Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Indonesian culinary

Masih di KRL otw pulang,ya ampuuun baru tau kalo di KRL aku bisa produktif...
Bayar utang arisan,temanya amel western, asia or indonesian food? Hayoo pilih mana??

Sebagai orang indonesia yang bayar pajak (eaa ga ada hubungannya), yang hidupnya masih uplek2 di negeri, yang sekali-kalinya dolan ke luar negeri cuma ke Singapur doank, ya ga berlebihanlah kalo aku pilih makanan Indonesia.

Alasannya?
1. Pilihannya buanyak. Tinggal disesuaiin sama selera.
2. Terjangkau, apalagi kalo belinya di mamang2 kaki lima atau mpok2 misbar (gerimis bubar/ warung ga pake tenda).
3. Bayar pake mata uang sendiri (♡ rupiah sangat)
4. Ga susah nyarinya, simple.

Emang makanan western ga suka? Mau sih makan, tapi itu opsi terakhir kalo makanan Indonesianya ga ada atau lagi di jalan kelaperan ketemunya sama western food.

Kalo makanan asia macam sushi? Mau2 aja,tapi ga tiap hari juga. Mahal cyiin, bisa bangkrut nista. Hahahaha

Jadi pada intinya, ak lebih cinta masakan indonesia ya. Banyakan manfaatnya daripada ruginya. Kecuali yang dicampur bahan2 kimia aneh itu yaa....duh kok jadi laper. Ujan2 gini ngebakso oke juga ya kayaknya, tapi takut dagingnya daging celeng,kuda atau tikus hiiiii....duh ini closingnya gmn yak? Bingung

No comments:

Post a Comment