Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

menembus dinding itu

Perpisahan merupakan hal yang paling dihindari manusia. Padahal kita sering mendengar sebuah kalimat klise "dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan", dan memang keduanya itu bagai dua sisi dalam satu koin; ada dan saling melengkapi .

Kita sangat menyukai pertemuan, karena di setiap pertemuan pasti ada ledakan-ledakan misterius yang menyenangkan. Tapi tidak dengan perpisahan. Sepertinya perpisahan merupakan pengecualian yang menyakitkan. Kita pasti akan berjuang dan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar bahkan bertahan mati-matian untuk terhindar dari perpisahan. Namun, sekeras apapun kita berusaha, jika ucapan selamat tinggal sudah terlontar, maka pada titik tersebut...segala perjuangan resmi berhenti.

Dan apakah sebab dari perpisahan? mungkin ada beribu alasan yang menyebabkan terjadinya perpisahan, akan tetapi bagaimana jika kita menyederhanakannya menjadi "mungkin memang sudah waktunya berpisah". Terdengar lebih bijak dan ikhlas menurutku. Buat sebagian orang, kalimat tersebut sangat dekat dengan sikap menyerah ... itu terserah masing-masing orang saja.

Ketika kita sudah di ujung perpisahan, yang harus diantisipasi adalah gelombang perasaan yang berpotensi memporak-porandakan benteng pertahanan yang sudah kadung terlihat kuat dan kokoh. Memaafkan, menerima, melepaskan adalah beberapa cara untuk menghadang gelombang tsunami berisi onggokan-onggokan emosi yang meledak-ledak. Caranya? itu yang sedang saya cari ... perpisahan bagi saya selalu menyakitkan, melebur perasaan menjadi kepingan-kepingan halus yang butuh waktu lama untuk mengumpulkan dan menyatukannya kembali.

Temukan kepingan-kepingan itu sampai utuh dulu baru melangkah kembali karena jika ada satu saja kepingan yang hilang, maka kamu tak akan pernah bisa lagi memaknai pertemuan dengan antusias. Perasaanmu sudah cacat dan kamu lumpuh meskipun seluruh dunia menggendongmu ...


No comments:

Post a Comment