Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

MDGs dan Indonesia


Millennium Development Goals (MDGs) adalah nama untuk delapan butir tujuan yang disepakati 192 negara PBB dan setidaknya 23 organisasi internasional lainnya dalam Konferensi Milennium pada September 2000. Delapan tujuan tersebut disepakati harus diwujudkan dan dicapai pada 2015. Kedelapan butir tujuan itu adalah:
1.      mengakhiri kemiskinan dan kelaparan,
2.      pendidikan universal,
3.      kesetaraan gender,
4.      mengurangi kematian anak,
5.      meningkatkan kesehatan ibu,
6.      penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria serta penyakit lain,
7.      menjamin kelestarian lingkungan, dan
8.      kemitraan global untuk pembangunan.
Pemerintah Indonesia memasukkan MGDs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 karena isinya sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945, antara lain memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pertanyaannya, sejauh mana Indonesia berhasil mencapai MDGs yang juga merupakan amanat UUD 1945 tersebut?  
Berdasarkan pantauan MDGs Monitor, forum PBB yang dibentuk untuk melacak kemajuan tiap negara dalam implementasi MDGs, Indonesia baru menunjukkan prestasi di tiga sasaran, yakni mencegah kematian anak, kesetaraan gender, dan pendidikan universal. Untuk lima sasaran lainnya, Indonesia belum mencapai perubahan yang berarti. Sehingga Indonesia berada pada posisi rentan bersama Filipina, Nepal dan Papua Nugini dalam pencapaian MDGs. Padahal waktu untuk mencapai MDGs sudah tinggal sedikit lagi (lima tahun). Kita masih belum bisa mengungguli negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam, Bangladesh, India, atau Malaysia. Apakah ini merupakan cita-cita yang masih terlalu muluk bagi negara kita??

No comments:

Post a Comment