Wejangan

Salah satu wejangan dari Ayah yang paling nancep di hati dan otak adalah "Jangan terlalu membenci sesuatu, karena bisa jadi suatu saat yang kamu benci itu akan mendatangimu dan menjadi hal yang sehari-hari kamu hadapi."

Kalo diingat-ingat, memang begitu kejadiannya. Satu per satu hal yang paling aku benci di dunia ini malah menjadi hal yang aku hadapi. Kalau uda begitu jurus paling ampuh untuk menghadapi cuma dua; pertama: Terlanjur basah, diving sekalian; kedua: banyakin sabar deh :)

Pesan sederhana ini mungkin berhubungan dengan pesan besar: jangan terlalu. Terlalu suka, sayang, cinta, marah, benci...serba terlalu. Karena yang terlalu itu ujungnya selalu menyakitkan. Kenapa? Karena kita terlalu berharap hasil akhir yang spektakuler, bombastis, luar biasa,,,well, manusia ga pernah terpenuhi rasa puasnya kan? Jadi ketika hasil akhirnya "biasa-biasa" saja, terus patah hati, mutung, ngambek, pundung atau mengutuk diri, keadaan, waktu dan bisa-bisa kurang ajar sama Pencipta dengan ngambekin Dia.

Rencanaku, pesan baik ini mau aku terusin ke Arya. Si penggemar Ibu yang banyak maunya. Mudah-mudahan ga ketularan Ibu yang suka over benci, atau over suka, sayang, cinta pada sesuatu. hehehe Dah gitu aja.

ps. Ayah, I love you!


Comments