Jadi komplotan penipu ini sangat profesional dan rapi. Aku membayangkan, pasti mereka punya kemampuan marketing yang sangat luar biasa sehingga mereka bisa menjaring korban yang tak bisa dibilang sedikit. Waktu aksi sangat pas, menjelang rekruitmen pegawai baru. Tahun lalu, menkeu memang sempat mengeluarkan statement bahwa kemenkeu membutuhkan tambahan pegawai. Informasi ini rupanya dimanfaatkan betul oleh komplotan ini. Modusnya, mereka menawarkan kepada para orang tua bahwa di kemenkeu akan ada rekruitmen pegawai secara diam-diam. Maksudnya para calon pegawai ini nantinya akan otomatis menjadi pns kemenkeu karena akan menggantikan posisi2 kosong akibat para pegawai lama yang masuk masa pensiun.
Pelaku meyakinkan mereka dengan mengatakan bahwa dia adalah pegawai unit tertentu di kemenkeu. 150 juta mengalir masuk ke rekening penipu, tak hanya dari satu orang saja melainkan lebih dari 20 orang. Hari yang dijanjikan untuk "pelantikan pegawai baru" pun tiba....para orang tua berbondong-bondong datang ke kantor. Berpakaian batik, layaknya ke kondangan. Rapi dan resmi. Tapi, begitu terkejutnya mereka karena tak ada acara pelantikan seperti yang diberi tahukan sebelumnya, bahkan orang yang selama ini memberikan instruksi kepada mereka pun seperti hilang ditelan bumi. Mereka tertipu.
Hari ini, kejadian seperti itu terulang lagi. Kali ini korban lebih banyak, 100 orang. Setiap orang harus menyetor uang sebesar 200 juta (DUA RATUS JUTA!!!!). Namun, cara yang digunakan pelaku lebih halus lagi, para "calon pegawai diberikan tes
Tahun kemarin pelaku beraksi di Solo, dan tahun ini di Magelang. Korban tak hanya berasal dari Jawa tapi sampai Sumatra dan Sulawesi. Tak tega rasanya melihat wajah-wajah putus asa itu. Mereka bersikeras ingin bertemu Menteri Keuangan untuk mengadu. Segala identitas palsu si pelaku sudah di cross check di bagian kepegawaian, dan semuanya palsu alias ga ada. Positif, ini PENIPUAN. Sedih banget.
Kami bukannya tinggal diam, berkali-kali membuat announcement di website maupun televisi tentang penipuan mengatasnamakan instansi ini. Tapi entah kenapa, korban terus bertambah, apakah memang himpitan ekonomi bikin orang jadi berpikir pendek, atau memang mental sebagian SDM Indonesia yang melorot? Entahlah.
Jadi, please, siapapun yang membaca tulisan ini....mark this, menjadi pegawai negeri itu ada tahapannya, ada prosesnya. Ga instan, ga ada duitnya. Setidaknya itu yang aku alami. Segalanya yang serba instan perlu DIWASPADAI, dan jangan pernah tergiur dengan janji-janji manis penipu. Kalo ada yang nawarin jalan pintas macam itu, just say NO, BIG NO!!!Percayalah pada kemampuan kamu sendiri.

Comments
Post a Comment