Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Make Up Class

Jumat, 30 April 2012 beberapa pegawai Brokoli mengikuti capacity building. Tapi ini khusus pegawai perempuan, kenapa? Karena yang dibangun adalah kemampuan mempercantik diri: make up and hijab class. Jadi yang lekong minggir dolo ye cyiiin hahaha

Make up adalah salah satu hal yang menjadi antipatiku sebenarnya, mengingat dari masih imut mainanku bukan boneka tapi alat-alat perbengkelan pribadi ayah, temenku juga banyakan cowok daripada cewek, olah raga juga yang berbau-bau cowok...intinya make up itu ga banget buatku.

Tapi yah apa boleh buat, sekarang uda nyemplung jadi pegawai humas, mau ga mau good performance itu menjadi hal yang mutlak diperlukan karena namanya aja PR; public relation, ketemunya sama stakeholder kementerian. Ga boleh malu-maluin, kucel apalagi semau gue. Jadilah aku salah satu peserta dengan muka polos, cengo' liat alat-alat make up di depan mata XD

Then berjalanlah make up class itu, ada sekitar 30 peserta dari humas dan beberapa unit lain. Dari yang masih muda smpe yang uda emak2. Di akhir acara ada kuis dan pemilihan tiga make up terbaik. Dan memang banyak sekali tehnik2 make up yang bener baru aku tau, soalnya memang selama ini taunya cuma pelembab, bedak sama lipgloss doank xixixixi

Doorprize dibagikan dengan melempar kuiz. Aku males ikut2an tanya jawab gitu. Aku malah sibuk masang jilbab sana sini, dan akhirnya tibalah saat pemilihan make up terbaik. Mbak mentornya pun berkeliling bak putri indonesia yang mo nyerahin mahkotanya ke pemenang berikutnya. Dan pas berhenti di depanku mbaknya (mentor) bilang "Mbak yang ini..", sambil nunjuk ke mukaku. Aku: "ng......". "Sapa namanya mbak?", suara mbak mentor membuyarkan kebengongan tiada taraku..."Saya mbak? ffitaaa...."jawabku. Yeeee.....tepuk tangan bergemuruh dari seisi ruangan. Aku jadi orang pertama yang dipilih mbak mentor dan menyusul 2 orang lainnya. Aku masih bengong, trus buru2 ngaca...cuma dua kalimat di hati "KOK BISA?!"

Memang di awal mbak mentor uda ngasih prolog bahwa yang dinilai dalam pemilihan best make up bukan parasnya yg cantik tapi aplikasi make up yang diajarin dipraktekin dg benar ato ga. Jadi baiklah, mukaku yang pas2an ini bolehlah berbangga bisa sedikit ngalahin temen-temen lain yang ayu2 n anggun tentunya HAHAHA sapa nyangka coba, aku yang NOL banget sama make up bisa ditunjuk 3 terbaik. Aku balik ke ruangan dengan hati gembira dan 2 hadiah di tangan, lumayan deh...

Tapi bagaimanapun juga I'm still fietha, the nearly tomboy one. hehehe, make up-nya buat acara2 formal aja...kalo daily occasion mah tetep pelembab ama bedak doank kekekekeek

My Hijab style today

la..la..la...
Hari ini adalah hari terakhir kerja mengingat besok Libur Nyepi...means it is a long weekend guys. 
Mungkin karena semangat long weekend tadi aku jadi seneng banget dan decided to dress up. 
Hati yang senang memaksaku untuk berpinky ria. Jilbab dan cardigan pink aku kombinasikan dengan batik warna senada. What do you think? Is it suit me? hehehe

the classic pink of me

I do love love looooovvveeeee Pink!

Dufan and Sea World charm

meet my boys: vasco and vico ^^, - dufan



In front of Sakura tree - dufan

Ikan Pariiiiiii......- Sea World

surrounded by fishes huhuuuiiiyyy

Yeaah...I'm great!

day dreaming of...

Love it

are we similar enough??

so cute (the dolphin of course) :D

Nyentrik itu asyik

Selasa, 20 Maret 2012...pagi-pagi media online udah rame dengan aksi nyleneh salah seorang Menteri republik ini. Dahlan Iskan, no wonder, mentri satu ini memang keren (menurutku). Ceritanya pak Dahlan ini mau rapat koordinasi mingguan di Kantor PT Garuda Indonesia Tbk. Untuk menuju ke tujuan, dia pake jalur tol. Sampai di pintu tol dekat jembatan Semanggi menuju arah slipi, antrian mengular. Setelah diteliti ketahuan penyebabnya: loket yang beroperasi ternyata hanya dua dari empat yang ada. Melihat antrian yang luar biasa itu, pak mentri langsung turun dari mobil dan memeriksa dua loket yang ga beroperasi itu.

Meradang, pak Dahlan masuk ke loket dan membuang kursi yang ada di dalamnya. Karena antrian semakin memanjang, secara cepat dia memutuskan untuk membuka pintu penghalang dan meminta agar mobil yang antre segera masuk lewat loket yang kosong itu secara GRATIS! Protokol kementerian mengatakan,mobil yang masuk gratis ini diperkirakan lebih dari 100 mobil.

Dalam dialog di metrotv, pak Dahlan yang saat itu berada di Beijing mengatakan dia sudah melakukan komplain, arahan dan instruksi kepada jasa marga sejak 3 bulan yang lalu secara terus menerus (via telpon dan sms). Tapi memang belum ada tanggapan dan perubahan (lihat beritanya). Makanya doi marah beud. Secara lugas pak mentri BUMN ini mengatakan, "Tiga bulan lalu saya minta bahwa antrean ini jangan panjang begini. Ini kan orang mau membayar. Mau membayar saja kok sulit! Bagaimana kalau disuruh melayani orang yang tidak punya uang? Kan lebih parah lagi. Saya betul-betul minta tolong," katanya penuh kesal. Kerennya lagi, ketika ditanya wartawan via telpon, dia menantang PT Jasa Marga jika merasa dirugikan, boleh menagih kehilangan dananya (akibat digratiskannya lebih dari 100 mobil) langsung kepada dirinya.

Daaan...Jasa Marga kebakaran rambut (bukan lagi jenggot ak rasa hahaha), segera bikin konfirmasi sana sini...yang pegawainya telatlah, yang aturan kerja barulah...buaah, nggilani. Pimpinan tertingginya uda bergerak cepat, eh anak buahnya adem ayem aja. Gila ya, aku pikir SP aja belum memberi efek jera (lihat beritanya). 

Aku salut banget sama mentri kita yang satu ini. Pemikirannya tidak terkekang oleh birokrasi yang memang njelimet and ga praktis. Responnya terhadap sesuatu yang ga berjalan efektif selalu cepat. Dia ga sungkan turun langsung untuk memberi contoh, menegur atau bahkan marah2 haha. Orang bilang, Pak Dahlan itu nyentrik, ga hanya perilakunya tapi juga cara berpikirnya.

Berdoa banget ada seratus mentri yang kayak doi di masa depan. Mentri yang ga hanya mentingin golongan, partai atau perutnya sendiri. Memang yah, kalo mentri berasal dari kaum profesional dan akademisi tuh jadi lain efeknya. Beda banget dah kalo mentrinya berasal dari politisi (cuih). Kebijakannya banyak yang ngawur, populis and ga intelek blas. Pak Dahlan ini cerminan kepemimpinan kaum muda, bergerak cepat, punya dasar kuat dan efektif. Memangkas business process yang terlalu panjang dan lama. Indonesia punya kok Dahlan Iskan yang lain...come on, show up people...babat habis pejabat yang ga kompeten!!!


*for my Indonesia

Drama Queen

I'm not a drama queen but I feel so when this feeling just came out, so blue. 
Sometimes I curse you and admire you at the same time. Who are you? 
He definitely possess' my heart. It says "stay, take it..it's yours to break".
Did you ever hear this words: "without you I'm incomplete"? 
Sounds so weak, right? 
Yet, I've got that feeling already, again and again
And let me question you, how to remove such feeling forever?
can you?
call me looser or dumb, whatever
It is me feeling this pain
It is me crying all night long
It is me having the bad times
And it is me who refuse to wait the right moment
'coz no such thing as the right moment

I even don't care what people say 
They never know what inside of my heart
Knowing that you always there, 
watching, smiling and keeping the warmest love 
nothing but you means a thing to me
though I can't reach you
 please stay there
 

Jangan Gaya Dulu Makan di Resto!

Jika anda menganggap makan di resto itu aman apalagi gaya, tunggu dulu. Jangan berbahagia dengan meja kursi yang tertata rapi, bersih dan makanan2 yang terlihat wah itu. Memang ga semua, tapi sebagai konsumen yang bayar, kita wajib ain waspada dan cerdas dalam urusan logistik perut ini. So, berikut hal-hal yang patut anda jadikan perhatian when you dining out:

1. Toilet/ Kamar Mandi. Well, kebersihan kamar mandi merupakan first impression yang wajib dipantengin. That's why bandara internasional (khususnya negara2 eropa) berlomba-lomba untuk mengupdate kecanggihan dan kebersihan toilet mereka. Karena dari toiletlah kita bisa melihat karakter sesorang, bangsa, bahkan kebersihan resto sekalipun. Jadi kalo toiletnya udah ga keurus, gimana dapurnya??

2. Tempat sampah. Masih soal kebersihan ya...kalo tempat sampah sebuah resto itu isinya udah melebihi setengahnya, maka jangan pernah kembali lagi ke resto itu karena mereka berarti ga merhatiin kebersihan makanan dll.

3. Menu spesial.Pemilik restoran tahu bahwa banyak pengunjung akan memesan khusus, dan akibatnya mereka akan menaikkan harga. Sayangnya, menu spesial itu mungkin tidak benar-benar spesial, menu itu bisa jadi adalah kreasi koki dari bahan2 yang ingin segera dibuang.Misalnya daging dan ikan yang sudah terlalu lama disimpan di lemari pendingin, sayur yang ga segar, dan saos yang uda mo expired.Solusinya? Ga ada salahnya tanya dulu ke waiternya tentang bahan menu spesial yang anda pesan terlebih dahulu, to make sure its hygiene. Atau better hindari daging, ikan masih bolehlah asal ikannya masih seger banget/syukur2 msh idup sebelum dimasak. Pesen aja pasta n sayuran.xixixixi


Ga cuma di Indonesia aja lho makanan ga terjamin gitu, di Amrik yang katanya negara maju dan super ketat pengawasan makanannya itu tetep aja masih terjadi kecurangan (baca ini). Be smart, be wise and be safe.

Negeri 5 Menara - the movie

Sabtu, 10 Maret lalu aku memutuskan untuk nonton film yang diangkat dari Novel Trilogi karya Ahmad Fuadi "Negeri 5 Menara". Sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata penulisnya. Novel ini berkisah tentang perjalanan anak rantau dari tanah Minang, bermimpi kelak akan sehebat B.J. Habibie dengan menempuh pendidikan di ITB. Tapi mimpinya seperti buyar ketika orang tuanya memintanya untuk melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren setelah SMP. Alif, nama tokoh utama, mengalami kebimbangan yang luar biasa, tarikan emosi dan egoisme khas remaja yang akhirnya terkalahkan oleh kepatuhan terhadap orang tua.

Pondok itu berada di pelosok Jawa Timur, Ponorogo. Dalam novelnya, A Fuadi menamai ponpes itu dengan Pondok Madani, meskipun semua orang tau kalo ponpes itu sebenernya ya Ponpes Modern Gontor. Penulis mengisahkan seluk beluk metode pembelajaran ala pesantren modern yang sungguh menakjubkan. Aku punya kakak kelas yang menimba ilmu di sana. Dan memang hanya mereka yang punya kemampuan dan tekad yang gigih yang bisa bertahan di ponpes tersebut. Ada pula seorang tetangga yang anaknya menjadi "maaf" depresi karena tak kuat menjalani proses belajar ponpes ini. Jadi sungguh salut dengan mereka-mereka yang bisa berjuang dalam tekanan yang luar biasa.

Kembali ke filmnya, dari awal mo nonton, aku tak berharap ni film akan sedahsyat novelnya. Hukum adaptasi karya sastra memang demikian. Tak akan sam persis dengan novelnya. Hanya akan diambil potongan-potongan peristiwa yang dianggap menonjol oleh sutradara dan dirangkai dengan benang merah agar tetap utuh. Dari angka 1-10, kalo boleh menilai sih, film ini aku kasih 6 deh. Why? Bagi yang uda baca novelnya, tentu akan mengharapkan filmnya akan sehebat novelnya kan? Dan menurutku nilai-nilai perjuangan dalam belajar dan sistem ponpes yang super disiplin kurang dieksplor. Jadi kayak flat aja gitu. Memang ada beberapa scene yang menguras emosi tapi jika dibandingan film adaptasi serupa macam Laskar Pelangi, film ini kurang greget. 

Tapi, mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, pesan moral yang diusung dalam film ini sudah bagus. "Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil)" merupakan ruh novel dan film ini. Kalimat berbahasa Arab tadi seumpama kompas kehidupan bagi Alif dan lima sahabatnya . Setelah menonton apalagi membaca novelnya, penonton dan pembaca akan merasakan kekuatan "mantra" Man Jadda Wajada. So, film ini layak ditonton oleh berbagai kalangan, ga cuma anak-anak aja. Karena ada banyak nilai-nilai positif lainnya seperti kepemimpinan dan character building.  Selamat Menonton ....

I was

Mungkin ini edisi melo ya, ketika aku membuka file CV yang aku bikin beberapa tahun lalu, kok jadi lucu sendiri. Begitu susahnya dulu cari kerja, berpikir keras untuk langkah-langkah yang harus diambil seminggu, sebulan, sampai setahun setelah lulus kuliah. Aku ingat bagaimana rasanya menganggur, bagaimana pegelnya berdiri di depan kantor pos UGM demi melihat iklan lowongan kerja yang dipampang seminggu sekali. KR dan Kompas menjadi media cetak yang seperti Malaikat penyampai wahyu...selalu ditunggu dengan hati berdebar dan adrenalin ababil. Internet? Jangan tanya, I'm addicted on it. That was me, writing CV and sending them to I dont know how many companies there were. Waiting for calls, killing time with friends....huft, I just remember how hard and exiting it was. 

Menyadarinya membuatku bersyukur tiada henti karena kakiku telah berpijak dua-duanya di perahu yang kuat. Dulu aku seperti tupai, meloncat dari satu perahu ke perahu lainnya. Ketika satu kakiku berpijak pada sebuah perahu, kaki yang lain berusaha mencari pijakan yang lebih kuat. Dan akhirnya "perloncatan" (ada ga kata ini?hahaha) berakhir. Hanya satu ikat engine powerku waktu itu, enthusiasm,  prayer, love and friends. I probably died without them. Semuanya memberikan gizi terbaik untuk berjuang...and I still keep them recently. Karena hidup tanpa mereka sama aja seperti zombie, bergerak tapi tanpa tujuan...empty.
Dari kegagalan kita dapat membaca apa yang salah dari diri kita
Selamat hari Senin, semangat!!!!




Kenmochi Chiemi

Cari Perbedaan

See? perhatikan benar perbedaannya ...
Wokeh, berita yang lagi hits saat ini adalaaaaah....si Gayus Jilid II, alias Dhana Widyatmika. Setiap hari saya tak ingin ketinggalan pemberitaannya. Semua teman di kantor juga, sampe2 obrolan kami pun ga jauh2 dari doi. Dan akhirnya kemarin DW muncul di TV,,,,tapi jeng jeng jeeeeeng....sebagai orang awam dan manusia biasa yang punya daya analisis awut2an, kok saya punya feeling berbeda kala melihat DW dan Gayus dalam kasus yang sama. At least dari sekilas pandangan mata. Dan inilah perbedaan itu:
  1. Gayus pake rambut palsu, Dhana pake masker
  2. Gayus berkali-kali jalan2 ke luar negeri, Dhana dalam 2010-2011 tercatat cuma dua kali; Singapura and Arab Saudi
  3. Gayus mukanya uda koruptor like, Dhana ...ehem cakep xixixixi
  4. Gayus gendut, Dhana biasa aja
  5. Gayus berlatar belakang dari keluarga yang (maaf) kurang mampu, Dhana cukup berada
  6. Gayus semasa sekolah/ menempuh pendidikan ga pernah mencoba jd pengusaha, Dhana uda bisnis. Pengakuan dari teman satu kampusnya, Dhana uda punya showroom mobil and supermarket dari sejak kuliah.
  7. Gayus tak pernah terlihat bersalah, terkesan menantang, while Dhana terlihat shock, malu, menunduk dan sempet nangis.
  8. Gayus ga ngakuin keluarga, Dhana cinta beud sama ibunya....(setiap seminggu 2 kali selalu mengantarkan ibunya untuk cuci darah, karena ayahnya sudah meninggal*).
  9. Gayus ga pernah dijadiin profil teladan di media manapun, Dhana pernah (baca beritanya di sini)
Dhana (kanan), bersama adik dan ibunya di majalah Tarbawi
Pfuuh...entah yang saya tulis dari rangkuman berita2 ini beneran fakta atau nantinya bakal ada revisi seiring perkembangan pemberitaan. Yang jelas, semoga aparat penegak hukum bisa objektif, adil dan bersih dari segala bentuk intervensi. Amin.

*Siapapun yang korupsi, negara harus memiskinkan tu koruptor!!! (kurang puas dg putusan hakim soal kasus Gayus)

Kenmochi Chiemi

Note: Pic gayus is taken from here and Dhana is from here

Lagi, kisah teladan di Indonesia



Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dengan alasan agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.

”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.

‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.

"Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan ke panitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagiaan dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.

Semoga di Indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia sepertii ini.

Cerita ini saya copy dari fb teman, lagi jadi hot topic juga kayaknya sekarang. Hmm...gimana ya bilangnya....sedih, kecewa dan miris dengan keadaan si nenek. Udah miskin, kelaparan, didenda. Terlepas itu fakta atau fiksi, saya setuju dengan ibu hakim yang masih punya hati nurani. Dia tetap adil tapi tidak mengesampingkan sisi kemanusiaannya. Masih perlukah kita berdebat soal hukuman bagi koruptor? Masih haruskah kita memperlakukan istimewa penjahat kerah putih yang bermuka sok inocent, perut gendut, kekayaan seabreg dan sejuta alasan lainnya.... Tolonglah, para koruptor itu jangan hanya diem aja dipenjara, suruh mereka kerja sosial. Hukuman seperti itu lebih efektif. Kirim mereka ke area kumuh, tempat orang mencari 2000 perak aja susah. Tempat orang mo berobat aja ga mampu...biar para koruptor itu tau, betapa sakitnya ditipu dan dikhianati!

Selain Gie

Setelah Soe Hok Gie, belum ada tokoh yang membuatku ketagihan untuk terus mencari dan menjelajahi. Dan akhirnya aku menemukan lagi. Kali ini tokoh yang sudah sangat melegenda di seluruh dunia; Sherlock Holmes!!

Nama yang tak asing itu sudah aku dengar sejak jaman sekolah...tapi karena keterbatasan sarana dan media kala itu, Sherlock Holmes hanya menjadi sedikit pengetahuan saja. Ketika muncul serial detective conan di tv (film kartun) dan komik berserinya, keinginantahuanku pada SH semakin menjadi. Akhirnya beberapa waktu yang lalu, aku liat filmnya di bioskop, Game of Shadow...keren, outstanding!!!

Aku suka pembawaan Holmes yang santai tapi serius, nyentrik tapi detil, dan suka mendobrak aturan-aturan yang masih sangat "kolot" mengingat setting waktu yang tahun 1800-an. Aku baca satu buku petualangannya, ketagihan trus beli lagi..lagi dan lagi...and here they are...

My Sherlock Holmes collection :p




I still have two books left to read. Bener2 tergila-gila ....