Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Less is More

Yak, mulai deh masuk tema-tema ajaib “Hidup Sederhana” by Jejes yang tetep aja susah untuk dijabarkan. Perlu perenungan yang mendalam, sebelum akhirnya berani menuliskan hasilnya.
Jadi, kalo menurut saya pribadi, hidup sederhana itu dekat sekali dengan minimalisme. Tapi ini ga ada hubungannya sama art atau arsitektur ya. Sekali lagi ini cuma pandangan saya doang sih. Lebih gampangnya dan ngetopnya hidup sederhana itu sama kayak slogan less is more--bahwa kesederhanaan (simplicity) dan kejelasan (clarity) akan mengarahkan kepada desain (hal/pola) yang baik.
Berangkat dari definisi ini, kalo dihubungkan dengan kehidupan, less is more atau minimalisme boleh jadi jendela bagi kita untuk meraih kebebasan. Maksudnya kebebasan dari budaya konsumerisme, dimana ntu budaya kadang-kadang, sadar atau ga sadar udah bikin hidup kita jadi sempit dan nggak asyik, paling parah si bikin depresi, iya ga sih?
Konsumerisme beasosiasi dengan harta benda. Emangnya salah punya harta benda berlimpah? Yaa…ga ada yang salah sih dengan memiliki harta benda. Cuman soal perspektif aja. Semacam kalo ga ikut tren atau menyalurkan keinginan memiliki benda itu dosa banget gitu. Efeknya bisa jadi gangguan kesehatan, gangguan kejiwaan, dan kadang juga gangguan hubungan dengan sesama manusia. Dan nampaknya minimalisme membantu membuat keputusan dengan lebih sadar, lebih bermakna.
Jadi hidup sederhana bagi saya adalah (ini sotoy parah) hidup minimalis, hidup yang ga berlebihan, yang fokus pada apa yang penting, yang less is more, yang mendapat kebahagiaan tidak melulu melalui hal-hal (benda), tetapi melalui keseruan kehidupan itu sendiri *hasyeek. Ini tulisan saya dedikasikan buat diri saya sendiri aja deh, mengingat kadang-kadang eh sering ding, saya jadi shopaholic, blenjong benda-benda yang sesungguhnya ga penting-penting amat hahahaha….
Note:
Ada satu video yang saya temukan di facebook, tentang sedang boomingnya gaya hidup less is more di Jepang. Isinya testimony beberapa pelaku gaya hidup itu, dimana salah seorang dari mereka hanya punya 3 kemeja, 4 celana dan 4 pasang kaus kaki, atau ada juga yang jumlah barang yang dimiliki hanya 150 items. Bahwa dengan gaya hidup tersebut hidup mereka jadi lebih bahagia, dan lebih efisien. Silahkan klik tautan berikut ya kalo pengen kepoin tu video.
Terakhir, saya mau kasih puisi yang disusun oleh penyair Inggris terkenal bernama Robert Browning (1855) dimana terdapat frasa less is more


Who strive – you don’t know how the others strive
To paint a little thing like that you smeared

Carelessly passing with your robes afloat,-
Yet do much less, so much less, Someone says,
(I know his name, no matter) – so much less!
Well, less is more, Lucrezia.
Kemudian frasa keren ini sering dihubungkan dengan seorang arsitek dan desainer furniture bernama Ludwig Mies Van Der Rohe (1886-1969) , salah seorang peletak dasar arsitektur moderen dan pendukung kesederhanaan gaya (simplicity of style). www.phrases.org.uk/


Kali-kali aja ada yang iseng nanya asal usul less is more hehehehe (ini postingan paling berfaedah, mungkin karena bulan ramadhan ya *uhuk*)

2 comments:

  1. Tadinya gw mau post tentang video itu juga haha..

    ReplyDelete