Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Mikrokosmos Menjadi Semesta

Saya percaya bahwa setiap manusia diciptakan unik dan kreatif. Setiap kita selalu punya keinginan untuk membuat sesuatu yang berbeda, yang langka, yang heboh, menyenangkan atau membanggakan mungkin? Saya adalah manusia, jadi saya juga punya keinginan untuk membuat sesuatu donk. Saya menyebutnya "semesta".

Jangan berpikiran saya sudah sinting karena berlagak seperti Yang Maha Pencipta, semesta di sini adalah dunia saya yang unik, yang ingin saya set sedemikian rupa sehingga nyaman untuk ditinggali, untuk dikunjungi dan untuk dirawat selamanya. Semesta adalah hal yang sangat besar dan kompleks, maka sebelum itu terwujud, saya memulainya dengan mikrokosmos.

Mikrokosmos saya maknai sebagai sebuah dunia kecil yang di dalamnya ada awan, matahari, udara, mineral, tanah, waktu, dedikasi, cinta, ada pengetahuan, ada berjuta emosi, dan curahan isi pemikiran pembuatnya. Seluruh isi kosmos ada di situ. Dan saya ingin membuat mikrokosmos saya sendiri yang bebas polusi, yang sehat dan ramah terhadap siapa saja yang ingin berkunjung. Saya, dan hanya saya saja designer-nya. Jika suatu hari nanti ada yang mau dengan suka rela membantu saya, maka mungkin saya akan menyelesaikan proyek mengagumkan ini dengannya.

Dalam ajaran China dikatakan, "untuk mewujud menjadi sebuah bentuk, segala sesuatu membutuhkan sesuatu yang lain." Begitu pula mikrokosmos saya, saya membutuhkan pohon, air, awan, matahari, gunung, semuanya tanpa terkecuali. Maka saya pun mengumpulkannya sedikit demi sedikit dengan sabar. Seingat saya, saya mulai mengumpulkan setiap elemen sejak berusia lima tahun (percaya atau tidak, imajinasi saya sudah bertumbuh sejak saat itu).

Seperti ingin membuat lukisan bernilai milyaran dari kepingan-kepingan puzzle yang tersebar di penjuru dunia, setiap ada keping puzzle yang berkilau,unik, menarik dan menggelitik jiwa, saya memungutnya kemudian mematut-matutkannya. Berpikir keras apakah keping ini cocok untuk direkatkan dengan yang lain. Begitu seterusnya, tak jarang saya memutuskan untuk membuang satu, dua, bahkan lima keping puzzle yang kadung saya rekatkan sebelumnya. Sakit hati, kasihan, ga rela, bahagia atau lega saya rasakan ketika melihat kepingan-kepingan puzzle "gagal" itu berakhir di kotak bertuliskan "produk gagal" yang merana teronggok di ujung kamar.

Setiap hari saya membuat evaluasi, sejauh mana mikrokosmos saya sudah dibangun. Membuat revisi disana sini, berkonsultasi dengan siapa saja yang saya anggap keren, jujur, dan brilian. Ini proyek egois saya, jadi saya ingin segalanya dibangun dengan sungguh-sungguh dan baik. Kadang saya ragu-ragu, kadang saya optimis tapi detik berikutnya jadi pesimis, kadang terkagum-kagum dengan hasil kerja saya, kemudian saya tersungkur di hadapan Tuhan untuk berterima kasih dalam senyum dan derai air mata yang menganak sungai. Sungguh, proyek ini sangat menyenangkan, penuh misteri dan memanfaatkan semua potensi dan energi saya. 

Saat ini, mikrokosmos saya baru mencapai tahap 60%, hmm...masih 40% lagi menuju sebuah mikrokosmos yang utuh. Saya terus mencari kepingan-kepingan elemen lainnya. Perjalanan masih panjang dan misterius. Jika anda menemukan salah satu elemen kosmos yang saya cari, tolong beritahu saya ya (._.")7 saya akan menunjukkan pada anda, betapa ajaibnya merangkai potongan puzzle itu dengan yang lain.

*di luar sedang hujan lebat, mungkin langit ingin menghadiahi saya satu elemen kosmos lagi* 

2 comments:

  1. Jangan lupa untuk menyelaraskan mikrokosmos dg makrokosmos. Kalo tidak selaras seluruh puzzle yg sudah mulai disusun bisa dipastikan hancur berkeping-keping sebelum menyatu dg utuh.
    Semua memang saling terhubung dan penuh dg keteraturan. Kalo salah menghubungkan, puzzle yg sudah terlanjur disusun harus dibongkar ulang kemudian ditata kembali. Bergulat dg waktu lagi.

    ReplyDelete
  2. selaras...susah banget membuat puzzle2 itu selaras. uda ratusan kali bongkar pasang..hmmm thanks malik atas komennya (^^)

    ReplyDelete