Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

It's not merely love story

For those who are always hiding behind something, you should see this video. It's about confidence, about the power of the heart to open up ...


I've just watched the video, and I do like it. Well made video and story to enjoy :) 

Kenmochi Chiemi

My Joyful Time @ Manado





otw to Bunaken

pose di dek depan is a must!

cheese
selalu ada penampakan di belakang saya *doh!

I love it




before snorkling

look at the coral, so beautiful, right?



After snorkling



we're happy

about to go home




Bunaken, hmmm I have to say, it was amazing place to visit. Taman bawah lautnya itu memang cantik dan mempesona. Sangat memanjakan mata, membuat kita kagum, menyadari bahwa kita ini cuma salah satu makhluk lemah. Anda akan banyak bersyukur dan memujiNya dengan melihat ciptaanNya yang luar biasa di Bunaken.

Bunaken itu seperti wanita berparas sangat Indonesia dengan pernak pernik berkilauan di sekujur tubuhnya. Masih terjaga, masih bersih, masih keren untuk diamati, untuk dikagumi...

Kenmochi Chiemi

Latihan Lagi?

Seorang senior di organisasi silat mengirim message di fb-ku. Mas Tio, PD lover dari Jember yang sekarang tinggal di Jakarta. "Mbok bantu-bantu nang pd..akeh remaja putrine nang SMP Malaka" (Ayolah bantu-bantu melatih, banyak remaja putrinya di SMP Malaka-kira2 begitu maksudnya dalam bahasa Indonesia :p). Wot?? Melatih? Hahahaha, kebalik, seharusnya aku yang dilatih karena uda setahun lebih udah ga pernah latihan. Menakutkan. 

Mas Tio memintaku untuk datang ke tempat latihan di gedung PLN blog M hari Selasa, Jumat malem atau Minggu pagi. hmm...seragamku ketinggalan di Jogja, sebenernya pengen sih latihan. Bagaimanapun juga, olah raga ini sudah membuatku jatuh cinta sejak jaman SMP dulu. Tak hanya olah raganya tapi juga kekeluargaan dalam organisasinya itu lho yang bikin selalu ingin kembali, kangen.

Lumajang, Jember, dan Jogjakarta menjadi tempat aku belajar silat. Bukan untuk gaya-gayaan, atau jadi jagoan, tapi aku pikir, olah raga ga cuma lari, renang, basket, atau badminton aja kan. Meres keringat dengan fun dan asyik adalah salah satu tujuan awalku ikutan olah raga ini. Kalo dipikir-pikir, lama juga ya ikutan olah raga ini, bayangin, dari SMP....wow. Jogja dan Jakarta, sama-sama insist untuk ikutan lagi and naik tingkat. Hakakakak, ga pede je mo naik tingkat lagi, selain uda ga pernah latihan, naik satu tingkat lagi means uda bisa diminta ngelatih. Dan itu yang aku belom bisa. Berasa ilmuku sangat jauh dari layak untuk ditularin ke yang junior, jadi sepertinya memang lebih seru kalo ikutan latihan aja alias DILATIH bukan sebaliknya hakakakakak



#edisi geje, Kenmochi Chiemi

My Spirit

"Karena dari awal aku join...sampe sekarang join ..., sampeyan adalah my spirit"

Kalimat itu seperti embun yang mendinginkan, sangat.
Membacanya membuatku terharu, jessss....di hati.
speechless
you've revived the spark though for a moment
heartily, thank you....



Kenmochi Chiemi

Thank You for Remembering Me


Di tengah hiruk pikuknya media yang memenuhi sebuah ruangan di gedung thamrin Bank Indonesia, ponselku berbunyi, ada satu pesan masuk. Tak langsung kubuka karena aku masih ngobrol sama salah satu wartawan media online. Pak Mentri tak kunjung muncul, acara jadi molor setengah jam dari jadwal.

Aku baru membuka sms itu ketika acara sudah dimulai. Guess what, ini sms dari teman lama. tak ayal, kami pun saling bertanya kabar, kesibukan dan juga rencana ke depan. Dia berada di Yogyakarta, dia pikir aku masih di sana. Well, honestly I'd love to go there but ... I couldn't. 

Sambil melihat FB dia bertanya ini itu, tentang nenekku yang sakit, tentang SK dan tes kesehatan, dan tentang operasi amandel. It was like years we've never talked, and yes we were. Sungguh menyenangkan "bertemu" dengan pribadi ini. Aku mengagumi cara berpikirnya, cara dia memaknai hidup dan caranya memecahkan masalah. Sangat dewasa dan sering aku tiru juga hahahaha

Someday, saat dia main ke Jakarta, dia berjanji untuk menemuiku. Aku sudah membayangkan betapa serunya pertemuan itu nanti. Teman lama yang sekian tahun lenyap, tentu akan membawa segudang cerita seru kan? Berbagi cerita secara langsung, sebuah aktifitas yang kurasa hilang dari diriku akhir-akhir ini (tentu saja selama di Jakarta). Dan janji temanku ini seperti menyadarkanku betapa kakunya hidupku saai ini. 

Mungkin aku sekarang uda mulai bertransformasi menjadi robot, rutinitas yang kian teratur, mobilitas yang monoton dan rasa malas yang makin menggila. Malas kemana-mana, malas ini males itu. Jadi inget curhatan seorang teman kerja yang ingin dimutasi ke daerah asalnya, Mataram. Dia mengeluh, betapa mahalnya hidup di Jakarta. Makan mahal, rumah mahal, bahkan waktu pun menjadi sangat mahal juga. Selalu aku bilang, manusia mungkin cinta dengan zona nyaman, tapi sudah nature-nya manusia untuk bergerak dan beradaptasi dengan situasi dan lingkungan yang baru untuk menciptakan zona baru. Dan ternyata adaptasiku di Jakarta ini boleh dibilang diujung kegagalan. Belum sukses hahaha....

Malah nglantur, intinya, sedikit "hai" dari teman itu ternyata seperti guyuran air zam-zam di tenggorokan yang kering. Menyegarkan, menyadarkan, membawa kesenangan. Terima kasih temanku sayang, for remembering me and sharing your story. You're so kind and special.


Kenmochi Chiemi

Problem, Care, Friend -Human


Jakarta tertutup kabut ketika aku menulis ini. hmm...seorang teman berkeluh kesah padaku tentang seseorang yang dia kagumi selama tiga bulan terakhir. Mereka bersahabat kemudian mencoba melangkah ke hubungan yang lebih dekat. Tapi hubungan lebih dekat itu hanya bertahan seminggu saja. Tanpa dia tau sebabnya, salah satu pihak memutuskan untuk kembali berteman saja. so easy, so simple.

Aku mengenal temanku ini berkarakter keras dan tegas. Dia ga pernah ragu untuk berargumen kala dia menangkap keganjilan yang mengusik hatinya. Sejak bersama dengan si "dia", temanku ini agak melunak sikapnya, menjadi sedikit mengalah, sedikit lembut. Ga heran karena perempuan yang dekat dengannya berhati dan berkarakter lembut. Begitu kontras dengan dirinya yang mirip preman hahahaha

Satu hal yang dia sesalkan, "Apa alasan sesungguhnya dia menginginkan kita berteman lagi?" begitu gumamnya. Penasaran dan tentu saja sakit. Aku hanya mendengarkan dengan seksama, mempersilahkan dia mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada di hatinya. Segala ganjalan yang mengganggu tidurnya, memporak-porandakan kinerjanya di kantor, dan mecengkeram hatinya dengan jutaan gelisah. G-a-l-a-u

Mereka berdua sama-sama temanku sesungguhnya. Kami bertemu, berkenalan dan akrab ketika kami menjalani prajab di Manado. Dua-duanya dekat, jadi ...aku berpijak di tengah saja. Aku ingin menguatkan dua-duanya, mendengarkan dua-duanya, merengkuh mereka berdua. Apa lagi yang bisa aku lakukan selain itu semua? Meski hanya lewat BBM atau nongkrong di parkiran kantor (kami beda unit, beda gedung tapi satu parkiran :p), kami bertiga masih menjalin pertemanan ini sebisa kami. Caring friend, no matter how, has made me human.

Masalah, berat atau ringannya adalah relatif. Relatif karena memang tergantung si empunya meletakkan masalah itu di keranjang yang mana. Di keranjang berat, rumit dan complicated atau membuangnya di keranjang ringan, sederhana dan penuh tantangan untuk diselesaikan. Dan masalah, selalu akan membawa si pemikulnya menuju kedewasaan. Bukankah sebatang besi harus dibakar dan ditempa ratusan atau bahkan ribuan kali untuk menjadi sebuah samurai yang indah, cantik dan mematikan?? :D

for my two friends, S and H

~Kenmochi Chiemi~


Spesial, istimewa, luar biasa

Di hari valentine, bagi anda yang merayakannya, semoga hari ini bukan hanya berlalu dengan perasaan cinta yang semu. Berakhir dengan beragam simbol semata seperti bunga, coklat atau hadiah lainnya. Saya tidak merayakan hari valentine, saya lebih memilih berkasih sayang setiap saat saja. Karena romantisme itu tak bertumpu pada satu hari saja. Berikut ini bentuk romantisme luar biasa yang ingin saya bagi dengan siapa saja yang kebetulan melihat dan membaca blog ini. Semoga bermanfaat.

Jika anak ini bisa membantu, mengapa "kita yang lebih baik" tidak?
Ia berjalan di depan meja "donation", kami berpikir: 'dia akan lewat...'

derm1

“Saya ingin menyumbang!”
Ia menuang koin dari mangkuknya.
Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu,
tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.

derm2

Kami semua tak bisa berkata-kata,
ia memberikan semua yang diperolehnya
kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.

derm3

“Saya masih punya uang.”
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.

derm4

Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar
dan … menyumbang!

derm5

Orang Bijak Mengatakan, 

” Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan,
Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain,
Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri 

agar menjadi lebih bahagia.


Temukan kebahagiaan dengan memberi “ *source

 

Sebuah Kisah Nyata Potret Bangsa

Seorang ayah menggendong mayat anaknya di KRL dari RS menuju makam karena tidak mampu membayar biaya ambulance
____________________________________________________
Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.

Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap.

Cerita di atas bukan fiksi, tapi benar-benar kisah nyata. Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa, sepertinya kita semua sudah tau dan mengerti apa yang salah dengan keadaan semacam ini. Manusia punya akal dan yang paling penting punya hati nurani yang sekotor apapun akal, nurani tetap menyuarakan kebenaran. Bersyukurlah karena saya, anda, kalian dan kita semua yang punya keadaan lebih baik masih bisa merasakan kenyamanan sehari-hari. Fenomena gunung es (baca: kemiskinan) ini  tak hanya terjadi di Indonesia saja, di belahan bumi yang lain juga sama. Ada yang kaya, ada yang miskin. semua berpasangan. Hanya ketajaman dan kehalusan hati nurani yang mampu menjaga semuanya tetap berotasi seperti semestinya. Memang harus ada yang miskin agar yang kaya tetap bersyukur dan tak lantas merasa dirinya jauh lebih mulia dari yang papa. Dan harus ada yang kaya agar yang belum kaya punya motivasi untuk bergerak dan melanjutkan hidup meraih harapan di depan seperti mereka-mereka yang cemerlang. Kita saling terkait, saling membutuhkan maka sudah sepatutnya kita lebih peka dan mau berbagi dengan mereka.

for my Indonesia,
Kenmochi Chiemi

Jika

"Jika ada anak panah yg menusukmu, berharaplah itu bukan berasal dari busur jenuhku"

Business Trip to Kendari, South Sulawesi

Haluoleo Airport of Kendari
Kendari,
Sekitar 3 jam terbang dari Jakarta, transit 45 menit di bandara Sultan Hassanudin Makassar, 45 menit terbang kembali ke Kendari. Deretan huruf terbaca HALUOLEO di atas gedung yang disinari matahari super terik. Nama bandara yang unik, Haluoleo kendari.

Kali ini aku mendapat kesempatan untuk memijakkan kaki di bumi Sulawesi Tenggara yang mungil. Kesan pertama yang aku dapatkan adalah p-a-n-a-s. Mata sampe berair karena paparan matahari ini begitu menyilaukan. Tak heran, mungkin karena itulah bandaranya dinamai Haluoleo, halu=delapan dan oleo=matahari.

Beruntung seorang teman kantor adalah putri daerah ini. Jadi aku dan 2 orang temanku lainnya tak perlu khawatir tersesat. Ibu dari temanku tadi sudah menunggu kami di pelataran bandara. Sangat hangat dan baik, menjemput dan mengantarkan kami ke hotel tempat kami menginap dan beraktifitas selama 3 hari di Kendari.

To be continued


Radio talkshow on Sindo Radio Kendari

Kendari Beach

KB-lovely

on duty-xixixi

Do I look like banner model or somethin'? hakakakak

Operasi Amandel

Here we go
Jumat, pukul 08.00 pagi setelah semalem dirawat, aku dibawa dari kamar perawatan menuju Ruang instalasi bedah lantai 2. Aku ga sendiri, di sana sudah menunggu 3 orang pasien lainnya dengan pembedahan yang berbeda tentunya. Setelah ganti baju operasi, suster membawaku memasuki lorong yang segalanya serba putih. Mirip banget kayak di film2 gitu. Sambil terus berdoa, mataku ga bisa berhenti mengamati detil lorong itu yang polos tapi misterius banget.

Masuk ruang operasi,
Setibanya di ruang operasi, aku manjakan mata ini dengan seisi peralatan operasi. Ada lampu bulet pipih super gedhe, alat deteksi jantung, selang, pokoknya semua alat-alat medis tertata rapi. Pertama-tama, tanganku dimasuki jarum infus, badanku dipasangi semacam kabel sebut saja alat deteksi jantung. Jadi aku bisa denger suara denyut jantungku sendiri, lagi-lagi kayak di tv. Semua orang dengan sigap bergerak sesuai dengan tugasnya. Seorang dokter kemudian menghampiriku, berbisik "berdoa ya dik". Trus si bu dokter bilang lagi, "ini agak sakit ya obatnya..."...setelah itu bu dokter menyuntikkan cairan itu di selang infusku, memang agak ngilu mengakar di tangan tapi setelah itu bip! Aku uda ga inget apa-apa lagi.

Sadar,
diantara dua dunia, aku bisa denger suara orang-orang di sekelilingku tapi aku ga bisa melek! Haduh, susah payah aku berusaha membuka mata. Ada rasa nyeri dan sedikit perih di tenggorokan. Sedikit demi sedikit kesadaranku balik lagi, tau-tau aku uda didorong menuju ke kamar perawatan. Operasi selesai, kata seorang teman yang nungguin, proses operasi hampir 2 jam. Ok, so it's done finally.

Ini dia amadelnya..hiiii
Di kamar,
"ini amandelnya fit," kata si Yuli. OMG, bentuknya bener-bener mengerikan. Ada yang suka bakso urat?? Hah, that's my amandel looks like. Dua bola yang satu kecil yang satunya agak besar sih, tapi overall dua-duanya termasuk besar untuk ukuran amandel yang normal. Hal pertama yang aku lakukan adalah minum air es sebotol penuh, nyeri, sakit, ga peduli. Katanya itu untuk membantu pembekuan darah di lukanya. Trus makan es krim. Sementara ini aku belom boleh makan yang kasar2 selain bubur. Bubur aja harus yang super duper haluuus....krn susah dapetin bubur halus, apa boleh buat, aku mengakalinya dengan makan bubur bayi, jeli dan yogurt. Hari ini obatku uda habis, tapi tenggorokan masih nyeri...harus sabar....

[Ke]Serakah[an]



Manusia memang diciptakan nyaris sempurna, hanya nyaris saja, berbeda sedikit dari makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Serakah, salah satu sifat yang mewakili ketidaksempurnaan manusia. Serakah, kalo kita melihat dari perspektif negatif [ini yang umum dilihat oleh kita] adalah sikap selalu ingin memiliki segalanya melebihi yang dimiliki, bersinonim dengan tamak. Boleh jadi saya, anda, mereka, kita semua sedang bergelut dengan sifat ini. Udah punya HP 1 masih ingin HP keluaran terbaru, udah punya motor, pingin mobil dst. Didorong oleh rasa tak terpuaskan yang membelenggu dan meronta ingin dituruti. 

Tapi kalo kita melihat serakah dari perspektif positif, tentu saja ini sangat baik. Terutama dalam kebaikan semacam ilmu pengetahuan, amal kebajikan, ibadah mendekatkan diri pada sang Pencipta, dsb. Bayangkan, jika anda punya sifat serakah pada ilmu pengetahuan, maka anda tidak akan pernah berpikir untuk berhenti belajar sampai kapanpun, mungkin sampai ajal menjemput? Merasa tak pernah cukup dekat dengan sang Maha Mendengar, merasa tak pernah berbuat baik pada sesama makhluk ciptaan Sang Maha Baik, sang Maha Romantis pencipta Cinta yang sebenarnya. 

Orang yang masih memiliki keserakahan menandakan ia masih merasa kekurangan dan dipenuhi kemiskinan. Kurang tak hanya materi tapi juga immateri. Hati manusia yang masih dipenuhi kesekarahan membuatnya hidup dalam kekurangan dan takut kehilangan. 
Dan tahukah anda, bahwa kehilangan sesungguhnya merupakan proses awal menemukan.


Kenmochi Chiemi