Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Habibie & Ainun the movie-review

pic taken from here


20 Desember 2012 adalah hari pemutaran perdana film yang aku tunggu-tunggu; Habibie dan Ainun. Sebuah film yang diangkat dari buku karya Bapak BJ Habibie, kisah nyata perjalanan hidup beliau dengan istri tercinta. Buku ini laris banget di pasaran karena kisahnya yang inspiratif dan juga mungkin karena pak Habibie sangat mendapat tempat khusus di hati masyarakat Indonesia, seperti aku yang sangat mengidolakan beliau berdua.

Skenario film ini disepervisi langsung oleh pak Habibie, sedangkan sutradaranya adalah Faozan Rizal. Cerita bermula dari awal tahun 1950an saat pak Habibie dan ibu Ainun masih duduk di bangku sekolah. kemudian berlanjut dengan masa-masa dimana pak Habibie kuliah di Jerman kemudian harus kembali ke tanah air dikarenakan terjangkit TBC tulang. Saat kembali ke tanah air itulah somehow Habibie muda bertemu dengan Ainun yang telah menjelma menjadi gadis yang menarik. Mereka langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, tak butuh waktu lama Habibie muda melamar Ainun yang kala itu sedang menjadi rebutan para pemuda di lingkungannya.Ainun menerima pinangan, mereka menikah kemudian langsung terbang ke Jerman. Di Jerman mereka harus menghadapi kerasnya hidup, himpitan ekonomi sampai2 pak Habibie ga bisa beli sepatu baru meskipun sepatu lamanya sudah bolong. Seringkali pak Habibie harus berjalan kurang lebih 15 km dari tempatnya bekerja karena uang yang tak cukup untuk naik kereta. Lambat laun kehidupan mereka berubah, pak Habibie menemnukan teknologi baru di bidang enginering tentunya, yang sangat mendapat apresiasi tinggi dari Jerman. Dari penemuan2 yang dipatenkan tersebut mengalirlah royalti. Hingga akhirnya Pak Habibie dipanggil pulang oleh Soeharto, menjadi menristek (mengasilkan N250 Gatotkoco), wakil presiden dan presiden (menggantikan pak Harto yang mengundurkan diri).

Cerita begitu mengalir runut, tidak membosankan, dialognya sesuai dengan karakter penulisnya: cerdas, ga bertele-tele, dan humornya juga elegan gitu. ga murahan. Biasanya kan film percintaan Indonesia itu dialognya terlalu dramatis, berlebihan khas sinetron, tapi di film ini semuanya juara.

Kekurangan film ini mungkin beberapa iklan produk yang bersliweran (sirup, biskuit, kosmetik), make up "tua" pemainnya yang kurang sempurna (ini memang persoalan film Indonesia) dan akting BCL yang menurutku kurang pas untuk Ibu Ainun. Kalo pemeran pak Habibie sih TOP, aku ga menemukan sosok Reza Rahadian di situ. Dia bertransformasi sempurna menjadi sosok habibie mulai dari cara berjalan, ekspresi, gaya bicara...semuanya sempurna.

Overall film ini sangat layak untuk ditonton. Ada banyak nilai positif yang bisa didapat dengan menonton film ini: sejarah, nasionalisme, semangat pantang menyerah, kasih sayang, kesetiaan dan pengorbanan tulus. Nilai-nilai yang semakin memudar di jaman sekarang.Satu hal lagi, pepatah yang mengatakan di balik pria sukses ada wanita hebat itu memang benar tapi dari film ini kalo boleh menambahkan, bahwa kesuksesan itu tercipta karena adanya kebersamaan yang kuat, manunggal, meski terpisah jarak dan waktu. Romantisme Habibie dan Ainun ini sungguh layak menjadi panutan bagi kita semua. Tak ada yang mudah, semuanya diraih dengan usaha dan kerja keras serta optimisme ke depan.

Selamat Menonton everyone ^.^

3 comments: