Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Pulang ke Kotamu 2

Hari kedua di Yogya, pagi-pagi sekali aku bangun dan mempersiapkan diri untuk acara di sebuah sekolah kejuruan yang terkenal di kota pendidikan ini. Ada sedikit pertanyaan menggelitik tentang, why this school? Bukankah ada banyak sekolah lain yang oke di Yogya? Kenapa SMK, kenapa bukan SMU? Atau kenapa  bukan sekolah kejuruan kota tetangga yang sempat terkenal karena berhasil membuat mobil??

Pertanyaan itu terjawab saat aku tiba di sekolah tersebut. Bangunannya sih biasa aja tetapi kemampuan siswanya sangat luar biasa. Mereka bisa membuat orkestra mini yang menurutku levelnya uda bukan siswa lagi, tapi level mahasiswa! Wew....keren beud. Sungguh, aku lebih bangga siswa-siswa seperti mereka daripada yang suka tawuran kayak di Jakarta. Tugas siswa itu adalah mengeruk ilmu seluas-luasnya. Bukannya adu jotos ga jelas kayak di ibu kota. eh balik ke SMK, jadi ADB memberikan bantuan dana kepada 90 SMK se-Indonesia untuk perbaikan fasilitas dan peningkatan mutu sekolah. Acara berjalan lancar meski sempat molor. overall, aku puas dengan semuanya :)

mini orchestra, awesome!


Sepulang dari SMK, aku masih harus ngerjain kerjaan kantor yang deadline hari itu. Aku ngerjain dengan buru2 pake internet hotel, dan betapa nggondoknya aku ketika temenku bilang "Eh fit, aplikasi IKUnya diperpanjang sampe tanggal 15 Okt, jadi kalo lo ga selesai hari ini ga papa kok". OMG, padahal sedikit lagi aku selesai. Tau gitu tadi aku jalan-jalan aja tadi. hadeeeuuh..... >,<

Ba'da maghrib, Malik sms. Aha, kebetulan...aku minta jemput doonk xixixixixi biar bisa main ke UKM. yes saudara2, ga ada tempat lain yang wajib dikunjungi di Yogya selain UKM ini. Apa kabar kalian teman2, begitu gumamku di hati dalam perjalanan menuju UGM. Tak ada yang berubah dari jalanan malioboro, tak ada yang berubah di boulevard UGM. Semuanya masih sama, sedikit kecewa sih....karena itu berarti Yogya tidak mengalami perkembangan yang berarti. Tersalip oleh kota tetangganya, Solo.

Memasuki areal UKM
Redup, sepi, dingin. kemana manusia2 silat yang suka berkumpul di sini?? Sayup kudengar suara mas Bahri, pelatih kami tercinta :p,  syukurlah beliau belum pulang. Dan ... "Assalamualaikuuum.....hai semuaaaa...." teriakku. 2-3 detik semua mata beralih padaku...."Mbak fitaaaaa....." suara Esti, si tomboy yang tempo hari BBM dan berkeluh kangen latihan bersamaku. Kusalami satu per satu mereka. Hanya ada 5 orang saja di ruangan kecil itu. Mana yang lain ya?

"Mbak, ayo maeeem....angkringaaan," rengek Esti. "Hayuuk", sahutku. Angkringan mas Yanto langganan kami memang tiada duanya. Aku kangen es jeruk kecut bikinan doi. Bergegas kami pindah tempat. Makan, ngobrol, ngakak, seru. Meski tak sebanyak dulu personilnya, tapi cukuplah mengikis kangenku akan suasana hangat "teman". Tak lama kemudian mereka harus latihan, aku hanya nonton aja. Setahun lebih aku uda ga pernah lagi bejibaku dengan olah raga tradisional ini. Tiba-tiba, seorang teman datang. Yeah, mas Imam alias si Hiroyuki Imamura. Penggila silat dari Jepang hahahaha. what a surprise to know that he has a long hair!

"Hai Hiroooo......gimana kabar kamu?" histeris aku menyalaminya. "hoo aku baik Fita," kata Hiro. Selanjutnya kami tenggelam dalam obrolan yang mengasyikkan tentang aneka topik. Sesekali kami juga memperhatikan yang sedang latihan, hmmm semua rasa capek dan penat hilang seketika. Apalagi setelahnya kami menghabiskan waktu di House of Raminten. Tempat nongkrong yang nyentrik sampe dini hari. Gokil.

The Last Day, means the oleh2 day hahahaha. Aku dan Findo janjian untuk berburu oleh2 jam 11 siang. Pesawat kami akan terbang jam 4.30 sore. Jadi kami punya sedikit waktu untuk melakukan perburuan itu. Dimulai dengan membeli coklat super fine; Coklat Monggo. Findo beli agak banyak karena di kantor banyak yang nitip, sementara aku galau, mo beli yang rasa apa. Karena ada banyak varian yang semuanya menarik hati...maklumlah I'm a huge fans of chocolate hahahahaha. Puas memilih coklat, kami melanjutkan perburuan ke Tela cake. Sengaja banget kami ga beli bakpia demi memberi oleh2 yang lain dari biasanya. dan yang terakhir, of course Batik. Aku selalu jatuh cinta pada aneka bentuk batik. Mulai dari tas, sepatu, dompet, baju, rok dll. Tapi kali ini aku ingin beli rok aja...keliling2 malah si Findo yang dapet. kalo cowok memang ga rempong yah...but finally I got one, hmmm two actually hahahaha

a very unique long dress. I'm in love deeply heuheu...

Dan akhirnya, we have to leave this city. Agak2 gimanaa gitu.... Terjadi sedikit kekacauan, si Findo meninggalkan koran yang kami beli hari ini di rumahnya. OMG, itu bener2 bikin panik. Pemberitaan tentang acara kemarin harus dilaporkan melalui klipping berita di media. Sontak aku berkeliling bandara mencari penjual koran yang masih tersisa (hopeless krn hari uda sore). Findo menelpon ayahnya untuk segera memaketkan koran ke Jakarta. Ah, Jogja memang selalu bisa mengalihkan kami dari kewajiban hahahahahaha..... aku akan kembali lagi suatu hari nanti. Memeluk dan menghirup lagi atmosfer kota ini. Yogyakarta, my second home.

many thanks to Mas Bahari, Mas Imran, Tony, Angga, Mada, Syamsul. Hiro, Esti and Dian for the kindness, the laugh and the warmness of friendship ever. See you soon guys ^^,

we had a good time


No comments:

Post a Comment