Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

[Ke]Serakah[an]



Manusia memang diciptakan nyaris sempurna, hanya nyaris saja, berbeda sedikit dari makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Serakah, salah satu sifat yang mewakili ketidaksempurnaan manusia. Serakah, kalo kita melihat dari perspektif negatif [ini yang umum dilihat oleh kita] adalah sikap selalu ingin memiliki segalanya melebihi yang dimiliki, bersinonim dengan tamak. Boleh jadi saya, anda, mereka, kita semua sedang bergelut dengan sifat ini. Udah punya HP 1 masih ingin HP keluaran terbaru, udah punya motor, pingin mobil dst. Didorong oleh rasa tak terpuaskan yang membelenggu dan meronta ingin dituruti. 

Tapi kalo kita melihat serakah dari perspektif positif, tentu saja ini sangat baik. Terutama dalam kebaikan semacam ilmu pengetahuan, amal kebajikan, ibadah mendekatkan diri pada sang Pencipta, dsb. Bayangkan, jika anda punya sifat serakah pada ilmu pengetahuan, maka anda tidak akan pernah berpikir untuk berhenti belajar sampai kapanpun, mungkin sampai ajal menjemput? Merasa tak pernah cukup dekat dengan sang Maha Mendengar, merasa tak pernah berbuat baik pada sesama makhluk ciptaan Sang Maha Baik, sang Maha Romantis pencipta Cinta yang sebenarnya. 

Orang yang masih memiliki keserakahan menandakan ia masih merasa kekurangan dan dipenuhi kemiskinan. Kurang tak hanya materi tapi juga immateri. Hati manusia yang masih dipenuhi kesekarahan membuatnya hidup dalam kekurangan dan takut kehilangan. 
Dan tahukah anda, bahwa kehilangan sesungguhnya merupakan proses awal menemukan.


Kenmochi Chiemi

2 comments: