Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

kejahatan tak termaafkan: k o r u p s i

Kembali aku akan cerita pada kamu-kamu semua yang iseng baca tulisan ini, tentang pengalaman saya yang jadi korban kejahatan tak termaafkan KORUPSI! Kecil atau besar, bukan nilai rupiahnya yang menjadi tolak ukur, tapi niat dan perbuatannyalah yang berdampak sistemik (tssaaaahhh!!! muke gile).

Jadi, one day, aku mengajak teman, sahabat, ke Monas. Dia bilang seumur-umur ga pernah naik ke puncak monas (la iyalah, kurang kerjaan apa?). Maka dengan senang hati aku ngajakin doi ke monas hari Minggu. Nyadar kalo hari Minggu selalu rame, maka aku pun standby di lokasi pagi2 buta.

Untuk masuk ke tugu monas kita harus dua kali bayar tiket. yang pertama adalah tiket area pelataran monas. Harganya cukup murah, Rp,1,000 untuk anak2 dan Rp, 2,500 untuk dewasa. Setelah ngantri lamaa akhirnya aku dapet juga tiketnya. Nah disinilah aku jadi korban! Untuk 2 orang dewasa seharusnya cuma bayar Rp, 5,000 kn? Si petugas tiket (ibu2) memanfaatkan situasi yg ramai dan penuh sesak ini. Aku bayarnya pake selembar uang 50 ribuan. Trus dia bilang "ada seribu ga mbak?" Aku yg udah gerah luar biasa tanpa pikir panjang ngeluarin sekeping seribuan. Doski pun kasih kembalian.

ibu2 sebelah kanan tu yg malakin aku!!koruptor teri lu!
Sambil jalan aku jadi mikir, kok jadi bayar 6 ribu ya tadi aku? jelas2 harga karcisnya Rp,2,500. *bego bgt si kamu fietha ...!!!! Woaaa....aku kena palaaaak ........................................ ,,asyem, kudalumpingedanmintadsunaaat!!! Bukan soal uang seribu peraknya yg aku sesali, tp begitu mudahnya ntu ibu2 nipu para pengunjung. Bayangin jika dari satu orang doski ngambil uang 500 perak, 100 pengunjung=50 ribu.Dan aku yakin hari itu pengunjung 5 kali lipat banyaknya...


Loket kedua adalah karcis untuk naik ke puncak monas. Kita cukup membayar Rp,7,500 aja. Kali ini petugasnya jujur, ga pake tipu2 kyk yg tadi. Sebelum naik, di ruang luas underground terdapat deorama sejarah perjuangan bangsa Indonesia dlm dua bhs;Indonesia dan Inggris. karena semua materi tugu ini terbuat dari marmer, maka ruang bawah tanah pun terasa sejuk. Tak heran jika banyak orang yang "ngaso" disini.





Lorong bawah tanah


deorama
ruang underground yg adem2 gmnaa gt
Antrian pengunjung di satu2nya lift menuju puncak monas




dari puncak monas

masjid istiqlal dilihat dr monas

siapa suruh datang ke Jakarta

 Petugas penjaga lift yg tiap hari kerjaannya pencetin tombol 1,2,3,up and down :p



Kejahatan sempurna adalah kejahatan terorganisasi dan dilakukan oleh pengambil keputusan dari institusi legal. Institusi yang rentan untuk melakukannya adalah aparatus negara. Dan para petugas tiket Monas itu adalah bagian dari aparatus negara. Mereka adalah level terkecil dari ratusan atau bahkan jutaan aparatus yang disumpah untuk setia dan mengabdi pada negeri ini dengan jujur. Sekali lagi JUJUR. 

Seberat apapun hidup di Ibu kota, sungguh tidak dibenarkan siapapun dari kita untuk melakukan penipuan masal sekecil apapun. Kejahatan ini sungguh melukai hatiku. Aku tak bisa memaafkan tingkah orang ini, seorang ibu yang seharusnya memberi contoh baik. Kenapa sih bu harus mencari tambahan dengan cara tak terpuji seperti itu? Masih kurangkah gaji anda? tunjangan anda? atau memang anda telah kehabisan cara dan benar2 putus asa untuk menambah pundi2 kekayaan anda??

Sadarkah anda, bahwa anda telah menjadi sophistokrat? Bagaimana jika aparat negara menjadi penjahat?Anda baru punya "kekuasaan" sebatas dalam kotak berukuran 3x3 meter. Bisa aku pastikan anda akan menjadi monster sophistokrat jika anda berada di puncak kekuasaan yang jauh lebih WAH. 

Di berbagai ruang, institusi di republik ini telah dipenuhi sophistokrat.Apakah publik harus disalahkan karena membiarkan mereka berjaya? Prestasi besar mereka adalah membuat kebenaran menjadi hal yang seolah-olah benar. Negara macam apa sih ini??? 
generasi galau dan kacau :)






Ahh...monas, alunan lagu2 perjuangan yang keluar dari speaker di seantero ruangan menjadi senandung miris dan memilukan hati bagiku. Maafkan kami hai pejuang bangsa...

4 comments:

  1. Tanggung ibu2nya. Masa korupsi cuma Rp. 500,-
    Padahal nanti hukumannya lebih berat dari koruptor kelas kakap.

    Harusnya kemarin disindir aja, Mbak.
    Ibu: "ada seribu ga mbak?"
    F : "kok cuma seribu, bu? sekalian ambil aja semuanya..."

    *Si ibu dijamin pasti malu. Haha

    ReplyDelete
  2. hmm...betul juga.Nanggung amat ya korupsinya? mendingan yg banyak sekalian gt. Tapi kl kita asumsikan sehari dia dapet 200 ribu, atau seapes2nya 100 ribu x 30hari =3 juta per bulan. setahun 36 juta...enak kali dia??Hah!!

    ReplyDelete
  3. Kethok ndesone, nang Monas ae bangga. Huh, memalukan Tempeh ae kowe iki...:p

    ReplyDelete
  4. ga terlalu bangga le...kan aku mengantarkan seseorang...lha terus terjadi insiden pemalakan itu. huh gondhes :(

    ReplyDelete