Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Feminism, Secuil Ilmu dari American Studies


Seringkali aku terjebak antara Feminism dengan Womanism padahal keduanya sangatlah berbeda. Womanism lebih menitikberatkan pada culture sehingga dalam kajian ini tidak melulu berisi gender tetapi juga budaya. Kebalikannya, feminism merupakan bahasan tentang gender. Antara maskulin dan feminin, antara kedudukan perempuan dalam tataran nilai sosial, pokonya melulu soal perempuan.
Feminism memiliki tiga pendekatan berbeda:
Liberal Feminism
Dari akar bahasanya saja dapat ditarik kesimpulan bahwa feminism ini adalah yang paling bebas [liberal]. Pada tahun 1848 para perempuan Amerika mengadakan konferensi di Seneca Falls. Konferensi tersebut menghasilkan sebuah declaration of right and sentiment that all men and women are created equal [laki-laki dan perempuan diciptakan sama/sederajat]. Pada prekteknya, mereka bergerak dan berjuang dalam bidang politik.
Socialist Feminism
Merupakan gerakan feminism terbesar kedua. Kelompok ini berjuang dalam bidang sosial. Misalnya dalam rumah tangga, hak aborsi, pendidikan, jaminan kesehatan. Faham ini berkembang dari pemikiran Marx (Marxist thought). They focus on the relationship between the material condition of societies and the social structure and ideologies that flow from them. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang diperjuangkan kelompok ini bukan hanya personal [perorangan] tetapi sosial masyarakat.
Radical Feminism
Berikut adalah poin-poin penting gerakan paling keras ini:
1.      Sexual relation and sexuality as the center of their its feminist framework
2.      Men are the problem, womes as the solution
3.      American society is arranged by patriarchal
4.      It eager to do sexual, cultural and institutional separation from men  
5.      Women want to build their own society
6.      Women is allowed to marry woman
7.      Hierarchy is a key ingredient of male culture
8.      Women try to organize themselves non hierarchially, communally, and democratically. 
Perlu diketahui bahwa sebelum civil war, perempuan dibagi menjadi 3 kelompok
1.      Northern Women: maju, beberapa haknya sudah diakui, dianggap sebagai teman (oleh laki-laki), equal, subordinate dalam hal kekayaan, seorang ibu dapat mendidik anak dari usia 0-10 tahun.
2.      Southern Women: bertindak sebagai plantation mistress, yaitu manajer domestik, mengurus ribuan budak, dan southern belle
3.      Black slave: tidak mempunyai hak materi, hak atas badannya sendiri, hak pilih. Wanita adalah kepala keluarga.
*I got it from American Society and Culture Studies class at GMU  \(^o^)/

No comments:

Post a Comment