Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Berbagi Batin

Heiho…hari ini perasaan lagi seneng, sedih, antusias, kangen…campur aduk. Jadi baiknya aku nulis aja…topic yang sampai sekarang masih aku teliti xixixi Belahan Jiwa (soulmate).

Aku adalah salah satu dari kelompok manusia yang agak realistis…jadi menyoal belahan jiwa ini tadinya agak-agak ga percaya juga keberadaannya. Memang belum ada teori pasti yang mampu mendefinisikan dan membuktikan keberadaan belahan jiwa. Yang berkembang selama ini hanyalah definisi-definisi acak manusia yang berakar dari perasaan dan pengalaman pribadi. 

Membaca dari berbagai pendapat manusia tentang belahan jiwa, aku menemukan dua istilah yang mirip dan kadang sering ketuker-tuker, yaitu belahan jiwa dan jodoh. Sepintas dua istilah ini memang sama tapi kalo ditelisik lebih dalem lagi tetap ada bedanya. Selama ini kebanyakan kita mengira belahan jiwa itu adalah jodoh kita, pria atau wanita yang kita nikahi. Tapi apakah benar demikian?

Ada yang bilang, jodoh adalah sebuah ikatan, janji atau ikrar antara dua insan baik yang saling mencintai ataupun tidak. Aku setuju. Karena jodoh suatu ketika memang bisa berakhir tanpa alasan yang jelas. Kita bisa melihat dan mendengar berbagai kisah tentang sepasang kekasih yang menjalin ikatan selama bertahun-tahun, menikah, begitu romantis, begitu ideal, namun tanpa sebab yang jelas (atau mungkin ada sebab yang tentunya hanya mereka berdua yang tau) mereka harus berpisah. Selesai sudah jodoh mereka. Apakah itu bisa disebut belahan jiwa? Tentu tidak. Karena jodoh bisa putus atau selesai di sembarang waktu, tapi belahan jiwa akan selalu bertaut sampai akhir hayat. 

Belahan Jiwa, seakan berupa serpihan rahasia Ilahi… sulit untuk dimaknai tapi “cukup dirasakan." Soulmate adalah perasaan terdalam dari hakikat mencintai. Soulmate bukan hanya cerita kosong dan khayalan. Dia ada dan nyata, dia membuatmu jatuh cinta setiap saat … memberikan tenang dan damai yang bahkan hadir tanpa kau minta. Dia merasakan apa yang kamu rasakan, dia memenuhi pintamu meski kau tak mengutarakannya secara verbal dan dia selalu menyelipkan kerinduan untuk bertemu dan bersama.

Satu hal yang perlu disadari adalah bahwa belahan jiwa atau soulmate tak selalu dapat dimiliki, biarlah Tuhan yang penguasa semesta ini yang mengaturnya. Mungkin Dia akan mempertemukanmu dengan belahan jiwamu nanti di kehidupan lain. 

Aku punya Belahan Jiwa. Dia tetap ada ketika jiwaku dan jiwanya terpisahkan oleh sang waktu. Walaupun ragaku dan raganya tidak pernah menyatu… namun jiwa kami masih tetap merindukan harap bersatu dalam  kerinduan tak berujung. Aku yakin, terkadang jiwaku berpelukan dengan jiwanya walau hanya dalam dimensi waktu lain di relung hati atau ketika lelap membebaskan jiwa terbang entah kemana. Belahan jiwaku ada di sana, kami berbagi jiwa, berbicara dengan bahasa yang hanya kami saja yang mengerti … berbagi batin berdua …iya, berdua saja.

*Begitu jauh waktu kutempuh
Sendiri mengayun biduk kecil
Hampa berlayar, akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan

Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana
Juga tengah menanti tiba saatnya

Begitu ingin berbagi batin
Mengarungi hari yang berwarna
Dimana dia pasangan jiwaku
Ku mengejar bayangan

kian menghilang....

*penggalan lirik lagu pasangan jiwa- katon bagaskara
Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment