Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Bersinergi dan berdamai dengan "Seandainya dulu ..."


Suatu hari ada seorang teman yang disela-sela ceritanya bilang ke aku "Seandainya aku dulu lebih memilih A dari pada B, pasti endingnya ga seburuk sekarang." Dia sangat mengutuk keputusannya waktu itu. "But yeah that's life." he said gloomy. Pernyataan terakhir terdengar lirih dan terkesan dikeluarkan dengan ketegaran yang dipaksa.

Semua orang seenggaknya pernah merasakan hal ini sekali dalam hidupnya. "ahh..seandainya aja dulu aku...","Duh, coba kalo waktu itu aku milih....". Sambil berpikiran seperti itu, kita langsung terbang ke masa lalu. Berharap ada remote control canggih universe seperti di film Click. Atau bahkan berharap ada mesin waktu yang bisa kita naiki dan memperbaiki keadaan yang (kita anggap) salah. Keajaiban seperti di film-film berbau magic yang indah dan happy ending.
 
Percaya ga, dengan satu kata "seandainya" itu bisa membuat segalanya berubah. Keadaan seperti berjalan jauh lebih buruk, dan memburuk detik demi detik. Mood pun langsung anjlok ke level paling bawah dalam sekejap. Penerimaan diri terhadap masa yang sedang dijalani sekarang pun semakin mengabur hingga gelap. Kita terperangkap pada kekecewaan, stuck antara ingin melangkah keluar dan menikmati ketidak berdayaan. is that you want?


Aku tersihir dengan lirik demi lirik dalam lagu Never Had A Dream Come True-nya S Club 7. Penggalan lirik ini membuat setiap pendengarnya akan terbang sejenak ke masa lalu; 
      Everybody's got something they had to leave behind
      One regret from yesterday that just seems to grow with time
     There's no use looking back or wondering

     How it could be now or might have been 

atau seperti  yang di bilang Pink di lagu Fu*kin' Perfect.  
    Sometimes, we made a wrong turn -once or twice. 
    Bad decision is alright. 

Seringkali kita menduga, menyangka bahwa apa yang telah kita pilih itu salah, tidak baik dll. Menyesali di akhir dan berkhayal bagaimana kita saat ini jika dulu melakukan hal yang berbeda. Manusia memang sok tau, padahal sebenarnya manusia tidak tau apa-apa soal masa depan. 

Tentu ada yang Maha Tahu di sana, yang tidak pernah tidur atau lengah sedikitpun. Entah teknologi canggih apa yang Dia pake. Yang jelas, berhentilah menyesali sesuatu yang sudah jauh tertinggal di belakang sana. Tak ada gunanya menyesal dan berduka. Justru dengan "kesalahan" yang dulu kita lakukan itu harusnya kita lebih mengerti dan dewasa bahwa yang menurut kita BENAR belum tentu yang TERBAIK.  

Bad decision is alright

No comments:

Post a Comment