#matafietha

Asosiasi adalah tempat mereka yang mau berdedikasi
Bukan ajang menyombongkan diri
Apalagi berkongsi demi meraup komisi

Berkumpul berserikat
Tak harus selalu sependapat
Toh setiap kepala selalu ingin bermufakat
Untuk menemukan solusi yang tepat

Tapi tak jarang asosiasi menjadi bising
Oleh hal-hal yg seaungguhnya tidak penting
Contohnya saja politik balas budi
Cerminan hati yang ingin selalu dihormati

Ada nasehat bijak yang patut direnungkan
Bahwa politik ranjang akan senantiasa menggoyang
Tak bisa membedakan mana urusan dapur dan kepentingan umum
Inginnya selalu berkuasa injak sini sana

Belum jadi pejabat saja sudah pongah
Apalagi kalau sudah punya kekuasaan
Selamanya politik itu penuh kepentingan
Yang salah bisa jadi benar
Yang benar dituduh pembuat onar
Yang sakit jiwa kok malah jadi idola
Padahal di belakangnya banyak sedu sedan
Atas kesewenangan yang tak berkesudahan

Yang tertindas malas bersuara
Membiarkan kuasa dikendalikan amarah
Jika yang lain tak mau bergerak
Wajar saja seseorang berteriak
Tak peduli air yang seakan tenang menjadi beriak
Karena memang harus ada yang bergerak

Kawan
Kebaikan bukan untuk dipamerkan
Bukan pula untuk dimanfaatkan
Untuk diungkit di masa depan

Si pongah tak akan pernah hilang
Karena memang yang dia butuhkan hanyalah uang dan kekuasaan
Persetan dengan sopan santun pergaulan dalam negeri ataupun internasional
Hanya karena politik ranjang
Dia bisa selalu menang
Bukankah itu sangat menyedihkan
Menang tanpa didukung kemampuan
Sudahlah, tak usah lagi dipertahankan
Bekerja sama hanya akan menyakitkan

Biarlah dia sibuk dengan balas budi,uang dan jabatan
Yang didapat dengan cara yang tidak elegan
Sekali lagi saya ingatkan
Menyimpan bara dalam sekam
Hanya akan meluluhlantakkan kepercayaan
Tangan-tangan yang tadinya erat menggenggam
Berusaha menegakkan panji serikat bersama

Percayalah, ini hanya masalah waktu saja....

Jakarta, 16 September 2017
MataFietha XD


Sebagai pengagum mbak Nana, saya juga pengenlah sekali-kali bikin narasi berima. Menertawai apa yang telah terjadi di depan mata. Ini cuma menyuarakan suara nurani, atas apa yang menimpa asosiasi dalam negeri. Sebagai penonton, sudut pandang saya mungkin sedikit lebih "lega" daripada mereka yang secara langsung bejibaku di sana. Harapan saya (sebagai penonton) adalah....yaudah sih, dibiarin aja si embaknya berulah. Biarkan dia berkreasi, yang punya prestasi dan kemampuan mumpuni yang bakal keluar menjadi pemenang kok. Seleksi alam itu lebih jujur dan adil, mungkin karena ada campur tangan Yang Maha Kuasa yaa......


Tribute to the insulted members. Be strong and insane!! hahahahah

Comments