Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

where's your sensitivity??

Yang pengen aku tulis sekarang adalah hubungan antar manusia dan manusia lain, dimana yang aku rasakan ternyata luasnya pergaulan berakibat pada sensitifitas manusia terhadap manusia lain. Dalam hal ini pengalaman, storage di otak, dan lingkup pergaulan sangat-sangat mempengaruhi cara seseorang untuk bergaul.

Aku nggak punya teori apa-apa soal sosiologi, komunikasi dan filsafat atau apapun itu yang berhubungan dengan kemanusiaan. All I know is my own world. Aku bukan anak gaul, anak dugem apalagi. Pergaulanku dibilang luas si ga luas-luas amat, tapi aku merasa cukup mengenal beberapa karakter orang, teman dan sahabat dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. 

Satu prinsip yang selama ini aku pegang adalah "nggak masalah berteman sama siapapun asal orang tersebut nggak 'ngerusuhin' aku". Aku ga bakal menilai orang lain hanya dari satu sudut pandang sempit. Harus punya banyak arah, perspektif dan sumber untuk menjatuhkan jenis orang macam apa yang sedang aku hadapi. Meski banyak orang yang ngomongin kelakuan jelek seseorang, kalau orang itu nggak jahat sama aku, ga aneh-aneh sama aku, aku akan berteman sama dia. Sebaliknya walaupun seluruh dunia memuja seseorang entah karena apanya, pandai ngomong, cepet memikat simpati orang, bergaya pinter, kaya, temennya banyak dll tapi kalo orang itu pernah jahatin aku,  bikin kesalahan fatal ke aku maka aku bakal tetep ga suka sama orang itu [even aku uda maafin tu orang, tetep aja aku bakal jaga jarak sama dia].

Nah, kelemahanku dalam bergaul adalah ga tegaan. Kalo ada temen yang minta bantuan, aku berusaha bantu meski "keadaan" ga memungkinkan. Aku suka banget menunggu orang mencapai tingkat kesensitifannya [kepekaan] muncul dengan alami. Some people bisa dengan mudah timbul kepekaannya, but some cannot. Inilah yang jadi masalah bagi aku.

Sekarang ini sedang aku rasain akibat sifat ga tegaanku tadi. Jadi ceritanya di kos ada penghuni baru. Selama ini ternyata dia ga pernah ngekos karena dulu kuliahnya di Unpad and doi anak Bandung. She has just got a job in Jakarta. Sebagai debut pertamanya menjadi anak kos, tentu dia masih belum tau "ribet"nya jadi anak kos. Dia cuma bawa baju, selimut, sabun and odol doank. Can you imagine that? 

Kosanku itu kos putri khusus pekerja, jadi semua penghuni jarang ketemu di jam2 kerja. Pulang kerja rata-rata langsung ngendon di kamar masing-masing dengan damai dan sejahtera. Menikmati istirahat malam untuk memulai pagi keesokan harinya di Jakarta. Nah, si Susi [nama samaran] ni [mungkin] ga faham dengan kondisi tsb. Diawali dengan pertemuan pagi2 di gerbang kos, dia kesulitan dengan kunci gembok yang udah agak macet. Aku bantuin dia donk dengan senang hati, riang gembira tralala trilili gitu. 

Ga disangka-sangka itu berlanjut pada sesuatu yang ga ngenakin. Setiap pulang kerja [dia kerja di sebuah bank swasta, pulangnya jam 5 sore] dia langsung nungguin aku pulang and ikutan ngendon di kamarku sampe jam 11 malem. Pertama-tama sih aku santai2 aja, tapi lama-lama aku ngerasa ni anak udah keterlaluan. Banyak maunya and tentu aja ga SENSITIF alias ga PEKA. Harusnya dia tau kan, namanya orang pulang kerja tuh capek, pingin istirahat and menikmati bobo sucinya sampe pagi. Tapi dia malah ngajakin ngobrol ampe doi ngantuk. kagak peduli raut muka lawan bicara yang bete and diem pegang golok dibawah kasur. 

Kita seumuran, tapi aku rasa dia masih kayak anak TK. God, aku tuh ga tegaan, apalagi sama temen. Aku juga kasihan karena doi masih belum punya "apa2" di kamarnya. Katanya dia juga butuh teman ngobrol. But I do need my privacy, aku merindukan kesunyian kamarku yang damai. Meski aku sendiri insomnia, tapi aku terus berusaha nyembuhin tu insom setiap hari. Dengan "melekan" sampe jam 11 tiap hari malah bikin insomku makin parah. Aku uda berusaha kasih tanda-tanda ke dia bahwa aku butuh istirahat. Tapi dia seperti cuek ga peduli gitu. Temen2ku yang lain pada bersyukur karena si anak baru lebih memilih kamarku untuk nongkrong ampe malem. Padahal di kamar lain juga ada TV. Mereka justru nutup pintu rapet2 biar si Susi ga nyamperin ke kamar mereka. Aku ngerti sih, mereka pingin istirahat, privasi ga diganggu, sama kayak aku. 

haduuuwh...mungkin dia musti dibilangin langsung ya. Tapi lagi-lagi aku ga tega. Kalo dibiarin, aku sendiri yang babak belur. Bagi kalian yang mo ngekos, apalagi yang uda gawe, mark these points: beradaptasilah [menyesuaikan diri dengan perubahan seperti lingkungan, tempat tinggal, kerjaan dan teman], ber-asertif-lah [menyesuaikan diri dan menempatkan diri dengan berbagai keadaan, suasana dan waktu] dan yang terakhir bersikaplah tanggap juga solutif. Inti dari poin-poin tadi sebenernya cuma satu [bagiku] yaitu BE SENSITIVE! Karena percaya deh, ketika kamu sukses menjadi anak kos, dijamin kamu bakal sukses dalam hidup bermasyarakat kelak.     

Bersinergi dan berdamai dengan "Seandainya dulu ..."


Suatu hari ada seorang teman yang disela-sela ceritanya bilang ke aku "Seandainya aku dulu lebih memilih A dari pada B, pasti endingnya ga seburuk sekarang." Dia sangat mengutuk keputusannya waktu itu. "But yeah that's life." he said gloomy. Pernyataan terakhir terdengar lirih dan terkesan dikeluarkan dengan ketegaran yang dipaksa.

Semua orang seenggaknya pernah merasakan hal ini sekali dalam hidupnya. "ahh..seandainya aja dulu aku...","Duh, coba kalo waktu itu aku milih....". Sambil berpikiran seperti itu, kita langsung terbang ke masa lalu. Berharap ada remote control canggih universe seperti di film Click. Atau bahkan berharap ada mesin waktu yang bisa kita naiki dan memperbaiki keadaan yang (kita anggap) salah. Keajaiban seperti di film-film berbau magic yang indah dan happy ending.
 
Percaya ga, dengan satu kata "seandainya" itu bisa membuat segalanya berubah. Keadaan seperti berjalan jauh lebih buruk, dan memburuk detik demi detik. Mood pun langsung anjlok ke level paling bawah dalam sekejap. Penerimaan diri terhadap masa yang sedang dijalani sekarang pun semakin mengabur hingga gelap. Kita terperangkap pada kekecewaan, stuck antara ingin melangkah keluar dan menikmati ketidak berdayaan. is that you want?


Aku tersihir dengan lirik demi lirik dalam lagu Never Had A Dream Come True-nya S Club 7. Penggalan lirik ini membuat setiap pendengarnya akan terbang sejenak ke masa lalu; 
      Everybody's got something they had to leave behind
      One regret from yesterday that just seems to grow with time
     There's no use looking back or wondering

     How it could be now or might have been 

atau seperti  yang di bilang Pink di lagu Fu*kin' Perfect.  
    Sometimes, we made a wrong turn -once or twice. 
    Bad decision is alright. 

Seringkali kita menduga, menyangka bahwa apa yang telah kita pilih itu salah, tidak baik dll. Menyesali di akhir dan berkhayal bagaimana kita saat ini jika dulu melakukan hal yang berbeda. Manusia memang sok tau, padahal sebenarnya manusia tidak tau apa-apa soal masa depan. 

Tentu ada yang Maha Tahu di sana, yang tidak pernah tidur atau lengah sedikitpun. Entah teknologi canggih apa yang Dia pake. Yang jelas, berhentilah menyesali sesuatu yang sudah jauh tertinggal di belakang sana. Tak ada gunanya menyesal dan berduka. Justru dengan "kesalahan" yang dulu kita lakukan itu harusnya kita lebih mengerti dan dewasa bahwa yang menurut kita BENAR belum tentu yang TERBAIK.  

Bad decision is alright

My Journey to the Ministry of Finance RI

CPNS - Biro Komunikasi dan Layanan Informasi 2010
[ada beberapa yg kagak ikutan foto]
Sangaat telat buatku untuk ceritain ini di blog, but who cares?? I think this writing will give benefit to anyone who eager to be in position like me now. So, this is my story, my step into the Ministry of Finance as Public Relation officer. 
 
Seingatku, pengumuman dibukanya lowongan CPNS Kementerian Keuangan 2010 adalah pada bulan Mei. Pendaftaran dilakukan secara online tepat mulai jam 00.00 di hari yang ditentukan. Aku mendaftar tepat jam 00.01 dan selesai mungkin selama 10 menit. And you know what, pada jam segitu aku udah menjadi pendaftar ke 900. padahal itu baru beberapa menit lho. Gila!

Pada saat melamar online, akan ada pilihan ingin ditempatkan di eselon I yang mana. Waktu itu pilihan yang ada buat jurusanku [sastra Inggris] adalah: Bea Cukai, Pajak, dan BPPK. Karena aku bener2 rabun soal Kementerian keuangan jadinya aku pilih dg tanpa pikir panjang deh; Bea Cukai dan BPPK. kenapa ga pilih pajak? gajinya kan selangit? Seperti layaknya SNPTN/ SPMB aku pun main strategi. Pajak itu top rate di Kementerian Keuangan, pastinya ada bejibun pendaftar yang bakal milih pajak. Jadi lebih baik bermain cantik dan aman hehehe.

Setelah itu tinggal menyiapkan data-data yang diminta. Harap untuk melakukan sesuai yang diminta. Jangan mengirim yang tidak diminta seperti snack, baju atau surat cinta
. Menyusunnyapun sesuai urutan yang diminta. Setelah semuanya selesai, aku masukkan ke amplop coklat besar dan langsung ke kantor pos. Oiya, aku ikut penjaringan dari Jogjakarta.

Kira-Kira beberapa minggu kemudian (atau mungkin sebulan lebih) pengumuman lulus administrasi akhirnya keluar juga. Namaku ada dalam list dan berarti aku lulus. Ini sih ga mengejutkan, karena memang asal kita memenuhi persyaratan yang ada pasti bisa lulus tahap ini. Tercatat ada 102.000 pendaftar yang lolos administrasi se-Indonesia. Beberapa minggu kemudian aku mengambil kartu ujian dan siap-siap untuk Test Pengetahuan Akademik. Perlu diingat, Kemenkeu tidak pernah menyebutkan kuota yang dibutuhkan. Tes Pertamaku dilaksanakan di Univ. Sanata Dharma Jogja.

Test Pertama adalah (selain test administrasi) Test Pengetahuan Akademik  disingkat TPA. Test ini adalah  test yang paling banyak memakan korban . Dalam test ini pengetahuan akademik kita akan diuji. Dari Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, Logika, dan pengetahuan umum. Sebagai tambahan, di bagian Bahasa Inggris, kita akan diminta menerjemahkan text Bahasa Inggris [2-3 paragraf] ke dalam Bahasa Indonesia. Soal Bahasa si bisa dihandle, cuman yang horor tu soal matematikanya. Bikin puyeng and desperate. Nah dalam mengerjakan TPA ada beberapa hal yang perlu diingat  guys: 
  • Waktu singkat. 1 soal harus selesai dalam waktu kurang dari 45 detik [ga sampe 1 menit kan?]
  • Jangan meninggalkan jawaban yang kosong. Isi saja toh tidak ada sistem minus. [ini berlaku banget buat soal matematikaku hahaha]
  • Jangan terpaku atau penasaran dalam mencari jawaban 1 soal. ingat waktu terbatas, jadi langsung tembak. DOR!!!
  • Karena waktu yang singkat, tidak akan ada waktu untuk mengecek atau mengulang soal, jadi kalo stuck dalam soal yang tidak bisa dijawab, asal tembak langsung saja. Soal matematikanya bukan soal matematika sederhana 1+1=2 (ya iyalah), tapi semua soal dari log, bangun dll, jadi persiapkan baik-baik kalo anda mau ayan kumat berbusa-busa belajar matematika lagi.
  • Soal matematika dapat diselesaikan dengan logika, jangan dengan rumus. waktu 45 detik tidak akan cukup untuk menyelesaikan soal dengan rumus.  [makan tu rumus ]
  • Ada aturan, jika bagian pertama selesai, maka ketika mengerjakan bagian/chapter kedua, peserta dilarang mengerjakan kembali chapter sebelumnya. Kalo ketahuan, langsung dicoret.

Kira-kira itu aja sih yang perlu diingat dalam mengerjakan soal TPA. Nah setelah mengerjakan dan mengutuk habis-habisan soal-soal tersebut [terutama soal matematika], aku sebenarnya agak sedikit pesimis bakal lulus atau tidak.  Bahasa Indonesia, pengetahuan umum, logika dan apalagi bahasa Inggris sih tidak masalah, matematikanya itu loh yang rese . Trus ada satu pertanyaan pengetahuan umum yang masih anget banget dan sampe sekarang ga bakal aku lupain. "Dibawah ini tim negara yang masuk grup E di World Cup 2010 adalah ...." [ada lima opsi negara yang kudu dipilih]. Dan aku bengong! Pertama, karena aku ga suka bola, kedua, aku baru ngeh kalo waktu itu lagi gencar-gencarnya World Cup di Afsel hoeeee ...tsamina2 e e waka waka e e ... hadeeh!!!

Setelah kira-kira sebulan lebih menunggu, aku lulus ^..^ Agak sedikit kaga percaya tapi AKU LULUS yeey!! . Dari 102.000an yang lulus admin, yang tersisa hanya 58.000 (separuhnya aja yang lanjut). Memang test yang paling banyak memakan korban

Maka mari lanjut ke tahap berikutnya yaitu Psikotes. Diadakan di bulan Agustus awal. Test ini terdiri dari beberapa bagian. Yang aku ingat sih: 
  • Test dari booklet. Dalam booklet ini ada pertanyaan dari matematika (lagi!!!!!), bahasa dan tentu test-tes gambar. Tapi untung saja test matematiknya hanyalah hitungan dasar (tambah, kurang, kali, bagi, bilangan, kuadrat dan lain2). Gambar-gambarnya asli bikin mual, tapi karena sebelum ikut tes ini aku uda pernah ikutan psikotest di tv one, jadinya ga kaget.
  • Clerk test atau apalah merupakan test untuk mengecek ketelitian kita. Kalo tidak salah kita harus mencocokan anggka dan huruf. 
  • Kraeplin test. Test yang satu ini bikin pusing, mual dan pegel tangan. Jadi nanti kita akan diberikan kertas sebesar kertas koran yang isinya angka semua bolak-balik. Kita harus menambahkan angka-angka tersebut. Ditengah-tengah kita ngerjain tuh penjumlahan, si ibu penjaga akan meneriakkan "garis!!" maka kita harus menggarisbawahi angka tepat dimana kita sedang mengerjakan. begitu seterusnya. Sebenarnya hitungannya mudah karena angka yang ditambahkan tidak lebih dari 1 sampai 9 (4+5, 6+7 dll)  dan hasilnya hanya 1 digit. misalnya 9+1 = 0, 5+8=3. gampang kan?cm banyaknya itu yang bikin cape.
  • Test menggambar. Test ini terdiri dari 3 bagian. Pertama adalah test melanjutkan gambar. ada 8 kotak dan di masing-masing kotak telah ada coretannya. Kita harus melengkapi coretan tersebut menjadi gambar utuh. nah di akhir sesi ini akan diminta memberikan urutan pada gambar sesuai dengan kesukaan kita. mana yang paling disukai dan mana yang paling tidak disukai. mana yang paling mudah dan mana yang paling susah. Setelah itu kita akan diminta untuk menggambar orang dan pohon.
  • Test kepribadian. ini lumayan mudah. Akan ada beberapa pernyataan dan kita harus memilih antara sangat setuju sampai sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Ngerjain soal psikotes itu gampang-gampang susah, karena yang dinilai adalah kejiwaan jadi memang sedikit susah untuk meningkatkan nilai kejiwaan. Yang diperlukan hanyalah latihan-latihan agar tidak kagok dalam menghadapi soal. Mungkin yang perlu diingat adalah
  • Dalam mengerjakan soal yang dari booklet, ingat waktu terbatas. jadi jangan terpaku atau penasaran akan satu soal. Bila terasa sudah sedikit kelamaan, tembak saja langsung. DOR [again!]
  • Cari di internet contoh soal-soal psikotest. Ini sangat bagus untuk latihan dan mengenal contoh2 soalnya.
  • Untuk kraeplin, bisa googling untuk mencari contoh soalnya. Kalo tidak salah ada rumus makro untuk word supaya bisa menghasilkan table angka2 seperti kraeplin test. tapi lupa nama linknya
  • Untuk membantu dalam mengerjakan kraeplin dan test ketelitian (clerk test kalo kaga salah) aku suka menyebutkan hasil atau angka yang perlu dicocokan. Memang dalam ujian tersebut kita diminta untuk tenang tapi bukan untuk diem kan . Cara ini  cukup membantu dalam mengerjakan soal macam ini. (aku jadi berguman sendiri waktu ngerjain soal: 2b, 4c, 7s; kalo yang kraeplin: 7, 12, 15, 9, 0 dll)
  • Dalam test kepribadian, jangan memaksa ingin terlihat seperti manusia sempurna. kalo orangnya cerewet, akan terlihat dengan sendirinya kok. apalagi kalo anda ga waras hehehe curcol
  • Untuk gambar, yang perlu diingat adalah kelengkapan, bukan bagus tidaknya. Kalo gambar orang ya jangan lupa rambut, alis mata, hidung, jerawat atau panu juga boleh . Sedangkan untuk pohon jangan lupa untuk menggambar akar, dahan, daun, dan buah. (aku gambar pohon rambutan dengan ukuran jumbo, sehalaman penuh hehehe).

Psikotes berlangsung dari jam 9 kurang sampai jam 1 lebih. Sumpah pengen muntah, lemes and pusing aku . Begitu tes selesai, aku langsung beli makan siang, mandi, and tewas di kasur kos dengan posisi yang mengenaskan [baca molor]. Bener-bener capek jiwa dan raga.

Sebulan kemudian [Oktober] hasilnya keluar dan aku lulus lagi Alhamdulillah....Dari 58.000an, yang lulus menyusut drastis menjadi sekitar 5000an. WoW!!! kalo ingat ini, aku sungguh terharu dan bangga sekaligus bersyukur banget. Test yang ketiga lebih mudah yaitu test kesehatan. Test ini terdiri dari :
  • pemeriksaan tinggi dan berat badan
  • pemeriksaan tensi dan detak jantung 
  • pemeriksaan mata (untung rabun politik-ku ga kedeteksi hihihi)
  • pemeriksaan buta warna atau tidak
  • pemeriksaan varises (silat help me alot here)
  • pemeriksaan mata (mata indah gini ga ada masalah donk)
  • pemeriksaan mulut

Selain pemeriksaan di atas, ada juga tes kebugaran, yaitu
  • Lari selama 12 menit di lapangan bola
  • Shutlle run (lari angka 8)

Meskipun hampir sebulan ga lari (gara-gara bulan Ramadhan), untungnya sisa-sisa TC silat masih ada. Untuk test lari aku jadi juara di grup aku (khusus cewek gitu). Aku berhasil lari sebanyak 5,5 putaran. Rata-rata cewek larinya kuat 2-3 putaran hehehe. (disini aku mulai meragukan jenis kelaminku hihihi). Yang perlu diingat dari test ini adalah untuk lari terus. Jangan pernah berhenti lari dan jalan. Ada peserta yang lagi hamil 7 bulan, dia ga lari tapi jalan cepat terus tanpa berhenti. dan subhanallah, dia lulus!

Sedangkan untuk shuttle run kita hanya perlu lari secepat mungkin mengelilingi dua batas kayu membentuk angka delapan. Harus bolak balik sekitar 4 kali.  Kalo yang tadi diitung jumlah putarannya, shuttle run diitung jumlah waktunya. Semakin cepat selesainya, semakin bagus. Dan Alhamdulillah, aku juara lagi di grupku hehehe

Setelah 1,5 minggu, hasilnya keluar dan lagi-lagi aku lulus. Alhamdulillah ya Rabb. Peserta yang tersisa semakin mengecil, hanya sekitar 2000an yang berhak melanjutkan ke tahap akhir yaitu test wawancara. Sebelum wawancara kita diminta untuk mengisi Daftar Riwayat Hidup di rumah dan membawanya pas wawancara. Dari daftar riwayat tersebut, sang pewawancara akan mengambil pertanyaan-pertanyaan. 

Waktu itu adalah saat-saat yang sangat menegangkan. Untuk Jogja sendiri hanya tersisa 400an peserta. Tempat wawancara kami adalah di aula gedung pajak DIY. Jadi di aula tersebut sudah diset meja-meja bundar sebanyak 8 meja yang ditata sedemikian rupa. Setiap meja ada dua kursi untuk pewawancara, dan satu kursi untuk peserta. Setiap peserta akan direkam tuh wawancaranya. Aku sendiri ditanya tentang pengalaman-pengalaman kerja. Seperti apa kerjanya, apa tugasnya, bagaimana sistem kerjanya, bagaimana cara menyelesaikan konflik di tempat kerja. 

Pertanyaan lucu yang sempet bikin aku nyesel jawab and ga bisa tidur malam harinya adalah "waktu kuliah dulu pernah bolos ga?" dan aku jawab "pernah." {sumpah dodol banget}. Tapi ketika ditanya kenapa, aku jelasin dengan sangat meyakinkan alasannya [kemampuan arguingnya disini diuji banget]. Satu lagi, soal organisasi, tu penting banget. Kita akan ditanya-tanya sepenting apa peran kita dalam organisasi. Bakal ketahuan kok mana yang aktif berorganisasi mana yang mahasiswa baik-baik [datang-duduk,dengerin dosen-pulang-bobo] hehehe. But thanks to Perisai Diri UGM, USEF UNEJ and ASA UGM. Karena ketiga organisasi ini bisa membuatku ngoceh macem-macem. hahaha

Lucu ya, aku kira wawancaranya bakal seputar soal keuangan dan ekonomi. Padahal aku uda menyiapkan diri dengan informasi ekonomi aktual (sampe bego belajar and search di internet) tapi ternyata ga muncul sama sekali  hahahahahaha. Dan pertanyaan klasik khas PNS adalah "siap ditempatkan di daerah-daerah seluruh Indonesia?". Mantab aku jawab tentu !

Kesimpulan untuk wawancara adalah:
  • Berpakaian sopan [jangan lupa mandi dan gosok gigi]
  • Bersikap sopan [jangan loncat-loncatan di kursi]
  • Simak pertanyaan dan "jawab" sesuai dengan pertanyaan [jangan ngaco]
  • Jadi diri sendiri [menurutku ini poin utama. aku bisa sampe disini karena dari awal aku selalu jadi diriku sendiri. saat wawancara pun aku tidak menjadi orang lain. aku tetep rame, kadang-kadang sedikit bikin joke sampe-sampe bapak-bapak yang ngewawancarai aku pun ikutan rame hehehe]

Rabu, 3 November 2010 pukul 00.00 dini hari, aku terbangun dari bobo suciku. Hari itu adalah hari kramat yang sudah aku tunggu-tunggu sampe sakit perut saking tegangnya. Pengumuman Kelolosan Tes Wawancara! Pelan aku buka situs www.depkeu.go.id klik pengumuman tes CPNS 2010. Harusnya aku bisa langsung ketik namaku di toolbar find, tapi aku ngelihat satu per satu. sensasi deg-degan, bahkan aku bisa dengerin suara detak jantung sendiri [ga akan pernah terlupakan]. Dan voila!! FITA NURMAYASARI ada!!! Luluuuus Subhanallah...Alhamdulillah...Allahu Akbar, seketika aku langsung sujud syukur, nangis bahagia dan berterima kasih atas keajaiban Allah ini. The next second, Telpon bundaku nun jauh di kampung halaman, persiapin resign dari kerjaan lama dan jejingkrakan di atas kasur.  

Dari 2000an peserta, yang dinyatakan diterima sebanyak 1.507 orang. Aku ditempatkan di Biro Komunikasi dan Layanan Komunikasi {Humas} Sekretariat Jenderal. kenapa berbeda dengan pilihanku waktu mendaftar? Dugaanku karena pada saat wawancara, aku super cerewet dan bertingkah agak sinting. Sungguh perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan. Kalo ada yang bertanya "kamu bayar berapa masuk Kemenkeu?", aku jawab "tidak sepeserpun!" Kementerian Keuangan RI telah melakukan Reformasi Birokrasi pada masa Ibu Sri Mulyani. Jadi memang segalanya dilakukan dengan transparan, bersih dan free. Usaha, doa, dan kerja keras yang sungguh-sungguh memang tidak akan sia-sia. So, buat kalian yang pingin jadi PNS, semoga tulisan ini sedikit membantu. Intinya jangan mikir macem-macem dulu selama tes berlangsung. Jangan minder, tetep santai dan jadi diri sendiri. 

 

Problematic World


Dunia kerja adalah sebuah dunia lain dari beberapa dunia yang dimiliki oleh seorang individu. Hanya satu kesamaan yang dimiliki oleh dunia kerja dengan dunia-dunia yang lain yaitu interaksi. Dalam dunia kerja terdapat individu-individu yang bergerak dengan ritme berbeda sesuai dengan kedudukan dan fungsinya dalam pekerjaannya. Interaksi selalu melahirkan konflik, dan tentu saja dalam dunia kerja kita akan menemui aneka ragam konflik mulai yang kecil sampe yang besar dan fatal. 

Nah, dalam dunia kerja saya yang sekarang pun saya temukan banyak konflik. Bahkan antar sesama bagian yang sama-sama baru [pegawai baru] pun ada konflik. Emang yah, segala sesuatu tu selalu berpasangan; bai-buruk, hitam-putih, positif-negatif dsb. Tantangan bagi saya di lingkungan kerja yang sekarang adalah bagaimana bersikap dan bekerja secara profesional dengan strategi yang baik. Sensitif dengan lingkungan sekitar dan beradaptasi dengan alami.

Ketidakpuasan, tersinggung atau sakit hati akibat dari lingkungan yang negatif dan ga kondusif semaksimal mungkin harus diminimalisir. Susah banget tuh, pernah suatu ketika saya geregetan dengan pekerjaan biro lain yang ga transparan dan berpotensi menimbulkan konflik. Biasalah, generasi tua yang tidak melek teknologi dan bawaan orde jadul. Rasanya tuh kayak ngelebihin PMS, like I wanna kill somebody!

Teori psikologi memang gampang-gampang susah untuk dipraktekkan. Takaran untuk berfikir logis dan menggunakan perikemanusiaan harus seimbang di titik tertentu saat menghadapi konflik dalam dunia kerja. Salah langkah sedikit saja, maka tamatlah riwayat anda. 

Konflik beriringan dengan energi negatif, jelas-jelas akan berdampak negatif juga. Getah dari energi negatif itu adalah penyakit psikosomatik, stres. Siapapun yang telah menderita dari efek fisik dari stres tahu bagaimana pikiran dapat mempengaruhi tubuh. Emosi negatif dapat melemahkan tubuh dan membuatnya lebih rentan terhadap penyakit. Belum lagi ledakan kemarahan dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan membawa gangguan saraf. Pentingnya efek psikologis penyakit tidak dapat diremehkan lo.

Maka mengalihkan fokus tidak hanya pada konflik semata adalah satu-satunya cara ampuh untuk membangun suasana positif pada diri sendiri. Pura-pura gila tetapi tetep aware dengan perkembangan. Dan saya selalu ingat pesan salah satu motivator ternama, "Kita memang tidak boleh hidup hanya melakukan yang kita senangi/sukai, belajarlah untuk melakukan yang penting walau tidak anda sukai."

I do learn to bring love and passion into my work everyday 'coz I feel young enough in this kind of world. Love and passion, that's the point!

Rubbish called Idealism


Bertolak dari rasa ketidakpuasan atas sikap seseorang pada sebuah permasalahan sepele dan remeh temeh, saya rasa perlu untuk menuangkan ini dalam blog sampah saya. Dalam tempurung kepala saya, yang namanya idealis itu sama dengan negatif, arogan, sak karepe dewe. Mungkin ini pengertian ababil yang asal-asalan, sotoy dan tidak berdasar. Oleh sebab itu saya berusaha mencari lebih banyak sumber dan referensi tentang idealisme. and here they are...
 
Ada yang berpendapat bahwa idealisme itu sebutan lain dari materialisme dan bla..bla..blaa...panjang beud kalo ditulis ulang disini. Yang jelas, idealisme, adalah sebuah visi ideal pribadi untuk sebuah hasil yang lebih mencerahkan. Mereka yang idealis rela berkorban apapun juga demi mewujudkan visinya yang dinilai sangat meyakinkan, menjanjikan dan nyata. Jadi jangan heran dengan seorang idealis yang selalu terbakar energi dan mentalnya terhadap sesuatu yang dia nilai bagian dari visi idealisnya. Gas poL-lah istilahnya.

Visi tadi lama-lama menjadi sebuah prinsip, dan kalau sudah berbicara soal prinsip maka berubahlah yang tadinya warna-warni menjadi hanya dua warna saja yaitu hitam atau putih, iya atau tidak, harus dan tidak harus. Inilah kemudian yang membawa seorang idealis menjadi tidak populer di antara non idealis. Mereka cenderung kaku dengan alasan memegang teguh prinsip sesuai dengan visi.

Menurut saya tidaklah salah menjadi seorang yang idealis. Mereka yang sukses rata-rata adalah kaum idealis. Akan tetapi, saya dapat melihat ada dua kelompok dalam dunia orang-orang idealis ini. Kelompok pertama adalah mereka yang idealis tapi terbuka di beberapa bagian, dan yang lain adalah para idealis yang rapat tertutup dari ide luar. Para idealis terbuka bisa terus berkembang dan terus berubah dan memperbaiki ide, visi dan prinsip sesuai dengan situasi dan kondisi. Sedangkan para idealis tertutup adalah mereka yang ngotot dengan ide, visi, dan logika dari jaman es sampe jaman teknologi. Mereka selalu berusaha mewujudkan ide,visi dan logika untuk mendapatkan kepuasan diri sediri ataupun kelompok dan hidup terkondisi pada keadaan yang sebagaimana dibayangkan dengan sedikit mengesampingkan sisi sosialnya.

Bukankah idealisme itu ide,logika dan visi jujur menuju ke arah ideal atau seperti seharusnya. Saya kurang setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa idealisme selalu bertentangan dengan realita, menurut saya realita menciptakan idealisme atau sebaliknya, jadi idealisme dan realita merupakan sahabat yang saling membangun. Akan tetapi yang terjadi kebanyakan justru kebalikannya. idealisme menjadi tertutup dan over.

Kalau boleh ngasih saran, siapapun anda yang merasa idealis sepatutnya mencurigai prinsip-prinsip, visi maupun logika yang kelewat dielu-elukan. Selalu dan selalu curigailah setiap prinsip yang anda anut. Tidak ada salahnya untuk melakukan rekonstruksi terus menerus. Evaluasi dan bangun ulang prinsip anda sesuai situasi dan hasil yang diperoleh. Karena sejatinya idealisme itu adalah sesuatu yang hidup. Berkembang sesuai situasi dan kondisi. Untuk hasil yang lebih baik tentu saja. 

Life is too handsome  to be messed up!!  

what kind of symbol on your jacket?

Ketika masyarakat majemuk berinteraksi dengan masyarakat lain yang berbeda budaya dan latar belakang, maka simbol-simbol verbal atau nonverbal secara tidak langsung dipergunakan dalam proses tersebut. Penggunaan simbol-simbol ini seringkali menghasilkan makna-makna yang berbeda dari pelaku komunikasi, walau tak jarang pemaknaan atas simbol akan menghasilkan arti yang sama, sesuai harapan pelaku komunikasi tersebut.


Simbol memiliki kesatuan bentuk dan juga makna. Sehingga simbol dapat dibedakan menjadi simbol-simbol universal, simbol kultural yang dilatarbelakangi oleh kebudayaan tertentu, dan simbol individual (Hartoko-Rahmanto, 1998 : 133). Berkaitan dengan teori-teori tersebut, kita seringkali men-generalisasikan bahwa simbol mewakili apa yang disimbolkan secara mutlak. contohnya saja, kalo seorang pemain bola mengenakan perekat seperti gelang di lengannya itu menandakan bahwa pemain tersebut merupakan kapten tim, anak memakai baju merah putih berarti siswa SD dsb.

Nah, saya baru menyadari bahwa setiap individu memilih secara sadar, setengah sadar bisa juga, pada simbol apa yang ingin dia lekatkan pada dirinya. Secara sadar, untuk menunjukkan jati diri dan eksistensi sedangkan setengah sadar karena ngantuk aja mungkin hehehe [mulai ngaco].

Ada dua peristiwa kecil yang membuat saya "melek" akan pentingnya simbol. Pertama, kejadian di sebuah mall kecil di Jember, Jawa Timur. Waktu itu saya hendak membeli sesuatu, perasaan saya ga enak karena saya merasa ada yang membuntuti saya. Saya berpikir dengan keras, utang bulan kemarin udah dilunasi, buku perpus uda dibalikin, kompor udah dimatiin...apa yang salah? Maka sayapun berinisiatif mempercepat langkah, ga seru aja kalo di tengah2 keramaian terjadi perkelahian antara si penguntit dengan sekuriti karena rebutan nganterin saya pulang *lho  

Ternyata doi juga ga kalah cepet nguber saya, dan waktu hampir naik eskalator pundak saya dijawil seseorang. saya menoleh:
"maaf, saya kira Fitria. Bukankah ini jaketnya Fitria? Dari Smuda kan?" kata mas penguntit.
"owh...Fitria tu kakak saya. Ni jaket emang punya dia hehehe biasa adik kan suka banget ngrampokin barang2 kakaknya," sahut saya malu-malu ketahuan minjem. 
"Iya, pantesan kok dari belakang ga mirip Fitri gitu. yauda salam ya buat kakaknya dari **** kelas **," si penguntit insaf and cabut meninggalkan saya.

Jaket kakak saya memang keren, paduan serasi warna biru donker [warna favorit saya] dengan krem. Ada bordiran mirip logo Slank [kupu-kupu] gitu, tapi kalo diamati bukan s-l-a-n-k tapi i-p-a-5. Modelnya pun lagi in, kayak Jaket yang dipake Nick Carter BSB di video klipnya as long as you love me. Bener-bener "nyeni" banget menurut saya kala itu. Bukannya jera, seingat saya tuh jaket berakhir dengan hilang entah kemana


Peristiwa kedua terjadi beberapa bulan yang lalu. Tepatnya ketika saya dan teman-teman [seangkatan] humas dapet pelatihan jurnalistik dari pak Anggito Abimanyu. Anggito Abimanyu adalah salah satu dosen ekonomi di UGM, setelah mengundurkan diri dari Kemenkeu, beliau aktif menulis dan kembali menjadi dosen di UGM. wew!! saya adalah salah satu penggemar beliau, selain ganteng [teteeep yaa] orangnya juga humble and yg paling penting cerdas banget. Beliau menjelaskan hal-hal yang berbau ekonomi dengan begitu simple dan langsung disertai kasus per kasus. Jadi meski saya ga pernah kuliah ekonomi, saya jadi agak "mudheng" gitu dengan apa yang terjadi dengan perekonomian dunia dan Indonesia. 

Pelatihan dilaksanakan di gedung AA Maramis, gedung peninggalan jaman Londo yang masih dirawat dan dilestarikan Kementerian Keuangan sampai detik ini. Karakteristik bangunan kolonial adalah berdinding tinggi, tebal dan kokoh. Membuat udara di dalam gedung dingin dan sejuk layangnya ruangan ber-AC. Nah, anehnya di ruangan tersebut malah dipasangin AC 6 biji yang brr....dingin gila! Untung saya bawa jaket ijo. Jaket dari komunitas silat yang saya akui lumayan hangat di musim hujan, panas banget di musim kemarau [ya iyalah..]. 
tampak depan

tampak belakang
Namanya juga jaket silat, di punggungnya ada tulisan Silat PD UGM, di bagian dada sebelah kiri ada lambang organisasi dan di lengan kanan atas ada logo UGM. Tidak bermaksud apa-apa selain kedinginan, saya pun pake tuh jaket. everything goes smooth till ... I thought he knew the logo. Saya seneng banget pak Anggito menegur meski ada candaan dikit di akhir "lho, yang dari UGM kok cuma satu??"


bersama Bpk. Anggito Abimanyu...


Setelah kejadian tersebut, saya mulai memperhatikan satu per satu jaket saya. Karena simbol, logo, apapun yang kita pakai pada akhirnya akan menunjukkan identitas diri si pemakai. Simbol dapat berdiri untuk suatu institusi, cara berpikir, ide, harapan dan banyak hal lainnya.Dan saya tidak mungkin membiarkan simbol yang "salah alamat" pada apa pun yang saya pakai. Salah-salah bisa dikira zaskia adya mecca, hanna tajima atau bahkan [bagi yg bener2 khilaf] bisa dikirain istrinya pangeran William....duh...


so, what symbol on your jacket then??

cekidot!!

Kalo lagi ga enak body alias sakit gini, paling enak cari hal-hal yang unik dan entertaining... berikut ini adalah foto2 dari berbagai sumber yang berhasil membuat aku mlongo sampe ngakak.

pic 1-mana lobangnya?
wadoh mbak...tampang boleh bule tapi gapteknya ngalahin yang buta huruf ckckckck

pic 2-terminal, air dan sandal
Apa jadinya kalo tuh terminal listrik tiba-tiba tenggelam?? zzzzz

pic 3-yang penting keangkut dah, sok atuh...
masihkah kereta tersebut bisa berjalan normal?


pic 4-mesranyaa....
Mungkin ini akan terjadi juga pada trans Jakarta dalam beberapa tahun ke depan...serius, aku pernah merasakan kegencet sedemikian rupa di kaca bus dan sejak saat itu aku berjanji ga bakal naik trans di rush hour

pic 5- Nah kalo yg ini Indonesia poenya jek
kalo terjadi kecelakaan, dijamin pengendara akan baik2 saja. karena sudah dilengkapi pengaman tumbukan yang ramah lingkungan (baca: sayur mayur) dari segala penjuru

hhh...manusia tu emang unik, kreatif dan nyentrik...


. . .


Mencintaimu sama seperti mencintai angin,
tak terlihat tapi sejuk dan merasuk ke dalam hatiku dengan cepat,
merindukanmu sama seperti menggapai bintang,
sulit tergapai tapi aku dapat melihat keindahannya,
menyayangimu sama dengan menggenggam salju,
hatiku kedinginan tapi kau mengalir begitu saja.

Saat apa yang kau cintai pergi, tetaplah tinggal.
karena percayalah, kesejatiannya akan menghampirimu pada waktunya.

~love doesn't hurt, people do~

Enam Kesalahan Manusia Sepanjang Masa


Filsuf dan negarawan Romawi, Cicero, menuliskan hal ini 2000 tahun yang lalu, bahwa sebagian besar manusia :
  1. Mengira bahwa kesuksesan pribadi bisa diperoleh dengan cara menghancurkan orang lain,
  2. Mengkhawatirkan hal-hal yang sesungguhnya tidak bisa lagi diubah atau diperbaiki,
  3. Karena kita tidak mampu menyelesaikannya maka kita meyakin-yakinkan diri sendiri bahwa pekerjaan itu memang tidak mungkin bisa dituntaskan,
  4. Berkonsentrasi pada hal-hal kecil dan menolak untuk menyingkirkannya,
  5. Mengabaikan kemampuan otak dalam menyelesaikan masalah dan tidak mengembangkan sikap rajin "membaca",
  6. Mendesak orang lain untuk hidup dan berpikir seperti yang kita kehendaki.
Benarkah Cicero?? Yang jelas, manusia dari awal terciptanya sampai detik ini mempunyai sifat lahiriah yang sama; rasa tidak puas tak berkesudahan, berkompetisi dalam perlombaan mikro kehidupan, dan meleburkan nilai demi nilai. Dan sadarkah kita bahwa manusia di jaman maju ini punya cara yang berbeda dalam menempatkan diri  dan dalam memanusiakan diri sendiri juga manusia lainnya.

kejahatan tak termaafkan: k o r u p s i

Kembali aku akan cerita pada kamu-kamu semua yang iseng baca tulisan ini, tentang pengalaman saya yang jadi korban kejahatan tak termaafkan KORUPSI! Kecil atau besar, bukan nilai rupiahnya yang menjadi tolak ukur, tapi niat dan perbuatannyalah yang berdampak sistemik (tssaaaahhh!!! muke gile).

Jadi, one day, aku mengajak teman, sahabat, ke Monas. Dia bilang seumur-umur ga pernah naik ke puncak monas (la iyalah, kurang kerjaan apa?). Maka dengan senang hati aku ngajakin doi ke monas hari Minggu. Nyadar kalo hari Minggu selalu rame, maka aku pun standby di lokasi pagi2 buta.

Untuk masuk ke tugu monas kita harus dua kali bayar tiket. yang pertama adalah tiket area pelataran monas. Harganya cukup murah, Rp,1,000 untuk anak2 dan Rp, 2,500 untuk dewasa. Setelah ngantri lamaa akhirnya aku dapet juga tiketnya. Nah disinilah aku jadi korban! Untuk 2 orang dewasa seharusnya cuma bayar Rp, 5,000 kn? Si petugas tiket (ibu2) memanfaatkan situasi yg ramai dan penuh sesak ini. Aku bayarnya pake selembar uang 50 ribuan. Trus dia bilang "ada seribu ga mbak?" Aku yg udah gerah luar biasa tanpa pikir panjang ngeluarin sekeping seribuan. Doski pun kasih kembalian.

ibu2 sebelah kanan tu yg malakin aku!!koruptor teri lu!
Sambil jalan aku jadi mikir, kok jadi bayar 6 ribu ya tadi aku? jelas2 harga karcisnya Rp,2,500. *bego bgt si kamu fietha ...!!!! Woaaa....aku kena palaaaak ........................................ ,,asyem, kudalumpingedanmintadsunaaat!!! Bukan soal uang seribu peraknya yg aku sesali, tp begitu mudahnya ntu ibu2 nipu para pengunjung. Bayangin jika dari satu orang doski ngambil uang 500 perak, 100 pengunjung=50 ribu.Dan aku yakin hari itu pengunjung 5 kali lipat banyaknya...


Loket kedua adalah karcis untuk naik ke puncak monas. Kita cukup membayar Rp,7,500 aja. Kali ini petugasnya jujur, ga pake tipu2 kyk yg tadi. Sebelum naik, di ruang luas underground terdapat deorama sejarah perjuangan bangsa Indonesia dlm dua bhs;Indonesia dan Inggris. karena semua materi tugu ini terbuat dari marmer, maka ruang bawah tanah pun terasa sejuk. Tak heran jika banyak orang yang "ngaso" disini.





Lorong bawah tanah


deorama
ruang underground yg adem2 gmnaa gt
Antrian pengunjung di satu2nya lift menuju puncak monas




dari puncak monas

masjid istiqlal dilihat dr monas

siapa suruh datang ke Jakarta

 Petugas penjaga lift yg tiap hari kerjaannya pencetin tombol 1,2,3,up and down :p



Kejahatan sempurna adalah kejahatan terorganisasi dan dilakukan oleh pengambil keputusan dari institusi legal. Institusi yang rentan untuk melakukannya adalah aparatus negara. Dan para petugas tiket Monas itu adalah bagian dari aparatus negara. Mereka adalah level terkecil dari ratusan atau bahkan jutaan aparatus yang disumpah untuk setia dan mengabdi pada negeri ini dengan jujur. Sekali lagi JUJUR. 

Seberat apapun hidup di Ibu kota, sungguh tidak dibenarkan siapapun dari kita untuk melakukan penipuan masal sekecil apapun. Kejahatan ini sungguh melukai hatiku. Aku tak bisa memaafkan tingkah orang ini, seorang ibu yang seharusnya memberi contoh baik. Kenapa sih bu harus mencari tambahan dengan cara tak terpuji seperti itu? Masih kurangkah gaji anda? tunjangan anda? atau memang anda telah kehabisan cara dan benar2 putus asa untuk menambah pundi2 kekayaan anda??

Sadarkah anda, bahwa anda telah menjadi sophistokrat? Bagaimana jika aparat negara menjadi penjahat?Anda baru punya "kekuasaan" sebatas dalam kotak berukuran 3x3 meter. Bisa aku pastikan anda akan menjadi monster sophistokrat jika anda berada di puncak kekuasaan yang jauh lebih WAH. 

Di berbagai ruang, institusi di republik ini telah dipenuhi sophistokrat.Apakah publik harus disalahkan karena membiarkan mereka berjaya? Prestasi besar mereka adalah membuat kebenaran menjadi hal yang seolah-olah benar. Negara macam apa sih ini??? 
generasi galau dan kacau :)






Ahh...monas, alunan lagu2 perjuangan yang keluar dari speaker di seantero ruangan menjadi senandung miris dan memilukan hati bagiku. Maafkan kami hai pejuang bangsa...