Less is More
Yak, mulai deh masuk tema-tema ajaib “Hidup Sederhana” by Jejes yang tetep
aja susah untuk dijabarkan. Perlu perenungan yang mendalam, sebelum akhirnya
berani menuliskan hasilnya.
Jadi, kalo menurut saya pribadi, hidup sederhana itu dekat sekali dengan minimalisme.
Tapi ini ga ada hubungannya sama art atau arsitektur ya. Sekali lagi ini cuma
pandangan saya doang sih. Lebih gampangnya dan ngetopnya hidup sederhana itu
sama kayak slogan less is more--bahwa kesederhanaan (simplicity) dan
kejelasan (clarity) akan mengarahkan
kepada desain (hal/pola) yang baik.
Berangkat dari definisi ini, kalo dihubungkan
dengan kehidupan, less is more atau minimalisme boleh jadi jendela bagi kita
untuk meraih kebebasan. Maksudnya kebebasan dari budaya konsumerisme, dimana ntu
budaya kadang-kadang, sadar atau ga sadar udah bikin hidup kita jadi sempit dan
nggak asyik, paling parah si bikin depresi, iya ga sih?
Konsumerisme beasosiasi dengan harta benda. Emangnya salah punya
harta benda berlimpah? Yaa…ga ada yang salah sih dengan memiliki harta benda. Cuman soal
perspektif aja. Semacam kalo ga ikut tren atau menyalurkan keinginan
memiliki benda itu dosa banget gitu. Efeknya bisa jadi gangguan kesehatan, gangguan kejiwaan, dan kadang juga gangguan hubungan dengan sesama manusia. Dan nampaknya minimalisme membantu membuat keputusan dengan lebih sadar, lebih
bermakna.
Jadi hidup sederhana bagi saya adalah (ini sotoy parah) hidup minimalis, hidup yang ga berlebihan, yang fokus pada apa yang
penting, yang less is more, yang mendapat kebahagiaan tidak melulu melalui hal-hal (benda), tetapi melalui keseruan kehidupan itu sendiri *hasyeek. Ini tulisan saya dedikasikan buat diri saya
sendiri aja deh, mengingat kadang-kadang eh sering ding, saya jadi shopaholic,
blenjong benda-benda yang sesungguhnya ga penting-penting amat hahahaha….
Note:
Ada satu video yang saya temukan di facebook, tentang sedang boomingnya
gaya hidup less is more di Jepang. Isinya testimony beberapa pelaku gaya hidup
itu, dimana salah seorang dari mereka hanya punya 3 kemeja, 4 celana dan 4
pasang kaus kaki, atau ada juga yang jumlah barang yang dimiliki hanya 150
items. Bahwa dengan gaya hidup tersebut hidup mereka jadi lebih bahagia, dan
lebih efisien. Silahkan klik tautan berikut ya kalo pengen
kepoin tu video.
Terakhir, saya mau kasih puisi yang disusun oleh penyair
Inggris terkenal bernama Robert Browning (1855)
dimana terdapat frasa less is more
Who strive – you don’t know how the others strive
To paint a little thing like that you smeared
Carelessly passing with your robes afloat,-
Yet do much less, so much less, Someone says,
(I know his name, no matter) – so much less!
Well, less is more, Lucrezia.
Kemudian frasa keren ini sering dihubungkan dengan seorang arsitek dan desainer furniture bernama Ludwig Mies Van Der Rohe (1886-1969) , salah seorang peletak dasar arsitektur moderen dan pendukung kesederhanaan gaya (simplicity of style). www.phrases.org.uk/
Kali-kali aja ada yang iseng nanya asal usul less is
more hehehehe (ini postingan paling berfaedah, mungkin karena bulan ramadhan ya
*uhuk*)
Berfaedaaah *angkatjempol
ReplyDeleteTadinya gw mau post tentang video itu juga haha..
ReplyDelete