Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

H.e.n.i.n.g



Ketika dunia sedang semarak ramai dipenuhi sorak sorai terompet dan musik mendentum, ada kalanya kesendirian menjadi hadiah ulang tahun yg terbaik. Seorang laki-laki berdiri menantang rembulan yang menembus kaca jendela membawa secangkir kopi di tangan kanannya. Sementara seorang perempuan di tempat yang berbeda duduk memeluk lutut di atas tempat tidurnya. Mereka tak bersuara, kebisuan menjebak dua insan ini dalam permainan dugaan, lingkaran tebak-menebak, agar yang tersirat tetap tak tersurat.
 
 Si perempuan mengambil buku untuk kemudian menuangkan kata-kata yang ingin dia abadikan momen itu,

"Dalam diammu, aku mendengar banyak suara. Diammu berkata-kata."
"Diammu memapahku ke ujung pertahanan. Dan akhirnya kutersedak oleh hampa."
"Malam memuram. Diammu menginfeksi udara dan membuat dunia sungkan bersuara."

Begitu tulis si perempuan dalam buku Diarynya, berwarna abu-abu tampak biasa. Mungkin itu sebuah puisi, curhat atau sekedar penggalan intuisinya demi mengantarkan isi hatinya pada dia yang di sana, dia yang sedang membisu kaku, dia yang tak pernah tau dan dia yang tuli akan tangisan-tangisan merobek waktu. Dia yang sedang menunduk memandangi cangkirnya ketika tinggal tetes terakhir yang tersisa, ampas di dasar cangkirnya ternyata sebuah perasaan kehilangan.

Kenmochi Chiemi 

2 comments: