Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Rubbish called Idealism


Bertolak dari rasa ketidakpuasan atas sikap seseorang pada sebuah permasalahan sepele dan remeh temeh, saya rasa perlu untuk menuangkan ini dalam blog sampah saya. Dalam tempurung kepala saya, yang namanya idealis itu sama dengan negatif, arogan, sak karepe dewe. Mungkin ini pengertian ababil yang asal-asalan, sotoy dan tidak berdasar. Oleh sebab itu saya berusaha mencari lebih banyak sumber dan referensi tentang idealisme. and here they are...
 
Ada yang berpendapat bahwa idealisme itu sebutan lain dari materialisme dan bla..bla..blaa...panjang beud kalo ditulis ulang disini. Yang jelas, idealisme, adalah sebuah visi ideal pribadi untuk sebuah hasil yang lebih mencerahkan. Mereka yang idealis rela berkorban apapun juga demi mewujudkan visinya yang dinilai sangat meyakinkan, menjanjikan dan nyata. Jadi jangan heran dengan seorang idealis yang selalu terbakar energi dan mentalnya terhadap sesuatu yang dia nilai bagian dari visi idealisnya. Gas poL-lah istilahnya.

Visi tadi lama-lama menjadi sebuah prinsip, dan kalau sudah berbicara soal prinsip maka berubahlah yang tadinya warna-warni menjadi hanya dua warna saja yaitu hitam atau putih, iya atau tidak, harus dan tidak harus. Inilah kemudian yang membawa seorang idealis menjadi tidak populer di antara non idealis. Mereka cenderung kaku dengan alasan memegang teguh prinsip sesuai dengan visi.

Menurut saya tidaklah salah menjadi seorang yang idealis. Mereka yang sukses rata-rata adalah kaum idealis. Akan tetapi, saya dapat melihat ada dua kelompok dalam dunia orang-orang idealis ini. Kelompok pertama adalah mereka yang idealis tapi terbuka di beberapa bagian, dan yang lain adalah para idealis yang rapat tertutup dari ide luar. Para idealis terbuka bisa terus berkembang dan terus berubah dan memperbaiki ide, visi dan prinsip sesuai dengan situasi dan kondisi. Sedangkan para idealis tertutup adalah mereka yang ngotot dengan ide, visi, dan logika dari jaman es sampe jaman teknologi. Mereka selalu berusaha mewujudkan ide,visi dan logika untuk mendapatkan kepuasan diri sediri ataupun kelompok dan hidup terkondisi pada keadaan yang sebagaimana dibayangkan dengan sedikit mengesampingkan sisi sosialnya.

Bukankah idealisme itu ide,logika dan visi jujur menuju ke arah ideal atau seperti seharusnya. Saya kurang setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa idealisme selalu bertentangan dengan realita, menurut saya realita menciptakan idealisme atau sebaliknya, jadi idealisme dan realita merupakan sahabat yang saling membangun. Akan tetapi yang terjadi kebanyakan justru kebalikannya. idealisme menjadi tertutup dan over.

Kalau boleh ngasih saran, siapapun anda yang merasa idealis sepatutnya mencurigai prinsip-prinsip, visi maupun logika yang kelewat dielu-elukan. Selalu dan selalu curigailah setiap prinsip yang anda anut. Tidak ada salahnya untuk melakukan rekonstruksi terus menerus. Evaluasi dan bangun ulang prinsip anda sesuai situasi dan hasil yang diperoleh. Karena sejatinya idealisme itu adalah sesuatu yang hidup. Berkembang sesuai situasi dan kondisi. Untuk hasil yang lebih baik tentu saja. 

Life is too handsome  to be messed up!!  

4 comments:

  1. Perbaikan memang harus selalu dilakukan. Setiap orang punya prinsip masing2 yg harus dipegang. Kalau misalnya prinsip yg dipegang sudah benar. Rasanya kok tidak perlu lagi harus selalu curiga. Soalnya nanti jadinya relatif. Yg penting harus ada standar kebenaran yg dipegang.

    ReplyDelete
  2. apapun yang diawali dengan over/terlalu/kelewat tidak pernah baik :D

    ReplyDelete
  3. Sepakat... Sorry, jarang aktif sekarang. Lg berkutat dengan kesakitan... Hehe.

    ReplyDelete
  4. waduh...serem banget penyakitmu Lik. Mal praktekkah itu??

    ReplyDelete