Pengalaman Jadi Digital Tribe Aroma Karsa - Dee

Hello you,

Kapan terakhir kali kamu baca cerbung alias cerita bersambung? sebagai generasi 90an, cerita bersambung kala itu hanya bisa dinikmati melalui printed media seperti majalah, koran, atau tabloid. Daya tarik cerbung terletak pada pemotongan akhir cerita di setiap serinya yang meninggalnya pertanyaan besar bagi si pembaca sehingga ada rasa gemes nungguin seri selanjutnya. Apapun genre tulisannya, ya ga?

Kini, di tahun 2018, era yang serba digital, adalah seorang penulis favorit yang dengan ide briliannya memunculkan kembali sensasi gemes-gemes kepo tadi melalui cerbung bukunya yang berjudul Aroma Karsa (AK). Sebelum printed editionnya dilepas di pasaran, si AK ini dibuat secara seri bersambung gitu melalui digital platform. Seminggu diterbitkan 2 kali hari Senin dan Kamis. Apart from the content, menjadi member of digital tribe of Aroma Karsa itu luar biasa mengasyikkan. Penulis kayak ngasih karpet merah gitu ke member untuk masuk ke ruangan pribadinya dan membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi member untuk bertanya, memberi koreksi jika ada yang typo, atau hanya sekedar berhaha hihi saja. Tribe ini dibentuk di akun facebook khusus yang selalu rame terutama saat-saat menjelang dan pas hari terbit. Komentarnya itu lo, seru-seru!

Jumlah member dig tribe ini konon katanya mencapai 2000 orang, bukan jumlah sedikit untuk proyek yang boleh dibilang baru di Indonesia. ga jarang setiap terbit ada aja error yang muncul, entah karena membludaknya entry/login member dll. tapi overall, kalo boleh mewakili member sih, aku merasa ini sukses banget. Bahkan kami mendapatkan privilege untuk bisa membeli versi cetak dengan harga diskon plus tanda tangan plus undangan launchingnya. keren ga tuh. kita kayak uda jadi keluarga dekat penulis aja *oke ini sedikit halu

Mbak Dee banyak banget nyeritain proses kreatif pembuatan novel AK ini. As usual, kekuatan tulisan seorang Dewi Lestari adalah kedalaman riset, pemilihan kata dan alur cerita yang luar biasa. Kalo buat aku sih, entah berapa kali aku nulis ini, membaca karya Dee selalu menghadirkan sensasi yang berbeda. Kenapa? karena dengan 3 kekuatan tadi, aku kayak ga bisa lagi membedakan mana yang fakta dan mana yang karangan. Perkawinan data dan imajinasi hasil racikan seorang Dee inilah yang memang ga bisa ditandingi lagi. *bow down to maksur

Dan ketika printed version-nya uda dilepas di toko buku, ada sense of belonging dari kami pembaca digital...kayak kita itu dilibatkan dalam proses kelahiran si jabang bayi baru ini. Pas nerima bukunya dari kurir tu kayak nunggu-nunggu kiriman dari pacar...deg2an, antusias, haru ..campur aduk.Kedekatan secara emosional ini ternyata masih perlu banget lo dipake sebagai strategi marketing. Kayaknya habis ini bakal ada cerbung-cerbung digital lain yang meramaikan dunia persilatan digital. Karena sangat relevan juga sih sama tuntutan jaman, dimana sekarang penggunaan kertas juga semakin dikritisi, dan orang juga uda pada baca yang digital semua melalui smartphone masing-masing.yekan




jadi, habis ini baca apa lagi yaa ....

Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Post a Comment