Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Indonesia vs Malay- Humiliation on BJ Habibie

Jadi ceritanya akhir-akhir ini Malaysia naik lagi pemberitaannya. Kali ini bukan soal rebutan batas negara atau penyiksaan TKW kita tapi soal menyinggung nama baik mantan Presiden RI, BJ Habibie.

Kalo kita mau mereview ulang, peristiwa apa aja yang bikin rakyat Indonesia meradang, sepertinya negara tetangga memang sedang demen banget nyulut api. what are those, check this out:

  • 1979-2002 Sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan
  • Mei 2004 Kasus Nirmala Bonat
  • Feb 2005  Ketegangan di perairan Ambalat
  • Okt 2007 Kementerian Pariwisata Malaysia menggunakan lagu Rasa Sayang-sayange dalam promo pariwisatanya
  • Agt 2009 Iklan Pariwisata Malaysia menampilkan tari Pendet Bali
  • Jun 2009 Ketegangan di perairan Ambalat terjadi lagi. polis Diraja Malaysia berkali-kali masuk ke perairan Ambalat
  • Agt 2010 Polis Diraja Malaysia menangkap Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau di perairan Tanjung Berakit, Bintan. Padahal tiga petugas tersebut sedang menangkap nelayan Malaysia yang masuk ke perairan Indonesia.
  • Okt 2011 Komisi I DPR RI menemukan fakta perubahan tapal batas negara di Desa Camar Bulan dan desa Tanjung Datuk Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat
  • Apr 2012 Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berdirinya Museum Kerinci di Malaysia
  • Jun 2012 Tari Tor tor dan alat musik Gordang Sembilan dimasukkan ke dalam Akta Warisan Kebangsaan Malaysia.
  • Okt 2012 Iklan "Indonesia Maid Now On Sale!!!! 40% Discount" muncul di kawasan Chow Kit, Kualalumpur
  • Sept 2012 Polis Diraja Malaysia menembak lima TKI karena diduga merampok.
  • Nov 2012 Tiga anggota polis Diraja Malaysia memperkosa TKW Indonesia di pos polisi di bukit Mertajam, Penang
  • Des 2012 Mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainuddin Maidin, menghina mantan Presiden BJ Habibie melaui tulisannya yang berjudul "Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim" di blog pribadinya dengan menyebut BJ Habibie sebagai pengkhianat bangsa,anjing imperialisme, penggunting dalam lipatan mantan presiden Soeharto (mungkin maksudnya musuh dalam selimut), penyebab pecahnya rakyat Indonesia, egonya amat tinggi dan bodoh (hallooooo...dia bilang  BJ Habibie bodoh????).*

Ni negara emang nyebelin banget. Mengutip di salah satu media massa Indonesia, "Pemimpin Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Datuk Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa pemerintahan Malaysia saat ini seperti Indonesia masa Orde Baru, demokrasi yang terhambat menjadi penyebab utama pemerintah begitu picik dan takut dengan reformasi". Kalo tuh negara sedang berkonflik politik, kenapa bawa2 tokoh Indonesia segala? Ini benar-benar tidak bisa diterima dan dibenarkan dari segi manapun.
"Saya seorang hanya wartawan biasa. Saya bukan orang kaya atau pejabat. Saya tidak ada hubungannya dengan pemerintah. Jadi tulisan itu tidak begitu besar sehingga saya harus meminta maaf. Jadi saya tidak harus memaksakan diri saya untuk menjadi sesorang yang diperhitungkan besar di Indonesia"-Zainuddin Maidin**
Tapi lihatlah tanggapan mantan presiden ke-3 RI melalui akun twitter @habibiecenter:
"Kalau ada yang menghina Anda, anggap aja sebagai sebuah pujian, bahwa dia berjam-jam memikirkan Anda, sedangkan Anda tidak sedetikpun memikirkannya"
Meskipun pak Habibie tidak menggubris serangan terhadapnya, deretan tingkah laku negara tetangga tadi cukup menggores harga diri saya sebagai bagian dari negara ini. Seorang teman dari TNI AL  menceritakan betapa prajurit kita yang bertugas di perbatasan sana begitu geram dengan Polisi Diraja Malaysia yang sepertinya sengaja membuat ulah dan memancing emosi prajurit kita. Senjata sudah saling mengarah, tapi Indonesia punya strategi yang tidak emosional. Aku bisa membayangkan, seandainya prajurit kita melakukan serangan duluan, bisa jadi Malaysia akan mengklaim pihak Indonesia-lah yang mengawali pertempuran. Mengumumkan pada dunia bahwa Indonesia negara yang suka berperang dan meninggalkan diplomasi positif.

Semuanya berpulang kepada pucuk tertinggi pimpinan kita. Mau pake cara yang seperti apa menanggapi ulah negara tetangga ini. Meskipun pihak Malaysia melalui duta besarnya menyatakan bahwa tulisan yang melecehkan mantan Presiden kita itu adalah pandangan pribadi dan tidak mewakili pandangan kerajaan Malaysia, menurutku pemerintah malaysia harus meminta maaf kepada negara dan rakyat Indonesia dan melakukan tindakan hukum pada Zainuddin Maidin. BJ Habibie sangat dihormati tak hanya di negerinya sendiri tapi di dunia internasionalpun beliau sangat diakui kapabilitasnya. Sebagai negara yang mengaku serumpun, harusnya menjaga sikap donk. Kalo terus-terusan bikin ulah gini, gimana bisa bekerja sama dengan sehat??


*source : Harian Republika 13 Des 2012
** http://news.detik.com/read/2012/12/13/071257/2117121/10/ini-alasan-eks-menteri-malaysia-menulis-artikel-menghina-habibie?nlogo


 

No comments:

Post a Comment