Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

I was

Mungkin ini edisi melo ya, ketika aku membuka file CV yang aku bikin beberapa tahun lalu, kok jadi lucu sendiri. Begitu susahnya dulu cari kerja, berpikir keras untuk langkah-langkah yang harus diambil seminggu, sebulan, sampai setahun setelah lulus kuliah. Aku ingat bagaimana rasanya menganggur, bagaimana pegelnya berdiri di depan kantor pos UGM demi melihat iklan lowongan kerja yang dipampang seminggu sekali. KR dan Kompas menjadi media cetak yang seperti Malaikat penyampai wahyu...selalu ditunggu dengan hati berdebar dan adrenalin ababil. Internet? Jangan tanya, I'm addicted on it. That was me, writing CV and sending them to I dont know how many companies there were. Waiting for calls, killing time with friends....huft, I just remember how hard and exiting it was. 

Menyadarinya membuatku bersyukur tiada henti karena kakiku telah berpijak dua-duanya di perahu yang kuat. Dulu aku seperti tupai, meloncat dari satu perahu ke perahu lainnya. Ketika satu kakiku berpijak pada sebuah perahu, kaki yang lain berusaha mencari pijakan yang lebih kuat. Dan akhirnya "perloncatan" (ada ga kata ini?hahaha) berakhir. Hanya satu ikat engine powerku waktu itu, enthusiasm,  prayer, love and friends. I probably died without them. Semuanya memberikan gizi terbaik untuk berjuang...and I still keep them recently. Karena hidup tanpa mereka sama aja seperti zombie, bergerak tapi tanpa tujuan...empty.
Dari kegagalan kita dapat membaca apa yang salah dari diri kita
Selamat hari Senin, semangat!!!!




Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment