Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Sekolah Kepribadian

Pernah denger tentang pelatihan/sekolah kepribadian ga? Kayak yang dijalani calon putri Indonesia itu lho. I got that opportunity for 2 days. Jadi di tempatku bekerja, ada yang namanya capacity building activity. Artinya setiap pegawai diberi kesempatan untuk meng-up grade ilmu yang dapat menunjang karirnya sesuai dengan minat. Ada yang berupa pelatihan bahasa, teknologi, sampai ke soal pengembangan kepribadian individu seperti yang aku alami kemarin; sekolah kepribadian.

John Robert powers, salah satu lembaga pengembangan diri yang cukup terkenal menjadi lembaga yang ditunjuk oleh kantorku. Sekitar 20 orang pegawai yang ditugaskan untuk belajar di sana selama 2 hari (17 & 18 Desember 2012). Aku merasa sangat beruntung menjadi salah satu dari 20 orang tersebut, karena banyak juga yang ingin ikut tetapi terbentur kuota yang telah ditetapkan.

17 Desember,
Kami mempelajari tentang kepribadian manusia berdasarkan karakternya. Jadi kami diberi pengetahuan mengenai jenis-jenis karakter manusia mulai dari sudut pandang socrates yang melihat karakter manusia dari 4 elemen alam (tanah, air, udara dan api); dari sudut pandang Florence Littauer dalam bukunya Personality Plus (Koleris, Sanguinis, Melankolis dan Plegmatis) serta dai sudut pandang baru dunia psikologi yaitu Dominant, Extrovert, Patient dan Conformity. Intinya masing-masing dari kami diarahkan untuk memahami ciri dari setiap karakter tadi dan menganalisis diri sendiri sehingga tau yang mana karakter diri. Metode pembelajaran yang terbuka dengan diskusi menarik membuat aku betah dan memang sangat tertarik dengan subjek ini. Aku punya bukunya Florence Littauer dan dari buku tersebut aku sering berbagi ilmu dengan adik kelas semasa SMA sebelum memberikan estafet organisasi kepada mereka. Menurutku manusia tidak akan pernah berhenti mencari jati diri bahkan sampai usia senja. Disadari atau tidak kita kadang seringkali lupa diri dan acuh dengan orang lain, menganggap orang lain itu sekarakter dengan kita sehingga terjadilah miskomunikasi. Therefore, this knowledge is very useful for our daily life.

Dari survey dan diskusi akhirnya kami mendapatkan hasil dari pengamatan tadi, aku masuk dalam karakter ekstovert: emosional (emosi mudah berubah), tujuan hidup jelas, dll deh. panjang bo' kalo ditulis di sini hahahaha. Ada sesi konsultasi setelahnya, yaitu setiap peserta akan "curhat" face to face dengan mentor. Mendiskusikan hasil "diagnosa" kepribadian mulai dari level stres, level energy, level kepatuhan dll. Tergambar dengan jelas disitu dan diukur akurat dengan angka. Level stressku 7 dari skala 10 tapi beruntung karena level energyku 9 dari skala 10. jadinya ga tekor kan? hahahaha. Pada intinya, kepribadianku fine kecuali tingkat stress tadi ya dan sesuai dengan profesiku saat ini. Ga ada kendala lah ya soal kejiwaan tapi ga tau kenapa ya si Ibu mentor seperti bisa membaca apa yang tersembunyi di hati (tsaaaahhh bahasanya). Then they all came out freely. Untung aja ga nangis bombay selama curhat hahahaha

Setelah istirahat siang, kami masuk kelas lagi. Kali ini mendapatkan ilmu mengenai how to handling media, mentornya mantan orang media juga jadi pas banget. Banyak contoh kasus yang bisa kami ambil sebagai pelajaran, interesting. Dua jam terakhir kemudian, giliran ilmu Komunikasi Efektif yang bisa kami teguk sebanyak-banyaknya. Ini kelas yang paling rame, karena mentornya kocak banget, gerak tubuh, ekspresi dan intonasi berbicaranya benar-benar membuat kami ga lepas menyimak. kami jadi tau dimana letak kesalahan kami dalam berkomunikasi, rambu-rambu dalam berbahasa tubuh dan lisan. Sangat berguna bagi kami-kami sebagai public relation officer.

18 Desember
Hari terakhir dikhususkan untuk performance baik untuk di kantor maupun sehari-hari. Kita diajari bagaimana bertata busana, berjalan, duduk dll. Bagi peserta pria, diajarin tentang rambu2 berbusana, cara pake dasi, sepatu, jalan, dll. Bagi peserta wanita selain diajari berbusana, kami juga diajarin bermake up. Rasanya sehari itu sangat kurang untuk mempelajari itu semua, terlalu singkat. Banyak hal yang lucu juga, ada temen yang ga biasa pake sepatu berhak, jalannya jadi aneh kayak bayi baru bisa jalan...pokoknya seru deh. Satu hal yang menohok kami semua sebagai perempuan (yang cuek), bahwa berpenampilan menarik dan baik itu bukan semata-mata untuk dipandang orang lain (seperti yang selama ini kami pahami) tapi lebih sebagai bentuk penghargaan kepada diri sendiri. Dengan kita berpenambilan baik, berarti kita telah menghargai diri sendiri secara lahiriah maupun batiniah.

Tiga jam terakhir adalah Exit Interview. Jangan dibayangin wawancara depan meja gitu ya, jadi udah disediain catwalk berbentuk T gitu, trus kami harus berjalan, dan berperilaku sesuai dengan apa yang kami tangkap selama dua hari. Di ujung catwalk kami berhenti, memperkenalkan diri kepada audience dan para penilai kemudian ditanya2 tentang apapun oleh para penilai. Dari situ akan terlihat siapa yang sudah menyerap ilmu dengan baik dan siapa yang masih belom maksimal. Siapa yang sudah well behave siapa yang masih perlu ditingkatkan lagi behaviournya. 20 orang satu persatu maju dan akhirnya selesai sudah.

Ilmu itu memang mahal yah, merugilah kita jika menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar kapanpun kesempatan itu hadir. Terima kasih banget pada institusi dimana aku kerja, udah memberiku kesempatan untuk menambah ilmu lagi. Semoga ilmunya bisa disimpen dan diaplikasikan dengan baik, amin. :D

Happy Thursday people ^,^    




Habibie & Ainun the movie-review

pic taken from here


20 Desember 2012 adalah hari pemutaran perdana film yang aku tunggu-tunggu; Habibie dan Ainun. Sebuah film yang diangkat dari buku karya Bapak BJ Habibie, kisah nyata perjalanan hidup beliau dengan istri tercinta. Buku ini laris banget di pasaran karena kisahnya yang inspiratif dan juga mungkin karena pak Habibie sangat mendapat tempat khusus di hati masyarakat Indonesia, seperti aku yang sangat mengidolakan beliau berdua.

Skenario film ini disepervisi langsung oleh pak Habibie, sedangkan sutradaranya adalah Faozan Rizal. Cerita bermula dari awal tahun 1950an saat pak Habibie dan ibu Ainun masih duduk di bangku sekolah. kemudian berlanjut dengan masa-masa dimana pak Habibie kuliah di Jerman kemudian harus kembali ke tanah air dikarenakan terjangkit TBC tulang. Saat kembali ke tanah air itulah somehow Habibie muda bertemu dengan Ainun yang telah menjelma menjadi gadis yang menarik. Mereka langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, tak butuh waktu lama Habibie muda melamar Ainun yang kala itu sedang menjadi rebutan para pemuda di lingkungannya.Ainun menerima pinangan, mereka menikah kemudian langsung terbang ke Jerman. Di Jerman mereka harus menghadapi kerasnya hidup, himpitan ekonomi sampai2 pak Habibie ga bisa beli sepatu baru meskipun sepatu lamanya sudah bolong. Seringkali pak Habibie harus berjalan kurang lebih 15 km dari tempatnya bekerja karena uang yang tak cukup untuk naik kereta. Lambat laun kehidupan mereka berubah, pak Habibie menemnukan teknologi baru di bidang enginering tentunya, yang sangat mendapat apresiasi tinggi dari Jerman. Dari penemuan2 yang dipatenkan tersebut mengalirlah royalti. Hingga akhirnya Pak Habibie dipanggil pulang oleh Soeharto, menjadi menristek (mengasilkan N250 Gatotkoco), wakil presiden dan presiden (menggantikan pak Harto yang mengundurkan diri).

Cerita begitu mengalir runut, tidak membosankan, dialognya sesuai dengan karakter penulisnya: cerdas, ga bertele-tele, dan humornya juga elegan gitu. ga murahan. Biasanya kan film percintaan Indonesia itu dialognya terlalu dramatis, berlebihan khas sinetron, tapi di film ini semuanya juara.

Kekurangan film ini mungkin beberapa iklan produk yang bersliweran (sirup, biskuit, kosmetik), make up "tua" pemainnya yang kurang sempurna (ini memang persoalan film Indonesia) dan akting BCL yang menurutku kurang pas untuk Ibu Ainun. Kalo pemeran pak Habibie sih TOP, aku ga menemukan sosok Reza Rahadian di situ. Dia bertransformasi sempurna menjadi sosok habibie mulai dari cara berjalan, ekspresi, gaya bicara...semuanya sempurna.

Overall film ini sangat layak untuk ditonton. Ada banyak nilai positif yang bisa didapat dengan menonton film ini: sejarah, nasionalisme, semangat pantang menyerah, kasih sayang, kesetiaan dan pengorbanan tulus. Nilai-nilai yang semakin memudar di jaman sekarang.Satu hal lagi, pepatah yang mengatakan di balik pria sukses ada wanita hebat itu memang benar tapi dari film ini kalo boleh menambahkan, bahwa kesuksesan itu tercipta karena adanya kebersamaan yang kuat, manunggal, meski terpisah jarak dan waktu. Romantisme Habibie dan Ainun ini sungguh layak menjadi panutan bagi kita semua. Tak ada yang mudah, semuanya diraih dengan usaha dan kerja keras serta optimisme ke depan.

Selamat Menonton everyone ^.^

Indonesia vs Malay- Humiliation on BJ Habibie

Jadi ceritanya akhir-akhir ini Malaysia naik lagi pemberitaannya. Kali ini bukan soal rebutan batas negara atau penyiksaan TKW kita tapi soal menyinggung nama baik mantan Presiden RI, BJ Habibie.

Kalo kita mau mereview ulang, peristiwa apa aja yang bikin rakyat Indonesia meradang, sepertinya negara tetangga memang sedang demen banget nyulut api. what are those, check this out:

  • 1979-2002 Sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan
  • Mei 2004 Kasus Nirmala Bonat
  • Feb 2005  Ketegangan di perairan Ambalat
  • Okt 2007 Kementerian Pariwisata Malaysia menggunakan lagu Rasa Sayang-sayange dalam promo pariwisatanya
  • Agt 2009 Iklan Pariwisata Malaysia menampilkan tari Pendet Bali
  • Jun 2009 Ketegangan di perairan Ambalat terjadi lagi. polis Diraja Malaysia berkali-kali masuk ke perairan Ambalat
  • Agt 2010 Polis Diraja Malaysia menangkap Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau di perairan Tanjung Berakit, Bintan. Padahal tiga petugas tersebut sedang menangkap nelayan Malaysia yang masuk ke perairan Indonesia.
  • Okt 2011 Komisi I DPR RI menemukan fakta perubahan tapal batas negara di Desa Camar Bulan dan desa Tanjung Datuk Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat
  • Apr 2012 Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berdirinya Museum Kerinci di Malaysia
  • Jun 2012 Tari Tor tor dan alat musik Gordang Sembilan dimasukkan ke dalam Akta Warisan Kebangsaan Malaysia.
  • Okt 2012 Iklan "Indonesia Maid Now On Sale!!!! 40% Discount" muncul di kawasan Chow Kit, Kualalumpur
  • Sept 2012 Polis Diraja Malaysia menembak lima TKI karena diduga merampok.
  • Nov 2012 Tiga anggota polis Diraja Malaysia memperkosa TKW Indonesia di pos polisi di bukit Mertajam, Penang
  • Des 2012 Mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainuddin Maidin, menghina mantan Presiden BJ Habibie melaui tulisannya yang berjudul "Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim" di blog pribadinya dengan menyebut BJ Habibie sebagai pengkhianat bangsa,anjing imperialisme, penggunting dalam lipatan mantan presiden Soeharto (mungkin maksudnya musuh dalam selimut), penyebab pecahnya rakyat Indonesia, egonya amat tinggi dan bodoh (hallooooo...dia bilang  BJ Habibie bodoh????).*

Ni negara emang nyebelin banget. Mengutip di salah satu media massa Indonesia, "Pemimpin Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Datuk Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa pemerintahan Malaysia saat ini seperti Indonesia masa Orde Baru, demokrasi yang terhambat menjadi penyebab utama pemerintah begitu picik dan takut dengan reformasi". Kalo tuh negara sedang berkonflik politik, kenapa bawa2 tokoh Indonesia segala? Ini benar-benar tidak bisa diterima dan dibenarkan dari segi manapun.
"Saya seorang hanya wartawan biasa. Saya bukan orang kaya atau pejabat. Saya tidak ada hubungannya dengan pemerintah. Jadi tulisan itu tidak begitu besar sehingga saya harus meminta maaf. Jadi saya tidak harus memaksakan diri saya untuk menjadi sesorang yang diperhitungkan besar di Indonesia"-Zainuddin Maidin**
Tapi lihatlah tanggapan mantan presiden ke-3 RI melalui akun twitter @habibiecenter:
"Kalau ada yang menghina Anda, anggap aja sebagai sebuah pujian, bahwa dia berjam-jam memikirkan Anda, sedangkan Anda tidak sedetikpun memikirkannya"
Meskipun pak Habibie tidak menggubris serangan terhadapnya, deretan tingkah laku negara tetangga tadi cukup menggores harga diri saya sebagai bagian dari negara ini. Seorang teman dari TNI AL  menceritakan betapa prajurit kita yang bertugas di perbatasan sana begitu geram dengan Polisi Diraja Malaysia yang sepertinya sengaja membuat ulah dan memancing emosi prajurit kita. Senjata sudah saling mengarah, tapi Indonesia punya strategi yang tidak emosional. Aku bisa membayangkan, seandainya prajurit kita melakukan serangan duluan, bisa jadi Malaysia akan mengklaim pihak Indonesia-lah yang mengawali pertempuran. Mengumumkan pada dunia bahwa Indonesia negara yang suka berperang dan meninggalkan diplomasi positif.

Semuanya berpulang kepada pucuk tertinggi pimpinan kita. Mau pake cara yang seperti apa menanggapi ulah negara tetangga ini. Meskipun pihak Malaysia melalui duta besarnya menyatakan bahwa tulisan yang melecehkan mantan Presiden kita itu adalah pandangan pribadi dan tidak mewakili pandangan kerajaan Malaysia, menurutku pemerintah malaysia harus meminta maaf kepada negara dan rakyat Indonesia dan melakukan tindakan hukum pada Zainuddin Maidin. BJ Habibie sangat dihormati tak hanya di negerinya sendiri tapi di dunia internasionalpun beliau sangat diakui kapabilitasnya. Sebagai negara yang mengaku serumpun, harusnya menjaga sikap donk. Kalo terus-terusan bikin ulah gini, gimana bisa bekerja sama dengan sehat??


*source : Harian Republika 13 Des 2012
** http://news.detik.com/read/2012/12/13/071257/2117121/10/ini-alasan-eks-menteri-malaysia-menulis-artikel-menghina-habibie?nlogo


 

My House: up date (1)

uda digali buat pondasi

tetangga depan

the road

dari belakang "rumah"



Location : Depok, Jakarta
Object: my house wanna be :p
Date : Sunday, December 2nd 2012

another pink of me

Close Up

full body
my outfit:
Pink Kebaya
Purple traditional Sarung
dusty pink scarf
natural make up
tema: mo ke kondangan hahahahaha