Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Childhood Heroes

Ngomongin masa kecil itu ga akan ada habisnya, karena menurut saya masa kecil saya cukup seru karenna saya lahir di desa, belum teracuni aneka teknologi macam-macam, social life saya bisa dibilang menyenangkan sekali.

Sebagai boca ndeso, tentu ketika ada film anak-anak bertema pahlawan/super hero yang cuma tayang tiap hari minggu pagi di sebuah televisi swasta-harus pake parabola ya biar bisa nangkep signalnya kala itu-merupakan hal yang luar biasa. Terpengaruh banget si iya, imaginasi bocah ndeso yang sehari-harinya main di sawah, kali sama lapangan bola bisa liar kemana-mana. Beberapa pahlawan yang cukup membuat saya sempat bercita-cita ketemu atau setidaknya menjadi seperti mereka adalah:

1. Superboy (bukan superman)
Jadi, di TVRI dulu sempat ditayangkan serial Superboy, masa muda superman. Tokoh ini begitu sempurna di mata saya, ganteng, perutnya kotak-kotak, dan yang paling penting bisa terbang. Saya sering mencoba mempraktekkan gaya terbang superboy pas loncat di kali (mau berenang), atau lari-larian di bawah rinai hujan kejar-kejaran sama bocah-bocah ndeso lainnya. Pengaruh jeleknya, saya pernah berharap saya menjadi laki-laki biar kayak superboy, tapi untunglah harapan itu ga terkabul. Harap maklum, bocah lugu ndeso mana bisa mikir waras coba hahahahaha

2. Sailormoon
Sekali lagi, pas saya kecil, tak banyak film kartun yang bisa saya tonton. seingat saya, porsi nonton kartun cuma minggu pagi. Selebihnya, ya saya main outdoor sama teman-teman. Sailormoon agak menyelamatkan saya dari cita-cita jadi Superboy. Penampakan sailormoon yang girly, cerewet, cantik dan baik hati ini berhasil membuat saya berlama-lama nonton. Dua sih sailor yang saya suka, Sailormoon sama sailor mars. Kalo yang Sailormars saya suka judesnya, ga menye-menye gitu. Outfitnya yang warna merah itu terkesan oke banget. Garang. Pengaruh cerita sailor ini, selain agak meluruskan niat saya dari menjadi superboy, saya juga jadi suka berusaha menggambar para sailor. Yaah meskipun hasilnya mengenaskan, ga ada mirip-miripnya tapi setidaknya ada pengaruh positif membakar kreatifitas daripada berantem mulu ama cowok. ya kan?? hehehehe

3. Satria Baja Hitam
Nah, mas Kotaro Minanami ini daya tariknya di motornya *lhoh? Iya, serius, fokus saya cuma sama si belalang tempurnya aja, oiya lagunya juga suka. Kenapa belalang tempur?? hmmm...mungkin karena dia bisa jalan sendiri pas dipanggil. hehehehe

Itu aja si pahlawan super yang sempat mempengaruhi saya di masa kecil. O iya satu lagi, ini yang dalam negeri, Wiro Sableng dengan Kapak Maut Naga Geni 212, Murid dari Sinto Gendheng hahahaha. Yang hits banget adalah tato "212"di dadanya si Wiro Sableng. Apa jadinya coba kalo si Wiro punya bulu dada macam bang haji, beugh bakal ga keliatan tatonya, atau jangan-jangan 212-nya dibikin dari bentukan bulu dada yang dicukur??wkwkwkwkwk. Thanks to Wiro Sableng, karena mungkin gegara ni sinetron, saya jadi pengen bisa silat :D :D 

Beklah, sekian nostalgilanya.... ^^a

4 comments:

  1. Pantesan dedemenannya Wiro Sableng sih sampe merasuk ke dalam sanubari jadi Durjana dah lo
    bhuahahhaa :D *salam dua jari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hits beud soalnya waktu itu. Cintailah plodhuk-plodhuk indonesia!!!

      Delete
  2. Pantesan agak gendeng, demennya wiro sableng :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. tato jadi2annya itu lho, gemez *apadah

      Delete