Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Hai Manado


Manado, sebuah kota yang tidak asing gara-gara pelajaran IPS plus pelajaran musik kulintang waktu SD dulu. Ibu kota Suwalesi Utara akan menjadi destinasiku selanjutnya setelah Bengkulu, Sumatera kemarin. Ngapain? Secara aku masih Cpns ya, jadi biar C-nya ilang, aku musti ikutan Diklat Prajab [pra jabatan]. Sebanyak 1507 CPNS Kementerian Keuangan RI [aku salah satunya] plus yang tahun-tahun sebelumnya ga lulus, akan disebar di Jakarta dan beberapa kota besar di Jawa [Jakarta, Cimahi, Yogyakarta dan Malang], Sumatera [Medan, Pekanbaru, Palembang], Kalimantan [Balikpapan] dan Sulawesi [Manado] untuk mengikuti Diklat Prajab.

Bagi yang belum pernah tau, Prajab adalah semacam pendidikan dan pelatihan calon pegawai negeri sipil selama waktu yang ditentukan [maksimal satu bulan]. Kegiatannya mirip sekolah gitu deh, serba teratur serba terjadwal. Kalo jaman orba dulu, Diklat prajab CPNS masih semi militer. Tapi untuk beberapa tahun terakhir [mungkin setelah reformasi] Diklat prajab udah ga terlalu keras kayak dulu lagi. Pagi olah raga dulu, masuk kelas untuk mendapatkan materi sampe sore bahkan malam hari, begitu terus setiap hari sampai hari terakhir ada ujian. Penilaian bukan hanya pada ujian tulis, tapi juga kedisiplinan, kehadiran dll. Kita semua di asramain. Jadi ga bisa kemana-mana kecuali ada ijin atau memang disediakan waktu untuk plesiran hehe.

Dibagi dalam tiga gelombang, kupikir nama-nama yang muncul di setiap kota itu adalah dipilih secara acak aja. Dan "kebetulan" namaku muncul untuk diklat di Manado! Keren kan?! Ada nilai historis tersendiri jeh, kenapa? Karena secara "kebetulan" juga, ayahku tercinta dulunya pendidikan kepolisiannya di Sulawesi juga, meski bukan di kota Menado sih tapi di Batua, Sulawesi Selatan. Hah, sekarang anaknya juga musti ke Sulawesi juga. capedewh..

Teman-temanku yang dapet di Jakarta aja sebagian ada yang merasa kecewa, iyalah, secara di Jakarta ga ada tempat yang menarik selain mall, macet, paling banter ancol sama kepulauan seribu aja. Ga asyik. Ada yang ngotot pingin tukeran sama aku, tapi of course it's not that easy girl. Tau ndiri namanya birokasi tu pusingnya uda kayak mo pengsan aja. Kecuali keadaan yang mendesak dan darurat, haram hukumnya tukeran tempat. Aku? yeah, awalnya sempet bengong najong gitu sih, Manado, ga terpikirkan gimana tuh rupa dan bentuknya? Panas ga disana, makanannya, lingkungannya, cowok2nya? hehehe yang terakhir diskip aja deh.

Maka, langkah pertama yang aku lakukan adalah ngurusin tetek bengeknya administrasi prajab. Mulai dari e-registration, nyiapin SK, sampe foto yang harus pake kebaya nasional [rempong abis dah]. Langkah kedua, berdasarkan pengalaman ke Bengkulu kemarin, aku ga mau berangkat tanpa modal pengetahuan apa2. So, aku nanya2 sama senior tentang Manado. Maksudnya di sana tuh enak ga Balai Diklatnya, makanannya dll. Trus, tak ada yang paling pintar dari mbah google kan? Googling is the best way to get all information you need. Aku jadi tau kabar terbaru soal kota itu, bahwa sekarang Manado punya sederet mall gedhe, bahwa Taman Nasional Bunaken tu deket banget dari kota, sampe budaya dan bahasa yang mereka pake pun secara permukaan aku dapet infonya. Pokoknya ga mau ngelewati beberapa tempat pariwisata yang keren [*berdoa semoga dikasih kesempatan/ waktu untuk jalan2]. Thanks to mbah google deh.

Tanggal 8 atau 9 Oktober 2011, aku akan terbang ke Manado. Let see, apakah dalam 16 hari [10-25 Oktober 2011] aku bisa menemukan hal-hal yang menarik di sana selain kegiatan prajab yang ..hmmfh membosankan mungkin. So wait for my next writing ye...

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment