Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Soul (mine) :p


Sudah tiga hari ini aku sakit (lagi). Not a serious one, but it made me stay at home a day. Hari kedua aku nekad masuk kerja, selain sangat ga nyaman diem di rumah, aku berniat untuk ke klinik kantor mengunjungi dokter favorit. Dokter ini sudah sepuh, tapi kesehatan dan diagnosanya masih super duper prima. Dokter ini juga yang menyarankanku untuk operasi amnadel setahun silam. Dan somehow, aku ngerasa cocok aja dengan diagnosa, saran, juga obat-obat dari beliau meskipun sederhana (obatnya itu2 juga) tapi berhasil bikin aku membaik dalam waktu yang ga terlalu lama. Mungkin itu yang disebut orang jodoh ya dengan dokter hehehehe (krn sebagian temanku ga cocok sama dokter itu).

Bersama teman aku ke klinik, dan thanks Allah aku dapet nomor urut 1. Jadi ketika masuk ruang pemeriksaan seperti biasa pak dokter sebut namaku trus nanya "ada keluhan apa?" Aku sebutkan keluhan-keluhanku, sambil melihat rekam medisku sang dokter tiba-tiba menjawab "Kamu itu mikir apa? kamu terlalu stres itu, akibatnya ke badan. Udah minum obat apa aja? Asmanya ikutan kambuh ga?"

Mendengar jawaban itu rasanya muka kayak digaplok pake sendal jepit baru :p, membuatku curiga nih dokter sebenernya bisa baca pikiran kali ya? Di otak dan batin ini uda berjejal rentetan pembelaan terhadap "diagnosa" dokter tadi, tentang meditasi-meditasi yang aku lakukan, tentang curhat-curhatku padaNYA, tentang aktifitas-aktifitas menyenangkan yang aku ciptakan sedemikian rupa agar badan ini happy terus...tapi ya..itu cuma jadi dialog-dialog seru di hati. Kalo uda nyangkut asma memang pemicunya cuma satu (khusus untukku); stres.

Happiness, bonheur, felicidad, atau sahaada,,,,adalah aktifitas baik yang dilakukan jiwa kata Aristoteles. Kebahagiaan itu juga perasaan, suasana hati, sebuah pandangan tentang kehidupan yang tidak dapat diukur. Ilmuwan sepinter apapun belum ada yang menemukan barometer pasti untuk mengukur kebahagiaan. Berpuluh artikel kesehatan dan psikologi selalu mengingatkan bahwa kesehatan jiwa itu nomor satu, karena kalo jiwa sudah bahagia, maka tubuh yang membungkusnya akan super duper perkasa melawan segala virus, bakteri dan penyakit apapun di luar sana. And unfortunately, my soul is not well, not delicious kata temen2 hahahaha.... tapi harus diakui, aku punya kemampuan menipu diri sendiri yang ga bisa diremehkan...tapi kali ini, it's revealed. Pak dokter memang pakarnya dah *totally surrendered

Aku diperiksa sesuai standar, tekanan darah diukur, suhu tubuh, nafas didengerin .... komplit. coret-coret kertas resep dan tak lupa pak dokter memberi pesan sebelum menutup acara pemeriksaan: "jangan terlalu stres, kasihan badan kamu". Jegeerrrr....sekali lagi sandal jepit virtual ngegaplokin muka ampe merah.....

No comments:

Post a Comment