2018

Hello People,

Welcome to 2018, tahun politik kata para politisi dimana saatnya panggung sandiwara dimulai. Para tokoh sibuk memoles diri agar nampak menarik mempesona penontonnya. I started the year with kinda .... new hopes. Setelah melewati tahun 2017 yang terasa sangat melelahkan dan hampir menyedot habis energi positif yang dipunyai, saya berharap tahun 2018 ini (seperti kebanyakan orang di malam pergantian tahun) bisa jauh lebih baik, lebih ringan demi kesehatan jiwa yang berasa mulai terserang penyakit hati ini. Lelah.

Ritual membuat wish list tahun ini terlewatkan oleh satu dan seribu hal. Padahal wish list itu kan doa ya, dan semacam energi dasar untuk mengejar satu per satu keinginan dan harapan selama satu tahun ke depan. Penting, karena menurut saya wish list itu juga cerminan bahwa anda dalam keadaan sehat, sehat batinnya, sehingga punya spirit untuk menjalani apapun di tahun baru. Tapi yasudahlah....

Ada hal penting yang pengen saya highlight untuk siapapun yang baca tulisan ini. Pertemanan itu penting, tapi lebih penting menjaga rasa percaya antar sesama. Buat apa berteman, tapi seperti benalu. Tidak peduli sesekarat apa temanmu lantas kamu ga peduli dan menghisap habis sari-sari kehidupannya. Masih disebut temankah itu? Pertemanan itu bukan hanya seneng bersama tapi juga menguatkan jika salah satu sedang lemah. Bukannya malah memanfaatkan situasi untuk meraup untung sendiri. Masih pantas disebut teman?

Orang semacam itu harusnya dibuang ke laut aja. ga usah ditemenin, karena baginya hanya ada untung dan untung. sebodo amat dia bahagia dari derita orang. duh, untung bukan teman saya, tapi tetep saya kena dampaknya juga. Lelah...

Comments