Today's Reflection
Ikhlas itu tidak lemah, ikhlas itu tegas, ikhlas itu bukan karena tidak ada masalah, ikhlas itu bukan karena masalahnya kecil, orang yang hebat itu meng-ikhlas-kan diri diatas masalah2 yang besar. Dia tetap memilih gagah, bersikap sebaik-baiknya; diatas seburuk-buruknya masalah, karena dia sadar Tuhan memuliakan orang yang memuliakan dirinya.
Ikhlas itu termasuk menerima; bahwa kita tidak mungkin 100% benar, seperti orang lain tidak mungkin 100% salah. Sehingga kalau kita dikhianati, tambahkan satu kata jadi “MERASA DIKHIANATI”.
Sehingga dikhianatinya belum tentu. Karena mungkin kita mempunyai alasan untuk ditinggalkan. Kita memberikan alasan pasangan kita untuk melihat wanita/pria lain yang lebih menarik daripada kita.
Kalau mau hidup bebas, menyanyilah seperti tidak
ada yang mendengar; menarilah seperti tidak ada yang melihat; dan mencintailah
seperti anda tidak akan terluka.
Maka hiduplah dengan bebas, karena kalau semua
burung yang menyanyi di hutan itu hanya yang suaranya baik; hutan itu akan sepi.
Maka menyanyilah, menarilah dan mencintailah
seperti anda tidak akan terluka.
Hati itu mempunyai kemampuan menyembuhkan yang
hebat sekali. Semua hal yang mengecewakan hidup, semua hal terindah dalam hidup
dan semua impian2 dalam hidup ini akan tenggelam dalam hati. Maka jangan
remehkan hati;
Dan gunakanlah kemampuan hati yang paling hebat,
yaitu kemampuan melupakan. Kalau kita ingat semua penghinaan yang kita
terima, kita tidak akan bisa hidup hari ini. Mengapa tidak kita gunakan
kualitas hebat dari hati ini untuk melupakan. Kalau mau melupakan yang buruk,
berfokuslah kepada yang baik.
Orang yang sangat mencintai, tidak mungkin tidak
cemburu. Karena cinta itu harus memiliki, orang yang mengatakan “cinta itu
tidak harus memiliki” itu orang frustasi.
Tidak mungkin anda bisa mengelola cemburu itu
tanpa logika. Orang cemburu akan kehilangan rasa percaya diri, ia menganggap
dirinya rendah, dan orang lain akan mengambil kekasihnya.
Jadi orang yang sedang cemburu, ia harus sadar
bahwa dia sedang kehilangan rasa percaya diri. Orang yang mau mengobati rasa
cemburunya, harus mengobati rasa percaya dirinya.
Kita menjadi kuat karena kita tampil lebih kuat
dari aslinya. Itu bukan perilaku palsu; itulah perilaku kita yang mensyukuri
yang telah ada, dan berusaha memantaskan diri bagi rahmat kekuatan yang lebih
besar.
Dan yang Maha Kuat akan menurunkan bala
tentara-Nya yang yang tidak terlihat untuk menyentuh hati setiap orang; untuk
mendengarkan dan menurut, sehingga kita jadi pelurus bagi pikiran orang lain,
penjernih bagi hati orang lain, dan peng-indah bagi perilaku orang lain. Bisa??
*mtgw
Comments
Post a Comment