Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Detik ulang tahun Hiroyuki Imamura [video]


This is Hiro's Birthday surprise party. Sejak sehari sebelumnya, aku bersama beberapa teman menyusun rencana untuk memberi kejutan tepat pada pukul 00.00 WIB 25 September 2011. Pagi hari kami mengajak Hiro pergi ke lereng gunung Merapi untuk melihat bagaimana dahsyatnya erupsi Merapi. Masih tertinggal jejak-jejaknya yang membisu. Hiro takjub sekaligus bertanya bagaimana keadaan penduduk pada waktu itu. Aku juga memberikan dua buah foto tentang erupsi merapi padanya. Foto itu memang dijual di kios-kios kecil milik penduduk lereng merapi yang berusaha memperbaiki kembali hidupnya. Hiro bilang, dia sangat senang dengan foto itu, seorang teman yang juga dosen pembimbingnya memang minta oleh-oleh tentang Merapi.

Sore harinya, Hiro ikut latihan Silat di UKM. Kali ini aku ga ikutan karena aku harus hunting kue ultah. Panik karena di beberapa toko bakery entah kenapa kue ready stocknya pada abis...Hampir sejam lebih aku keliling kota untuk mencari kue yang cocok untuk Hiro. Last minute, akhirnya kutemukan juga kue itu. Hufft...

Malam hari seusai latihan, kami berkumpul di warung Selaras. Di warung itulah dulu kami melepas kepergian Hiro kembali ke negeri Sakura. Dan kali ini kami merayakan kedatangan [baca mudik] sahabat kami itu di Indonesia. Secara sepihak, pelatih menunjukku menjadi MC [lihat videonya di postinganku sebelumnya]. Untung aku ga mengacaukan tuh acara hahahaha. Ada sesi pembagian oleh-oleh, foto-foto dsb. Menyenangkan sekali...

Dinner selesai sekitar pukul 09.30 malem...beberapa teman langsung pulang. Kami ngabisin waktu sekitar 1,5 jam di UKM. Hiro belum tau kalo kami menyiapkan pesta kejutan buat dia. Tak ada seorang temanpun di acara makan malam yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Barangkali mereka lupa atau ga tau kalo Hiro akan ultah dalam beberapa jam kedepan. Pukul 11.00 kami mengajak Hiro ke Happy Puppy di daerah ring road...mungkin dia sudah lelah tapi kami ga mau tau hahahaha

Pukul 11.30 kami masuk ruangan karaoke...kue ultah aku letakkan di mobil si Esti. Kami bersikap biasa aja selama di dalam ruangan. Pukul 11.50, aku, Esti dan Fitri keluar dari ruangan karaoke untuk mengambil kue ultah. Sementara teman-teman yang di dalam, tetep bernyanyi spt biasa. Pukul 11.59...di video itulah yang terjadi....

Ada yang luput dari rekaman, ketika Hiro diam-diam mengusap air mata di kedua sudut matanya. Hiro berbisik padaku, "Fita, terima kasih ya...ini pertama kali saya dapat pesta pukul 00.00. Terima Kasih ...terima kasih...". Aku mengusap punggungnya sambil berkata, "Sama-sama Hiro, come on ini Hari ulang tahunmu...bergembiralah...". Kemudian Hiro berdiri dan membungkuk hormat ...dan aku juga melakukan hal yang sama. Kayak di film Jepang pokoknya...hahahaha

Temans, hal yang tak dapat kau beli dengan uang adalah kebahagiaan. Sekaya apapun, seterkenal apapun anda, semua itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa bahagia. Maka reguklah kebahagiaan itu sebanyak-banyaknya selagi kau bisa.


Kenmochi Chiemi

Edisi Makan Malam with Hiro


Saya jadi MC dadakan di acara dinner bersama Mas hiroyuki Imamura. Video ini dikirim dari Jogja, dan belum diedit, jadi nontonnya sambil miring aja deh. Geje abiss wkwkwkwkwk, Overall, saya senang sekali bisa menemani teman yang jauh-jauh datang dari negeri Sakura. Banyak ngobrol sama dia tentang apa aja yang menarik. Perbedaan budaya dan bahasa membuat segala macam topik menjadi menarik untuk diobrolin dengan santai..

Buat Hiro; terima kasih uda memvideokan saya, narsis abess

Hiro's Birthday

Menyaksikan dahsyatnya jejak erupsi Merapi
Hiro dengan polosnya berkata, "Kalian berdua semakin cantik."
Hiro: "Semoga kita bisa terus berteman, semoga kuliah saya lancar". Kami: "Amiin"

Masih milih lagu ... kami menghitung menit dan detik yang pas untuk membawa kue tart masuk ruangan. Aku, malah YM-an hahahaha
After the party, ada tawa lepas, ada wajah haru dan titik air mata, ada malu, ada sendu patah hati dan ada rindu ingin segera kembali...

On my way to Yk

kereta senja utama Solo ini sedang membawaku ke Yogyakarta.Kota dan rumah keduaku. Kereta penuh sesak, tapi aku ga peduli. Melewati Bekasi sudah, berarti kereta ini akan kembali berhenti di stasiun Cirebon. Perjalanan masih panjang, biasanya ak biasa aja dengan perjalanan Jkt-Jogja, tapi kali ini kok rasanya agak beda. Kenapa ya?

Apakah teman2 di Jogja merindukan kehadiranku? Sepertinya tidak, hahaha. Aku yang kangen riuh canda geje mereka. Recharging batere semangat yang menyenangkan. Apalagi tar ada si Hiro, pasti tmbah rame.

Lagu-lagu elegan Kahitna menemaniku, semakin membuat suasana melo aja nih...coba disini ada temennya ya? Ni BB ga bakal bs bertahan ampe Yk soalnya...

Kangen kamu, kamu, kamu, kalian semuaaaaa XD

!!!


Boleh ga sih saya MARAH?!  
and cry @ the same time
 Terima kasih

Hai Manado


Manado, sebuah kota yang tidak asing gara-gara pelajaran IPS plus pelajaran musik kulintang waktu SD dulu. Ibu kota Suwalesi Utara akan menjadi destinasiku selanjutnya setelah Bengkulu, Sumatera kemarin. Ngapain? Secara aku masih Cpns ya, jadi biar C-nya ilang, aku musti ikutan Diklat Prajab [pra jabatan]. Sebanyak 1507 CPNS Kementerian Keuangan RI [aku salah satunya] plus yang tahun-tahun sebelumnya ga lulus, akan disebar di Jakarta dan beberapa kota besar di Jawa [Jakarta, Cimahi, Yogyakarta dan Malang], Sumatera [Medan, Pekanbaru, Palembang], Kalimantan [Balikpapan] dan Sulawesi [Manado] untuk mengikuti Diklat Prajab.

Bagi yang belum pernah tau, Prajab adalah semacam pendidikan dan pelatihan calon pegawai negeri sipil selama waktu yang ditentukan [maksimal satu bulan]. Kegiatannya mirip sekolah gitu deh, serba teratur serba terjadwal. Kalo jaman orba dulu, Diklat prajab CPNS masih semi militer. Tapi untuk beberapa tahun terakhir [mungkin setelah reformasi] Diklat prajab udah ga terlalu keras kayak dulu lagi. Pagi olah raga dulu, masuk kelas untuk mendapatkan materi sampe sore bahkan malam hari, begitu terus setiap hari sampai hari terakhir ada ujian. Penilaian bukan hanya pada ujian tulis, tapi juga kedisiplinan, kehadiran dll. Kita semua di asramain. Jadi ga bisa kemana-mana kecuali ada ijin atau memang disediakan waktu untuk plesiran hehe.

Dibagi dalam tiga gelombang, kupikir nama-nama yang muncul di setiap kota itu adalah dipilih secara acak aja. Dan "kebetulan" namaku muncul untuk diklat di Manado! Keren kan?! Ada nilai historis tersendiri jeh, kenapa? Karena secara "kebetulan" juga, ayahku tercinta dulunya pendidikan kepolisiannya di Sulawesi juga, meski bukan di kota Menado sih tapi di Batua, Sulawesi Selatan. Hah, sekarang anaknya juga musti ke Sulawesi juga. capedewh..

Teman-temanku yang dapet di Jakarta aja sebagian ada yang merasa kecewa, iyalah, secara di Jakarta ga ada tempat yang menarik selain mall, macet, paling banter ancol sama kepulauan seribu aja. Ga asyik. Ada yang ngotot pingin tukeran sama aku, tapi of course it's not that easy girl. Tau ndiri namanya birokasi tu pusingnya uda kayak mo pengsan aja. Kecuali keadaan yang mendesak dan darurat, haram hukumnya tukeran tempat. Aku? yeah, awalnya sempet bengong najong gitu sih, Manado, ga terpikirkan gimana tuh rupa dan bentuknya? Panas ga disana, makanannya, lingkungannya, cowok2nya? hehehe yang terakhir diskip aja deh.

Maka, langkah pertama yang aku lakukan adalah ngurusin tetek bengeknya administrasi prajab. Mulai dari e-registration, nyiapin SK, sampe foto yang harus pake kebaya nasional [rempong abis dah]. Langkah kedua, berdasarkan pengalaman ke Bengkulu kemarin, aku ga mau berangkat tanpa modal pengetahuan apa2. So, aku nanya2 sama senior tentang Manado. Maksudnya di sana tuh enak ga Balai Diklatnya, makanannya dll. Trus, tak ada yang paling pintar dari mbah google kan? Googling is the best way to get all information you need. Aku jadi tau kabar terbaru soal kota itu, bahwa sekarang Manado punya sederet mall gedhe, bahwa Taman Nasional Bunaken tu deket banget dari kota, sampe budaya dan bahasa yang mereka pake pun secara permukaan aku dapet infonya. Pokoknya ga mau ngelewati beberapa tempat pariwisata yang keren [*berdoa semoga dikasih kesempatan/ waktu untuk jalan2]. Thanks to mbah google deh.

Tanggal 8 atau 9 Oktober 2011, aku akan terbang ke Manado. Let see, apakah dalam 16 hari [10-25 Oktober 2011] aku bisa menemukan hal-hal yang menarik di sana selain kegiatan prajab yang ..hmmfh membosankan mungkin. So wait for my next writing ye...

Kenmochi Chiemi

Kebetulan


Kalo ditelisik pelan-pelan pake lorong waktu menuju masa lalu, kok aku ngerasa menemukan kebetulan-kebetulan [dulunya kupikir begitu] yang membentuk rangkaian peristiwa yang nyambung dan sepertinya ga pas kalo disebut hanya kebetulan semata.

Jika kebetulan-kebetulan itu terjadi terlalu banyak dan cocok satu sama lain, normalkah kalo kita sebagai manusia biasa percaya bahwa itu hanya serangkaian kebetulan semata? Tidakkah itu aneh? Takkan terpola sekarang tapi mungkin akan terlihat bertahun-tahun setelahnya, seperti rangkaian listrik yang terhubung satu sama lain untuk menghasilkan suara tape atau menarik gelombang radio dan menyajikannya di telinga kita.

Pernahkan kamu melakukan ini? Menciptakan lorong waktu ajaib untuk kembali melihat secara nyata rangkaian-rangkaian "kebetulan" dalam hidup kita di masa lampau. Aku sering, ya ga sesering makan dan minum sih, tapi ketika sedang asyik mencorat-coret di atas sebuah kertas, aku sering tersesat dalam lingkaran waktu yang membawaku ke masa lampau. Seperti menciptakan pola lucu dan menyuguhkan jawaban atas "kenapa-kenapa" yang dulu tak pernah terhenti oleh "karena".

Jadi, jika kebetulan itu terjadi terlalu banyak, apakah kita tetap percaya bahwa itu tidak bermakna?

Kenmochi Chiemi

maybe


Mungkin seseorang di luar sana telah membacakan apa yang belum selesai tertulis di pelupuk mataku.

Ia hanya penanda dari sesuatu yang istimewa, Ia bukan sesuatu yang istimewa itu

Inilah keindahan yg kumaksud. Kejujuran tanpa suara yang tak menyisakan ruang untuk dusta.

Hati tidak pernah menyimpan apa-apa. Ia menyalurkan segalanya. Mengalir, hanya mengalir.

Aku tidak tahu cinta itu terdiri dari berapa macam. Yang kutahu, cinta ini tersendat, dan hatiku seperti mau mati pengap.

Aku menyayangimu seperti kusayangi diriku sendiri. Bagaimana bisa kita ingin pisah dengan diri sendiri?

Kau harus bertanya langsung pada hatiku karena dialah yang satu hari nanti menutup dan mengucap: “cukup".

#galau

Bersabarlah

Seorang sahabat berkeluh, "aku sangat cemburu, aku dibakar cemburu. Wajarkah kecemburuan ini menguasaiku?". 
Cemburu, itu sepertinya sebuah kata sifat [di kamus], tapi boleh ga aku sotoy kasih jenis sendiri, nambah jenis kata gitu dalam kamus yaitu kata qalbu. hehe...

"Boleh kok cemburu, karena cemburu itu bukan semata ortak kananmu aja yang bekerja tetapi juga perasaan dan hatimu. Kalo kata Pak Mario Teguh sih, cemburu adalah tanda bahwa cintamu harus memiliki," kataku sok bijak. Tapi ada baiknya kalo rasa cemburu itu dibiarkan berkeliaran cukup sebatas kewajaran. Ga terlalu lebay apalagi alay. Karena siapapun manusianya, selalu pingin punya area bebasnya. Bebas memuja, bebas mengagumi dan bebas merasakan perasaan apa saja terhadap apa saja dan siapa saja. 
 Temenku malah bengong...
Ngeliat temenku bengong, akhirnya aku jitak aja kepalanya.."Hoey, jadi manusia napa boi, cuma malaikat aja yang ga punya cemburu dan cuma setan aja yang mengubah cemburunya jadi iri/dengki dan murka." Demi harga diri yang tak seberapa itu dicabik-cabik oleh sahabatnya yang cantik ini, temenku akhirnya manggut-manggut. Tapi aku curiga, doi masih ga mau bergeser dari pendapatnya semula. 
Trus, musti ngapain? 
Yo adem ayem aja, tak perlu meradang, marah, benci atau menuntut macam-macam. Dengerin Letto aja nih...
[Klik tombol play di Music Match Jukebox]
walau sehari ku tak berhenti
untuk mencari bunga hati


oh rasa cinta bersabarlah menantinya
oh rasa cinta bersabarlah menantinya

begitu lama aku mencoba
dan sampai kini tak berdaya


walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah
walau tak terlihat
tapi ku percaya cinta itu indah


walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah



H.e.n.i.n.g



Ketika dunia sedang semarak ramai dipenuhi sorak sorai terompet dan musik mendentum, ada kalanya kesendirian menjadi hadiah ulang tahun yg terbaik. Seorang laki-laki berdiri menantang rembulan yang menembus kaca jendela membawa secangkir kopi di tangan kanannya. Sementara seorang perempuan di tempat yang berbeda duduk memeluk lutut di atas tempat tidurnya. Mereka tak bersuara, kebisuan menjebak dua insan ini dalam permainan dugaan, lingkaran tebak-menebak, agar yang tersirat tetap tak tersurat.
 
 Si perempuan mengambil buku untuk kemudian menuangkan kata-kata yang ingin dia abadikan momen itu,

"Dalam diammu, aku mendengar banyak suara. Diammu berkata-kata."
"Diammu memapahku ke ujung pertahanan. Dan akhirnya kutersedak oleh hampa."
"Malam memuram. Diammu menginfeksi udara dan membuat dunia sungkan bersuara."

Begitu tulis si perempuan dalam buku Diarynya, berwarna abu-abu tampak biasa. Mungkin itu sebuah puisi, curhat atau sekedar penggalan intuisinya demi mengantarkan isi hatinya pada dia yang di sana, dia yang sedang membisu kaku, dia yang tak pernah tau dan dia yang tuli akan tangisan-tangisan merobek waktu. Dia yang sedang menunduk memandangi cangkirnya ketika tinggal tetes terakhir yang tersisa, ampas di dasar cangkirnya ternyata sebuah perasaan kehilangan.

Kenmochi Chiemi 

----

aku : l e t i h ..

love 4 ur daddy

Let me show you my friends that though our prophet Muhammad SAW mentioned "love your mother" 3 times then "your father", it doesn't mean that we put our father far from important place in our heart. This video may open our heart that father, daddy, papa, baba, abi, bapak or ayah is so meaningful.

watch this:


love u dad :)

Bo'ong demi kebaikan

Aku ga tau ini baik atau enggak, akhir-akhir ini aku agak sering bo'ong. Sedikit ada rasa keterpaksaan sih, kupikir, kalo aku jujur justru akan membawa keburukan. Ketika mudik kemarin, ada yang minta tolong ini itu dan bertanya sebelumnya "Lagi capek ga?", maka kujawab "tidak" demi menyenangkan beliau.

Seorang teman bertanya tentang sesuatu yang sifatnya menyangkut perasaan, maka ga mungkin aku menjawab dengan sebenar-benarnya. Hey, what do you expect? Kalo aku jawab bener-bener, persahabatan kami bisa tamat.

Adikku memintaku membantunya mengganti perban dan membersihkan luka jahitnya, bertanya, "Bisa ga?, lagi sibuk ga?" Meski aku ga tau menahu soal mengganti perban dan membersihkan luka jahit, meski aku baru aja selesai nganterin makanan slametan ke tetangga dengan jalan kaki plus masih harus membersihkan rumah, maka kujawab "Iya bentar, kk cuci tangan dulu biar steril. Mana alkohol dan obat-obatannya?"

Dan ketika ada yang bertanya apakah kamu bahagia juga senang? Kujawab dengan senyum nyengirku "Yes, I am Happy with my life. Allah has been so good to me." Walau mungkin ada sedikit penekanan suara di beberapa kata karena bertentangan dengan isi hati.

Bo'ong, meski untuk kebaikan sepertinya memang kurang begitu menyenangkan. Akan tetapi demi efek kebaikan yang ditimbulkannya kelak, maka it's ok. Aku akan menanggung dosa untuk beberapa kebohongan ini, and I'm ready for that  >^.^<

note: untuk orang2 terkasih yang uda saya bo'ongin, trust me ini utk kebaikan kita semua hehehe
          piss yak

My Sweet Escape

Pagi hari, saat kabut dan embun masih transparan menutup bumi Lumajang yang lengang, aku meregangkan beberapa bagian tubuh untuk melemaskan otot dan mengambil sepeda lipat milik ayahku. Kukayuh sepeda itu pelan menyusuri jalanan desa yang masih sepi. Tak lupa kunyalakan musik dari HPku untuk menemani perjalanan ini.

Melewati pasar, belok kanan kemudian ada satu tikungan di depan sana, refleks aku menolehkan kepala ke kiri...Di ujung sana ada rumahmu, masih ingatkah kamu ketika aku usil main rame-rame ke rumahmu dan merusak acara masak ayam gorengmu? Aku Ingat.

Aku membalikkan arah, menyusuri kembali jalanan aspal dekat kantor polisi desa, saat itu aku naik motor kenceng dan melewati gerombolan anak-anak SMP yang sedang berjalan pulang dari latihan gamelan. Kamu salah satu dari mereka. Masih ingatkah apa yang kamu tulis dalam surat pertamamu setelah kejadian itu? Aku Ingat. Kamu minta aku tak terlalu ngebut, berhati-hati kalo berkendara, dan...pake jaket.

Di depan SD dekat rumahku, dibawah sebuah pohon waru, aku tersenyum. Masih ingatkah waktu kamu memintaku untuk ikut ke sebuah pusat perbelanjaan kota dengan alasan ingin beli kemeja? Aku ingat. kamu ingin aku yang memilihkan satu kemeja sesuai dengan seleraku. Anehnya, aku masih belum "ngeh" kalo itu signal bahwa kamu menyayangiku. Aku menganggapmu sebagai sahabatku, tak lebih sampai kejadian "aneh dan lucu" di alun-alun kota terjadi ... menarik sekali.

Saat melewati areal SMP tempat kita menghabiskan 3 tahun masa remaja, ingatkah kamu saat dengan kenakalan luar biasa aku nyembunyiin jaketmu di semak belukar saat malam api unggun?? Aku ingat. Meski aku masih menganggapmu sama seperti semua temen-temen cowokku yang lain, rupanya kamu sudah menyimpan rasa merah jambu. Lucu sekali.

Angin pagi itu berdesir pelan tapi membawa hawa dingin segar yang luar biasa bersih. Menggiring ingatanku ketika kamu dengan malu-malu mengatakan kamu menyayangiku sejak kelas 1 SMP dulu, menyimpannya rapat sampai setelah pengumuman kelulusan SMA. Kamu menunduk seperti melukis sesuatu di atas tanah di bawah kakimu. Memakai kemeja biru donker rapi, warna favoritku. Dan kamu meminjamkan jaket tebalmu padaku padahal kabut sudah mulai turun dan menebal. Kamu menunggu jawabanku dengan cemas  di atas motor yang membawa kita turun, ingatkah caraku menjawabmu saat itu? Aku ingat. Sebuah ucapan "bismilah", setitik air mata haru dan selingkar peluk di pinggangmu.

Matahari mulai muncul dan menimpakan sinar keemasannya pada kulit Semeru yang biru, membawaku pada alam masa kini ... Masih ingatkah kata-kata perpisahan penuh air mata sebulan sebelum kamu menikah? Aku ingat, kamu bilang "Aku akan selalu menjadi milikmu sampai kapanpun, tak akan berubah." Manis sekali, tapi aku hanya bisa memberimu seuntas senyum terakhir yang susah payah kubangun untukmu. Sedih.

Kamu. Suporter yang menyemangatiku dalam menggapai cita. Membesarkan hatiku kala aku kalah bertanding silat. Menasehatiku saat aku terlalu sibuk dan lupa makan. Mengingatkanku untuk tak melalaikan kewajiban lima waktu dan tahajud.

Kamu. My traveling partner ever. Mengajakku berani mengunjungi tempat-tempat yang aneh dan menyenangkan. Sering kita bertemu dengan keajaiban-keajaiban sepanjang perjalanan. Seru.

Kamu. Orang termanis sedunia. Tak pernah kamu ragu mengenalkanku pada siapapun dengan kata-kata meyakinkan dan tegas, "kenalkan, ini Fietha, calon pendamping saya." Meski kita masih terlalu muda, bahkan aku masih semester 4. Kamu ga peduli dengan pelototan mataku sesaat setelah kamu mengatakan kalimat tadi. Setelahnya kamu pasti mengatakan, "Ga papa, biar dia tau kalo aku uda ada yang punya." lengkap dengan senyum dan kedipan nakalmu. Sejujurnya aku senang, kamu: gentle.

Kamu. Mengajakku beribadah bersama dengan tenang. Lantunan ayat-ayat Allah terdengar menyayat hati, menentramkan qalbu saat kamu menjadi imamku di depan sana. Kamu selalu mengusap kepalaku saat kucium punggung tanganmu. Kamu: teduh.

Kamu. Tak pernah menunjukkan rasa cemburu ketika aku harus bejibaku dengan cowok-cowok teman silat atau kuliah. Karena kamu tau sedari kecil aku  tomboy atau mungkin memang kamu lebih suka membiarkanku meraih apapun yang aku gemari dengan leluasa. Kamu: tulus.

Masih banyak hal yang aku sadari tentangmu justru saat kamu menikah tepat di hari ulang tahunku. Kamu bilang, "Ini untuk mengenangmu selalu dalam hati dan jiwaku." Kamu: terlalu kusayangi.

Dan akhirnya, kita selalu bertemu dengan tak sengaja. Kamu selalu tersenyum padaku senang. Katamu, "Kamu hebat, selalu hebat!". Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalananku dulu. Best times, bad times, semuanya terlewati dengan segala lika likunya...Tuhan tau, kita memang hanya bisa saling menguatkan dari tempat dan waktu yang berbeda.

Kuakhiri perjalanan bersepedaku, kembali ke rumah dengan senyum bahagia. Cukuplah semuanya dijadikan kenangan yang indah tanpa cela. Karena kita semua terus bertumbuh dewasa dan merdeka. It's all about my heart and yours, our stories behind...


Kenmochi Chiemi

Please Respect my Privacy

Bagi seorang lajang geje macam aku, mudik adalah hal yang sangat menyenangkan. Why? Meet some friends of course... Bertemu sahabat secara live, bukan lagi melalui tlp, sms, YM, facebook, atau email. Setahun penuh aku ga pulang, berkeliaran, berlompatan ke sana kemari meraih mimpi. Dan sekarang, in the right time, I decide to give a big hug to my hometown, Lumajang.

Mendapat perlakuan istimewa dari ayah dan bunda juga adik dan kakakku membuatku tau betapa sayangnya mereka padaku meskipun kami tak terbiasa mengekspresikan sayang itu dengan vulgar. Ibu memasak daging sapi suwir2 yang menurutku paling yummy sedunia, ayah mengajakku membantunya membuat "amben", adikku ... ngerecokin dan ngacak2in koper demi mencari baju yang bisa diambilnya nanti, kakakku..memintaku mengelus perutnya yang sedang buncit 7 bulan..dan nenekku..mengusap kepalaku atau punggungku sambil bertanya ini itu bak investigasi...

Everything was fine until...I met other relatives. Bermunculan berbagai pertanyaan senada seperti :

T:Wah wong Jakarta rek,,,kapan nyampe nduk?
J: Hari Jumat malam :)

T: Naik apa??
J: Pesawat...

T: Berapa jam?
J: 1 jam 10 menit [mulai galau n risih]

T: Uda punya pacar belum?
J: Errr.... [mengeryitkan dahi O_o]

T: Orang Jakarta pasti pacarnya...
J: Nggg.... [senyum-senyum najong]

T: Kenalin doonk. Wah bentar lagi nyusul kakaknya ni ...
J: [tangan mulai gatel pingin nonjok]

Masih banyak pertanyaan super geje lain yang sumpah bikin aku mual. Mulai dari pak de, budhe, sepupu...alah jangan-jangan tukang becak belakang rumah juga ikutan nanya-nanya gitu...

Bukannya ga mau jawab atau sombong, bagiku ga patut aja orang dengan seenak udelnya nanya-nanya soal pribadi gitu. Tata krama macam apa yang dipake coba?? Kalo dalam pergaulan internasional menanyakan gaji, usia, status dan agama itu merupakan tindakan yang benar-benar kasar dan ga manner. Dan itu aku pegang teguh kuat-kuat kecuali si empunya mau membaginya dengan kita. Dan aku pikir, sedekat apapun hubungan anda dengan seseorang, bukan berarti anda berhak mencampuri urusan pribadinya tanpa permisi.

Aku risih, aku muak, aku sebel, aku bete, liburanku dirusak sama orang-orang ga manner ini. Aku dikenal super cuek dalam keluarga. Super vocal kalo ada hal-hal yang ga sreg di hati, tapi kali ini aku menahan diri. Jadilah aku menjelma menjadi seseorang yang cuma senyam-senyum bak putri Indonesia nahan pipis ketika mendapat gempuran pertanyaan sok penting macam di atas. AKU GA PERLU JAWAB!!! That's my business, my private zone! Respect my Privacy please..!!$%*&*%$#

Tiba-tiba aku kangen kota Jakarta yang super kejam itu, aku kangen teman-temanku yang geje tapi kece. Ah...kenapa perempuan selalu didiskreditkan?? Banyak sekali "kenapa" berputar dalam otakku. Aku membenci diriku sendiri yang keras kepala, tapi aku merasa aku baik-baik aja. Aku membiarkan segalanya berjalan alami, tak perlu ditarik-tarik paksa.

Detik keberangkatanku ke Jakarta, aku memandang daratan Jawa Timur yang hijau di belakang sana...hijau, sejuk, banyak kenangan indah bersama keluarga, bersama teman, dan bersama dia yang selamanya punya tempat di hatiku untuk dikenang. Selamat tinggal kotaku...semoga wargamu bisa jadi warga yang lebih menghormati privasi orang, ga usil, and ga sok penting.

Kenmochi Chiemi

Mahalnya Sakit di Jakarta

Yesterday, adalah hari pertama aku masuk kerja. Pagi-pagi aku berangkat dari kos jalan kaki karena motorku aku titipin di basemen kantor sejak sehari sebelum mudik ke Jawa Timur. Kombinasi lelah, penat dan lupa makan sehari sebelumnya rupanya membuat system warning di tubuhku menyala nyaring...

Sekembali membeli sebungkus sarapan dengan beberapa teman, tubuhku perlahan menggigil. Soto ayam yang mengepul harum di depan mata tak lagi membawa daya tarik. Tak hilang akal, aku menyeduh teh manis untuk mengurangi rasa dingin yang kian merayap tak wajar. Ruangan berAC ini semakin dingin saja, tak seperti biasa.

Seorang teman yang baik menawarkan bantuan berupa obat masuk angin cair yang langsung aku teguk demi melawan demam dan meriang. Soto ayam hanya kucicipi lima sendok saja, sisanya kubiarkan teman-teman yang menyantapnya. Aku pasrah, ada acara halal bihalal dengan Menteri Keuangan yang harus diikuti seluruh pegawai instansi ini. Aku ga sanggup membayangkan harus ngantri panjang gila demi bersalaman dengan Menkeu dan para petinggi kemenkeu lainnya. Ow No!!!

Melihat mukaku yang tambah pucat, atasanku [yang juga sangat baik hati] menyarankanku untuk istirahat saja di kos, dan kembali waktu absen pulang aja..And yes of course aku nurut. Aku pulang ke kos dan berusaha istirahat dengan tenang di kamar. Time goes by tapi bukannya tambah baik, justru pusingku tambah dahsyat, mata berkunang-kunang, badan panas tinggi, perut mulai mual dan akhirnya muntah beberapa kali. Oh God, no more!!!

Detik-detik yang sangat tidak menyenangkan itu, aku berusaha mengalihkan perhatian dengan menonton TV. And you know, sometimes you turn into a mellow person once you got sick right? Aku ngerasa sendirian karena memang di kos ga ada siapa-siapa, ga ada yang perhatiin aku. Bener-bener feel sorry for myself. Tiba-tiba BB-ku berbunyi, seorang teman membaca status YM-ku dan mungkin kasihan denganku [ih sedih banget sih kata-katanya]. Maka akupun mengalihkan perhatian dari TV ke temanku itu. Tak hanya menemani ngobrol, temanku juga ngasih segerobak tips untuk menyembuhkan diri. Mulai dari kerokan, ngolesin balsem atau minyak angin, minum teh tawar panas, minum aneka soda dan yang terakhir mabok susu bearbrand...how cool is that?? Hahahahaha

pic is taken from here
Aku merangkak sendiri dalam kamar untuk mencari minyak angin, pelan-pelan karena kepalaku seperti udah ditimpukin gada-nya Bima bertubi-tubi. Sesekali aku berhenti untuk sekedar menahan mual yang kian menjadi. Ya Allah, sakit apakah aku?? Temanku mengingatkanku untuk makan siang, kembali aku nelangsa. Jangankan turun untuk cari makan, sekedar bangkit untuk buang air kecil ke kamar mandi aja aku harus berjuang agar ga limbung. Sangat melankolis, air mata mengalir tanpa komando. Mungkin karena suhu badanku yang kelewat tinggi juga karena perasaanku yang merasa sangat sendirian, so lonely.

"Coba 14022", tulis temanku di YM. Entah kenapa aku seperti sedang dirawat ayahku, nurut banget sama tuh 'sok sedap'. Sejam kemudian sup dan kentang goreng pesananku datang. Tapi hanya 10 menit bersarang dalam lambung, semua yang kumakan kembali keluar dengan sukses [baca:muntah]. Makin lemas, makin berkunang-kunang, makin geje. Semua saran temanku, kecuali soda dan mabok susu tadi, sudah aku coba. Pasrah, aku menunggu teman kosku pulang saja.

Pukul 17.30 temanku pulang, sholat Maghrib kemudian langsung cabut ke kantor untuk absen pulang. Afterwards, ke Rumah Sakit deket kantor untuk periksa. Sebuah rumah sakit swasta yang pastinya dari segi pelayanan jauh lebih baik dari RS Negeri [ini opini subjektif saya lo..hehehe]. Tak butuh waktu lama, aku masuk IGD, langsung ditensi tekanan darahnya, diukur suhu tubuhnya kemudian pak dokter eh panggil mas dokter aja deh soalnya masih imut xixixixi, memeriksa mata, detak jantung, perut, tenggorokan, pokoknya sangat intensif. Hingga didapat kesimpulan bahwa lambungku terserang maag, dan amandelku meradang. Dan karena mualku udah parah, aku diberi suntikan anti mual. Hmm...baru kuingat, kemarin aku cuma makan pagi doank!! Oke, it was my fault.

Dan inilah saat yang ditunggu-tunggu, BAYAR. Di kasir seorang ibu dengan sigap memeriksa selembar coretan dari dokter, menghitung, kemudian menyebutkan angka, "Rp. 183.700 mbak". Aku pikir, okelah ini RS Swasta gitu, jangan pernah berharap murah. Aku keluarkan kartu debetku dan voila..done. Si ibu melanjutkan sambil tersenyum, "nanti obatnya diambil di sebelah sana ya, terima kasih." Kuikuti telunjuk si ibu yang mengarah ke counter APOTIK. Kuserahkan kuitansi ke mas2 yang jaga apotik, 5 menit kemudian namaku disebut, "Mbak Fita? Rp. 238.000,-" kata masnya kalem. WOTT??!! jadi yang 183 ribu tadi ternyata belom termasuk obat??!!!

Sok cool aku mengeluarkan dompet dan thanks God disana masih ada uang cash 300 ribu sisa lebaran kemarin. Pasrah aku serahin lembaran 50ribuan itu...dalam hati aku mengutuk, damn!! sakit begini doank bisa ngabisin 400 ribu?? Sungguh T E R L A L U.  Saat ini aku masih ngerasa sedikit pusing, tapi demi 400 ribu yang semalam berpindah tanpa toleransi, aku berjanji ga bakal ceroboh lagi untuk makan. Jakarta, kota yang sangat kejam, tak ada belas kasih bahkan untuk yang sakit. Semoga saudara2ku yang belum beruntung selalu diberi kesehatan di luar sana. Jaminan kesehatan memang sepenuhnya harus menjadi fokus utama pemerintah. Yang uda kerja gini aja uda kerepotan apalagi mereka yang masih belum mendapatkan kehidupan yang layak??

*Buat temanku yg kemarin uda mau nemenin aku selama "sekarat", Terima Kasih yang tak terhingga. Teman: semangatku. Selalu

Kenmochi Chiemi


Selingkar Peluk

Ketika kau merasa segala daya upayamu dalam memuliakan dirimu hanya berakhir dalam satu kalimat tajam menusuk hati, maka yang kau butuhkan hanyalah selingkar peluk.

Ketika hanya tangis dan raungan lirih yang mampu kau haturkan pada Yang Maha Kasih, merasa kerdil dan bodoh, maka yang kau perlukan hanyalah selingkar peluk.

Dan ketika kau mulai mengintip putus asa atas semua, atas mimpi yang belum nyata, atas hati yang terkoyak perih, yang mampu membangkitkanmu hanyalah selingkar peluk.

Yah, selingkar peluk tulus, hangat berenergi luar biasa, memacu jantungmu untuk berdegup kembali normal tanda ketenangan telah kembali tergenggam. Selingkar peluk dariNYA, darimu, dari kalian.

Dan selingkar peluk itu telah lama hilang dari denyut kehidupan egois saya...bolehkah saya memintanya lagi? Sekali aja...


Masih bete maksimal,
Kenmochi Chiemi

I'm stuck

You have been waiting all your life
You use your patience to stay fine
Time moves on as you prepare
To tell yourself be reasonable

Then come the times you can't foresee
You cannot leave, you can't release
To keep you far from those dreams
Ignoring the right time

Oh, waiting was my life

For now it's too late
And you may not wait
And things that I have yet to know
Vanish before they're complete

I may turn around
To see if you're still there
But as for now,it's just not safe
Maybe you'll wait for me
Maybe you're gone

You've been preparing all your life
You've had some trouble getting it right
And you'll try to tell yourself
It may work, as it should

But something good can do much harm
Ain't good may kill for your embrace
To keep you far from those dreams
You know you cannot dream
I'm stuck for now, it seems

Sondre Lerche, menemaniku dalam penerbangan menuju Jakarta. Sangat menyenangkan bisa kembali ke "kehidupan nyata". For almost a week I acted as someone else. Now, It's me and Jakarta is welcoming me. Selamat tinggal kota kecilku,,,smoga bisa ketemu lagi tahun depan.. Amin

Bete maksimal,
Kenmochi Chiemi