The end of Ramadhan 2021

 waw nemu blog ini lagi...well hai blogku..apa kabar??? 

Aku sehat, tapi sayangnya bumi dan jutaan orang lainnya lagi ga sehat. Salahkan pandemi covid-19 yang melumpuhkan tatanan peradaban manusia. Uda dua tahun, masih belum juga ada ujung dan kepastian kapan pandemi ini bakal berakhir. Tapi layaknya yin and yang, selalu ada kebaikan di setiap keburukan, dan sebaliknya.

Pandemi membuat semua lini secepatnya beradaptasi. Interaksi langsung yang diminimalisir semaksimal mungkin membuat pekerjaan manual beralih ke digital. Pertemuan tatap muka beralih ke pertemuan virtual. Pun Jual beli, intinya bagaimana caranya manusia membatasi diri dari kontak langsung selama pandemi ini belum usai.

Adakah obatnya? belum. Vaksinnya? Ada tp so far tidak menjamin setelah vaksin bakal kebal. Kenapa? karena virus ini pinter beradaptasi dengan lingkungannya. dalam kurun waktu 1,5 tahun, virus ini ditemukan telah beberapa kali bermutasi. Ngeri ya ... banget.

Besok lebaran idul fitri. Seperti tahun kemarin, aku tidak mudik ke kampung halaman. Kalo ditanya kepingin pulang apa enggak, jujur ya kepingin banget. Tapi kewaspadaan terhadap jenis virus baru lebih kuutamakan karena aku punya penyakit bawaan yang bisa memperburuk gejala jika seandainya aku terpapar. Semoga saja ikhtiar untuk stay at home dan menjalankan prokes seketat mungkin bisa menjadi tameng terbaik selain vaksinasi. Aku juga ga mau jadi carrier virus. 

terus selama pandemi, apa yang disukai?

hmm work from home si paling suka. Jadi bisa lebih santai soalnya ga perlu kejar2 waktu untuk berangkat ke kantor berdesakan di KRL. Kerja di rumah tu seneng, produktivitas lebih tinggi, ngerjain tugas lebih happy. Tapi ga asiknya ga bisa ketemu temen, interaksi jd ga seakrab waktu masih sebelum pandemi. Banyak orang yang jadi nemuin hobi/kegemaran baru. Kalo aku, makin suka baca, meski bukan buku hardcopy ya...pokoknya apa aja yg bisa dibaca. Selain yang berhubungan dengan tugas kantor si. 

Bosen ga?

Hmmm...mungkin karena aku anaknya introvert jadi asyik-asyik aja tuh ngedekem di rumah. Yaa pasti ada bosennya sih, tapi trus kalo inget bahayanya virus, transportasi yang kudu ditempuh kalo kudu ngantor sama betapa susahnya kalo sampe terpapar virus (amit2 semoga tidak pernah) karena sebagai orang di perantauan, support system sungguhlah minim. 

Terlepas dari segala macem teori konspirasi, politik maupun bisnis, aku cuma berdoa, berharap dan berusaha agar pandemi ini segera berakhir. Kasihan nakes yang berjuang menyelamatkan berjuta nyawa, kasihan pak polisi yang kewalahan nyegatin pemudik yang bandel, kasihan negara yang kudu biayain pandemi tapi terus dicaci maki. Segala ikhtiar terus dilakukan ga cuma di negeri ini tapi sedunia. Ngeri banget ngeliat orang pada mudik trus ternyata banyak pemudik yang positif covid tapi tanpa gejala. Ga pingin kayak India yang tergulung badai tsunami covid karena warga negaranya uda jumawa grafik pandemi negaranya melandai. Protokol kesehatan diabaikan, varian baru muncul, masyarakatnya bandel, adanya momentum pesta rakyat dan upacara keagamaan ... sempurna bukan??? Rumah sakit kolaps kacau balau, banyak yang meninggal sebelum sempat ditangani, sehari bisa sampe 400.000 pasien baru...gila sih.... Beneran berdoa semoga negara ini ga mengalami kekacauan seperti India. Amiin.

Pada akhirnya, kembali ke masing-masing individu. Banyak faktor memang yang mendorong orang untuk tidak patuh, memilih percaya bahwa covid tu "nggak segitunya", percaya kalo covid ga ada, vaksin itu ga perlu, dsb. Dari pandemi ini aku pribadi belajar, bahwa cara berpikir orang tu memang dipengaruhi oleh seberapa besar kemauan untuk kepo, haus informasi, membaca dan meningkatkan literasi. Ga bisa digeneralisasi, semua punya kapasitasnya masing-masing. Sumpah, aku masih sering baper kalo ada orang yang apatis ga patuh prokes, tapi terus sadar diri ngapain baper. Mungkin orang itu belum diedukasi, belum paham bahayanya dll. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H .... doa terbaik untuk seluruh umat manusia dan bumi yang masih berusaha menyembuhkan diri .... sekian dan terima gaji ;) 

Comments