Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

kejujuran: sakit atau indah?

"Musuh utama kejujuran bukanlah kebohongan. Melainkan kepura-puraan. Baik pura-pura jujur atau pura-pura berbohong." 

Dalam bahasa sehari-hari (yang diambil dari salah satu agama samawi) ketidakjujuran biasa disebut perilaku yang munafik. Bagaimana rasanya menjadi orang yang munafik? Saya yakin 100% dari setiap orang yang (mungkin nantinya) membaca tulisan saya ini pernah menjadi orang munafik. Kalau boleh saya berbagi bagaimana rasanya...hmm tidak nyaman, beban, ruang gerak berfikir menjadi sempit dan berpotensi menimbulkan penyakit; baik psikis maupun fisik. 


Dengan berpura-pura kita akan mengingkari dua hal, yaitu kejujuran dan kebohongan. Saat melakukan dan terus masuk ke dunia kepura-puraan, maka kita tidak sadar bahwa itu adalah pura-puraan. Dunia kepura-puraan sangat menarik dan indah dari luar, begitu saya memasukinya ... wuzz saya tersiksa sedikit demi sedikit, detik demi detik. Maka yang saya lakukan adalah membuat satu keputusan penting, jujur.

Jujur itu seperti bernafas. Tidak usah belajar terlebih dahulu bagaimana memulainya. Sangat sederhana, semua bisa melakukannya. Saya suka ngobrol dengan siapa saja, dari kalangan mana saja, tentang apa saja, borderless, tapi untuk hal-hal tertentu saya lebih suka menuliskannya. Menurut saya tulisan itu lebih agung, lebih abadi, lebih indah, menyentuh, bebas dan satu lagi; jujur. Maka, jika anda tidak mampu menyampaikan butiran kejujuran lewat kata-kata verbal bukan ide buruk jika anda menulis kemudian menyampaikannya dengan hati-hati dan tulus.

Jujur adalah merupakan doa. Bagi saya, jujur itu juga sebuah doa maha suci yang mewakili keilahian dalam diri manusia. Ada sebuah kalimat penuh energi yang dilafadzkan oleh orang India ketika bermeditasi (saya menemukannya dalam sebuah novel bagus) "Om Namah Shivaya", saya menghormati keilahian yang berada dalam diri saya. Jadi, ketika anda melakukan sebuah kejujuran, anda menjadi duta ilahi di muka bumi ini. dahsyat ya? berbanggalah menjadi orang yang jujur.

Jujur adalah nafas bagi setiap manusia yang melakukannya. Sehingga tidak ada alasan satupun bagi manusia untuk mengingkari kejujuran. Sekali lagi-saya ingin berbagi pengalaman lewat tulisan ini- ketika saya telah menyampaikan kejujuran yang saya pendam beberapa tahun dengan alasan tidak mau membuat segalanya berbeda jika hal terebut terkuak ... ada aliran hangat yang mengalir dalam tubuh saya. Kehangatan yang indah, murni dan membuat otot-otot di wajah saya bereaksi secara spontan membentuk sebuah senyuman tulus dan lega. Plong, damai, tenang dan enteng sekali rasanya. Sensasi yang luar biasa dan jujur keluar dari hati dan reaksi tubuh saya. Apakah kejujuran juga membawa kesedihan dan rasa sakit? hmm ... saya hanya bisa menganjurkan pada anda untuk tidak mengawinkan kejujuran dengan harapan. just be honest ^o^ 



ps: buat "K", terima kasih telah membuat saya berani memeluk kejujuran.

4 comments:

  1. Tulisan yang ini bagus, mbak... Karena aku sendiri lebih suka tulisan bebas tentang kehidupan sehari-hari soalnya. Lebih orisinil. Aku sebenarnya ingin bisa menulis yg bagus. Sayangnya masih sering males. Hehe... Kalo seandainya sehari bisa menghasilkan satu tulisan, tak kira beberapa tahun kedepan kita bisa jadi profesional. Semangat menulis mbak.

    ReplyDelete
  2. horee...ada yg komen2. many thanks 4 Malik. Baiklah, ak akan coba nulis lebih banyak lg kisanak hahahaha ^,^

    ReplyDelete
  3. yap.. kebenaran itu sederhana adanya..

    ReplyDelete
  4. simplicity is beautiful..yap, kebenaran memang sederhana -o(^_^)o-

    ReplyDelete