Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Communal Spirit in Fast and Furious 6

Jadi hari Rabu, 22 Mei 2013 kemarin adalah hari yang ditunggu-tunggu bagi penggemar aksi kebut-kebutan Dominic Toretto and his team, karena hari itu film ini diputar serentak sedunia. Demi menonton aksi mereka, tak segan aku bela-belain nuker jadwal piket di kantor demi Dom hehehehe *thank to Kukuh for switch

Pukul 08.30, aku uda duduk manis di kursi bioskop kesayangan. Animo penonton uda terlihat sejak awal, kursi penonton ludes tak bersisa dilalap mata-mata yang haus aksi balapan liar. Top. Nah, film diawali dengan potongan-potongan adegan pada seri 1-5 terdahulu. Ini bikin kita terpancing ingetannya dan rasanya pengen banget nonton ulang dari FF 1-5. Habis itu adegan diawali dengan aksi kebut-kebutan 2 mobil milik Dom dan Brian di jalanan yang suoer keren, jalanan yang meliuk-liuk di bibir tebing. Aku kirain mereka balapan buat taruhan tapi ternyata mereka balapan demi nyampai rumah karena Mia melahirkan. keren.

Dom, Mia, Bryan dan semua anggota tim yang lain sudah tenang dan nyaman itu tiba-tiba terganggu dengan kehadiran Hobbs, masih inget kan tokoh ini. Kali ini Hobbs datang bukan untuk menangkap Dom dkk, tapi dia malah minta bantuan Dom and the gang untuk nangkep sekelompok kriminal yang susah dilumpuhkan. Awalnya Dom ga tertarik, tapi demi melihat foto Letty (kekasih Dom yang sudang meninggal di seri ke 4) yang ternyata masih hidup, Dom pun menerima tawaran Hobbs.

Petualangan dimulai. Kelompok kriminal itu ternyata memang kelas tinggi. Mereka punya alat dan skill yang setara dengan Dom dkk. Mereka seperti melawan kembaran masing-masing. Seru.

Daya tarik untuk film yang berseri adalah pemainnya. Pemain yang konsisten sama, ga diganti-ganti. Jadi penonton ga perlu mikir dua kali lagi, tinggal menyambung pecahan-pecahan adegan dan cerita dari sekuel sebelumnya. Nah, inti cerita dari film FF 6 ini sebenarnya adalah semangat kelompok dan keluarga. Kebersamaan antar anggota keluarga. Aksi-aksinya juga lebih keren, meski banyak juga tebaran humor di sana-sini, pas waktu berantem ..wuiih tegang gilak, tahan napas deh pokoknya.

Karena penjahatnya dibuat sangat kuat di seri ini, maka aksi kebut-kebutan plus berantemnya juga lebih dahsyat. Sisi melankolis Dom dikuras habis di sini. Yang bikin sedih adalah, tim berkurang satu, Giselle si sexy penembak jitu and pacarnya Han tewas karena ngelindungi Han (so sad either romantic). Trus karena Letty uda balik, Elena yang selama ini nemenin Dom (polisi wanita Brazil) harus pergi kembali bertugas setelah dosa-dosa mereka dihapus oleh negara. Padahal aku lebih suka Dom sama dia :p

Oiya, jangan lupa aksi si Joe Taslim (sebagai Jah), aktor Indonesia yang ga kalah keren sama pemain-pemain kelas dunia itu. Porsi bermain Joe Taslim ga sedikit, ga cuma jadi tempelan aja. Meski jadi pemeran pendukung antagonis alias musuhnya Dom, kemampuan bela dirinya ditunjukin maksimal di adegan duelnya lawan Han dan Roman plus beberapa polisi di stasiun bawah tanah London. Dia juga ga cuma berantem, di aksi kebut-kebutan, Joe juga ikutan jadi pemeran "utama" dengan jadi operator tank. Dan yang bikin penasaran, ada dialog bahasa Indonesia juga disitu meski cuman dikit yaitu di menit ke 30 (kalo ga salah) waktu kejar-kejaran pertama  di dalam terowongan, si Joe bilang "hantam mereka, Vegh!".

Overall, penonton ga akan rugi deh bela-belain ngantri dan ngerogoh kocek untuk nonton FF 6. Rating 9 deh untuk Film ini!!!!! Puasss

No comments:

Post a Comment