Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Hai December


Dear You: Di Ruang Tunggu untuk Cinta

Suatu ketika di Ruang Tunggu untuk Cinta, Rindu dan Harapan pernah duduk bersama. Saling menggenggam jemari erat; mematri janji di atas keakuan perasaan yang merunduk pada keteduhan, juga cita-cita penyatuan.

Kini di Ruang Tunggu untuk Cinta, Rindu malah membuang wajahnya. "Aku takut terluka lagi!" lirih ucapnya. Di balik kelelahannya, Rindu masih ingin bertemu dengan Harapan yang telah ia tinggalkan. Harapan yang awalnya menumbuhkan tunas rindu bersemi dan merindang daun. Harapan itulah yang selalu menanak getarnya untuk terus mengeja rindu dan tanpa henti mencari majikannya ; Cinta!

"Dimana alamatnya?"
Di RUANG TUNGGU UNTUK CINTA, Rindu menghela bisu dan merasakan sendat di dadanya.
"Di sini!"
Harapan menuntun Rindu rebah di dadanya.
"Di sini, kita menanti!" 

*taken from Dear You-Moammar Emka, penulis yang ternyata melankolis juga...hahaha


Starting up this December with love, passion and a very high motivation to set my misterious puzzles 
Kenmochi Chiemi 

No comments:

Post a Comment