Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

SRI MULYANI DALAM BINGKAI POLITIK PRAKTIS


LUMPUR LAPINDO
29 Mei 2006
Tragedi Lumpur Lapindo di dekat area pengeboran Lapindo Brantas Inc. Milik grup Bakrie di Sidoarjo, Jawa Timur membuka babak baru perseteruan Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tidak ada dana di APBN 2006 dan 2007 untuk menanggulangi semburan lumpur itu. Berulangkali dia menyatakan, Bakrie yang harus bertanggungjawab. Di kemudian hari, Sri Mulyani mengijinkan dana bencana APBN 2006 digunakan untuk korban lumpur Lapindo.
PENCEKALAN PENGUSAHA BATU BARA
Agustus 2008
Kementerian keuangan meminta pihak imigrasi mencekal 14 pengusaha batu bara, termasuk petinggi Grup Bakrie, karena menunggak pembiayaan royalti kepada negara. Total seluruh tonggakan yang tidak dibayarkan sejak 2001 mencapai Rp.3,9 triliun. Pada 8 Oktober 2008, status cekal terhadap 14 eksekutif perusahaan batu bara penunggak royalti tersebut dicabut. Menurut Ditjen Imigrasi, pencabutan status cekal tersebut atas permintaan Menkeu Sri Mulyani. Alasannya, para pengusaha dianggap telah menunjukkan itikad baik dengan menyetorkan uang jaminan sebesar Rp.600 miliar ke rekening pemerintah pada 19 September 2008.
SUSPENSI PERDAGANGAN 6 EMITEN GRUP BAKRIE
7 Oktober 2008
BEI melakukan suspensi perdangan enam emiten dari Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, PT Bakrie & Brothers Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk.
17 Oktober 2008
BEI mencabut suspensi perdagangan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk. Harga saham tiga perusahaan tersebut langsung anjlok.
5 November 2008
BEI membatalkan keputusan membuka suspensi sesaat sebelum perdagangan sesi pertama dengan dalih atas permintaan pemerintah. Menkeu Sri Mulyani dikabarkan mengancam mundur karena kecewa atas keputusan Pemerintah soal pembatalan suspensi tersebut. Menkeu menghadap presiden pada pukul 23.00 WIB. Wapres Jusuf Kalla membantah kabar undur diri Sri Mulyani.
6 November 2008
BEI akhirnya mencabut suspensi saham PT Bumi Resources Tbk.
14 November 2008
Wapres Jusuf Kalla mengakui pemerintah membantu suspensi saham PT Bumi Resources Tbk dengan dalih melindungi perusahaan nasional.
SAHAM NEWMONT NUSA TENGGARA
Sebagai Plt. Menko Perekonomian, Sri Mulyani menolak keinginan Bakrie membeli 14% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara. Dia meminta seluruh saham divestasi dibeli perusahaan negara. Setelah jabatan Menko Perekonomian berpindah ke Hatta Rajasa, Bakrie melalui Multicapital bisa mendapatkan 75% dan 14% saham PT Newmont Nusa Tenggara.
BANK CENTURY
10 Desember 2009
Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Sri Mulyani mengakui ketegangan antara dirinya dengan Bakrie bermula ketika dia menentang suspensi saham Bumi Resources. Demikian juga pencekalan terhadap sejumlah petinggi perusahaan batu bara. Dia mengaku Aburizal Bakrie tidak senang pada dirinya.
3 Maret 2010
Sidang Paripurna DPR tentang menyetujui Opsi C bahwa terdapat kesalahan dalam pengambilan kebijakan FPJP dan PMS dan pelaksanaan kebijakan.
DIISUKAN MUNDUR
Januari 2010
Muncul kabar bahwa Sri Mulyani akan digantikan oleh kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Sumber yang dekat dengan Ketua Umum Partai Golkar menjelaskan, Aburizal Bakrie telah bertemu dengan Presiden SBY dan sepakat mengganti Sri Mulyani.
BOIKOT DPR
26 Maret 2010
Presiden mengeluarkan Surat Amanat Presiden No. R-21/Pres/03/2010 tentang penunjukan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai wakil pemerintah ke DPR untuk membahas perubahan APBN, yang semula hanya diwakili oleh Menkeu.
3 Mei 2010
PDI Perjuangan dan Partai Hanura meninggalkan sidang paripurna DPR yang membahas rapat APBN-P 2010 yang dihadiri oleh Sri Mulyani.
5 Mei 2010
Sri Mulyani mengajukan surat pengunduran diri sebagai Menteri Keuangan dan direstui oleh Presiden SBY. Terhitung mulai 1 juni 2010, Sri Mulyani menjabat sebagai Managing Director World Bank.
~My words~
I’m a huge fan of Ibu Sri Mulyani. She is the most briliant minister ever. Hanya karena politik yang kotor, srikandi bangsa ini harus “dibuang”. Sungguh negara ini merugi karena justru memenangkan politik kotor yang sarat akan kepentingan segelintir orang. Dulu bapak Habibie kemudian Ibu Sri Mulyani and who next?? Dunia mengakui kehebatannya tapi sungguh miris, di rumahnya sendiri dia dianiaya. Semoga pihak-pihak yang sekarang puas tertawa dan mengeruk keuntungan dimaafkan Tuhan dan dibukaan hatinya entah dengan cara apa. Yang jelas tak ada yang bisa melebihi “politik” Tuhan.
Glosary
Emiten : Pihak atau perusahaan yang menawarkan efeknya kepada masyarakat melalui penawaran umum
Suspensi: penghentian sementara perdagangan suatu saham di Bursa Efek. Penghentian ini dapat disebabkan karena permintaan Emiten sendiri atau merupakan keuptusan Bursa dalam rangka memberikan perlindungan kepada investor dan dapat pula karena pengenaan sanksi oleh Bursa Efek kepada suatu Emiten.

source. Media Keuangan Kemenkeu RI 2010

No comments:

Post a Comment