Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Please Respect my Privacy

Bagi seorang lajang geje macam aku, mudik adalah hal yang sangat menyenangkan. Why? Meet some friends of course... Bertemu sahabat secara live, bukan lagi melalui tlp, sms, YM, facebook, atau email. Setahun penuh aku ga pulang, berkeliaran, berlompatan ke sana kemari meraih mimpi. Dan sekarang, in the right time, I decide to give a big hug to my hometown, Lumajang.

Mendapat perlakuan istimewa dari ayah dan bunda juga adik dan kakakku membuatku tau betapa sayangnya mereka padaku meskipun kami tak terbiasa mengekspresikan sayang itu dengan vulgar. Ibu memasak daging sapi suwir2 yang menurutku paling yummy sedunia, ayah mengajakku membantunya membuat "amben", adikku ... ngerecokin dan ngacak2in koper demi mencari baju yang bisa diambilnya nanti, kakakku..memintaku mengelus perutnya yang sedang buncit 7 bulan..dan nenekku..mengusap kepalaku atau punggungku sambil bertanya ini itu bak investigasi...

Everything was fine until...I met other relatives. Bermunculan berbagai pertanyaan senada seperti :

T:Wah wong Jakarta rek,,,kapan nyampe nduk?
J: Hari Jumat malam :)

T: Naik apa??
J: Pesawat...

T: Berapa jam?
J: 1 jam 10 menit [mulai galau n risih]

T: Uda punya pacar belum?
J: Errr.... [mengeryitkan dahi O_o]

T: Orang Jakarta pasti pacarnya...
J: Nggg.... [senyum-senyum najong]

T: Kenalin doonk. Wah bentar lagi nyusul kakaknya ni ...
J: [tangan mulai gatel pingin nonjok]

Masih banyak pertanyaan super geje lain yang sumpah bikin aku mual. Mulai dari pak de, budhe, sepupu...alah jangan-jangan tukang becak belakang rumah juga ikutan nanya-nanya gitu...

Bukannya ga mau jawab atau sombong, bagiku ga patut aja orang dengan seenak udelnya nanya-nanya soal pribadi gitu. Tata krama macam apa yang dipake coba?? Kalo dalam pergaulan internasional menanyakan gaji, usia, status dan agama itu merupakan tindakan yang benar-benar kasar dan ga manner. Dan itu aku pegang teguh kuat-kuat kecuali si empunya mau membaginya dengan kita. Dan aku pikir, sedekat apapun hubungan anda dengan seseorang, bukan berarti anda berhak mencampuri urusan pribadinya tanpa permisi.

Aku risih, aku muak, aku sebel, aku bete, liburanku dirusak sama orang-orang ga manner ini. Aku dikenal super cuek dalam keluarga. Super vocal kalo ada hal-hal yang ga sreg di hati, tapi kali ini aku menahan diri. Jadilah aku menjelma menjadi seseorang yang cuma senyam-senyum bak putri Indonesia nahan pipis ketika mendapat gempuran pertanyaan sok penting macam di atas. AKU GA PERLU JAWAB!!! That's my business, my private zone! Respect my Privacy please..!!$%*&*%$#

Tiba-tiba aku kangen kota Jakarta yang super kejam itu, aku kangen teman-temanku yang geje tapi kece. Ah...kenapa perempuan selalu didiskreditkan?? Banyak sekali "kenapa" berputar dalam otakku. Aku membenci diriku sendiri yang keras kepala, tapi aku merasa aku baik-baik aja. Aku membiarkan segalanya berjalan alami, tak perlu ditarik-tarik paksa.

Detik keberangkatanku ke Jakarta, aku memandang daratan Jawa Timur yang hijau di belakang sana...hijau, sejuk, banyak kenangan indah bersama keluarga, bersama teman, dan bersama dia yang selamanya punya tempat di hatiku untuk dikenang. Selamat tinggal kotaku...semoga wargamu bisa jadi warga yang lebih menghormati privasi orang, ga usil, and ga sok penting.

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment