Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Gengges di commuterline

On the way back home using commuterline....

Beberapa waktu yang lalu aku pernah baca pengalaman seseorang yang hidup di Jepang. Lagi ikut suaminya tugas apa kuliah gitu,lupa. She has a daughter...dan mau ga mau sekolah di sana; TK. Apa yang istimewa? Let me re-write a bit here.

Jadi intinya, di Jepang, anak usia TK sampe SD itu kurikulum belajarnya lebih banyak pendidikan moral budi pekerti gitu. Hal-hal dasar yang langsung bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya? Mereka diajarin membeli tiket kereta di stasiun, diajarin nyebrang jalan, diajarin menjaga kebersihan dengan mencuci sendiri alat makan habis pakai, dll. Kegiatan yang sangat sederhana tapi berdampak besar pada masa depan mereka.

Trus?

Just right now, aku sedang berdiri di sebelah segerombolan bapak-bapak yang untuk sekian kalinya aku temui di kreta ini. Istimewanya ape tuh bapak2? Bukan macho atau apanya gitu, malahan mereka gerombolan pembuat onar. Sepanjang jalan becanda mulu. Suaranya tu kayak "setiap orang di kereta ini harus denger". Bisa di bayangin kan?

Uda gitu konten becandaannya banyakan jorok2nya daripada lucu beneran. Bikin ilfil, mengganggu. Uda umpel2an, trus polusi suara lagi. Hubungannya sama jepang tadi apaan ya? (Loncat2 banget ya ini tulisannya?

Jadi, di Jepang yang terkenal dengan perkereta apiannya yang super duper canggih itu,anak-anak uda diajarin untuk duduk tenang dan diam selama dalam kereta. Bukannya ga boleh ngomong,boleh, tapi dengan tone dan volume yang sewajarnya. Ga noleh teriak2, lari-larian,apalagi menjawab telepon. Itu adab kesopanan yang sangat dijunjung tinggi di tengah modernisasi mereka. Kurang maju apa coba Jepang?

Aku jadi miris, yaa...campur aduk aja si...terganggu,sebel, kesian. Andai kita diajarin dari usia dini, how to behave in public area ya... ini bukan masalah setinggi apa level pendidikan anda, no, ini masalah bagaimana anda bisa menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan anda. Bagaimana anda bisa menjaga dan menghargai keberadaan orang lain yang tentunya ga sama dengan anda. Hhhh....

Arya, how r u?

Nulis ini pas dalam perjalanan menuju depok, masih pagi jam 7.20. Loh,ga kerja? Uda nyampe kantor, absen,balik lg. Udah ijin atasan kalau dalam 2 hari ke depan aku agak siangan kerjanya. Alasannya? Arya sakit.

Beberapa hari ini perasaan campur aduk, setelah dulu pas arya belum genap 2 bulan harus disinar krn badannya kuning, sekarang harus berurusan dengan rumah sakit karena arya terserang batuk pilek. Ini penyakit ringan buat orang dewasa, tapi berat banget buat bayi. Aku bukan tipe ibu yang gampang panik, lebay, atau suka manjain anak. Jadi sebelum aku putuskan ngebawa arya ke rs, aku berusaha melakukan beberapa cara pengobatan seperti penguapan (air panas+minyak kayu putih), menjemur arya tiap pagi, kasih extra asi. Udah selama 2 hari. Tapi pas malem si bayi ngejer ga bisa tidur karena napasnya kesedak lendir yg udah numpuk, aku menyerah. Saatnya diserahkan  pada yang ahli. Dokter spesialis anak.

Tindakan yang diberikan adalah penguapan dan penyinaran selama 3 hari berturut-turut. Kemarin udah dilaksanakan yang pertama. Hasilnya, ingusnya uda lumayan mengental, bobonya juga bisa pules. Alhamdulilah. Beruntungnya napsu makan n minum arya ga berubah. Sedihnya, aku harus ngadepin ini tanpa suami. Doi lagi ke thailand.

Biaya? Ga usah dibahas ya. Sakit di kota tu lebih mahal berlipat-lipat...

Hari ini, semoga lancar dan arya cepet sembuh. Sedih liat jagoan uhuk2 mulu. Ga tega gitu. Kalo boleh,pindahin aja sakitnya ke ibunya ini. Huhuhu syediiih...



Update.
Magically, he is getting well after 3 days of treatment. Alhamdulillah. 
Dan sekarang jadi lebih hati-hati lagi, lebih jaga kebersihan, lebih jaga makanan dan lingkungannya. Apalagi sekrang lagi musim banget DBD, semoga si bakpaotelo punya daya tahan tubuh yang setebel baja. Amin.