Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Diantara dua

Next theme: Jika kamu boleh memilih, menikahi orang yang kamu cintai atau mencintai orang yang kamu nikahi by Farida

Walah, ga ada opsi lain ni farida? hehehe nawar.

Setelah melewati perjalanan permerah-jambuan yang berliku-liku macam sinetron negara ini, aku pilih opsi kedua deh; mencintai orang yang aku nikahi. Bukan karena uda terlanjur basah ya sudah mandi sekaliii *pake nada ini ya bacanya* tapi emang sengotot apapun usaha manusia untuk milih jodoh kalo Allah bilang enggak, yo ga bakalan jadi or berjodoh gitu sama inceran.

Pas jaman alay dulu, pengennya sekali pacaran (ups, maaf ya farida) langsung jadi bojo. Nah itu sih salah banget (ngaku), kalo dipikir-pikir dan dirasa-rasa memang harusnya apa-apa ga boleh terlalu ya. Terlalu berharap, terlalu cinta, terlalu sayang, terlalu ngotot, terlalu keras kepala, terlalu keras hati dan terlalu lainnya ujungnya bikin kesehatan jiwa terganggu hahahahaha.... sewajarnya (bukan seadanya), karena ga ada yang abadi (lama-lama gw bikin kuis nih, ada berapa lagu di tulisan gw ini).

Bagi yang masih jomblo, sebut saja jejes, iin, dan farida, kalo ga mau terguncang jiwa apalagi menangis manja, ya bolehlah yaa taaruf. Tapi kayaknya ini ga berlaku buat si jejes, bahkan meskipun laki-laki punah tinggal seorang doank ye jes wkwkwkwk.

Duh, sesungguhnya aku ga bakat nulis begini-beginian nih. soooo yeeaaaarrrsss agooo....uda jadi emak-emak, segalanya jadi lebih realistis ga terlalu baper. yak ini kata yang dari tadi aku cari, para jomblo, jauh-jauh dari baper ya kalo mau tingkat kewarasannya stay di level normal.

Demikian (makin ga jelas arah tulisan ini)

1 comment:

  1. Hihi, pengalaman mengajarkan ya mbak.. :D
    Semoga Allah memberkahi pernikahan mbak fita.

    ReplyDelete