Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Kebetulan


Kalo ditelisik pelan-pelan pake lorong waktu menuju masa lalu, kok aku ngerasa menemukan kebetulan-kebetulan [dulunya kupikir begitu] yang membentuk rangkaian peristiwa yang nyambung dan sepertinya ga pas kalo disebut hanya kebetulan semata.

Jika kebetulan-kebetulan itu terjadi terlalu banyak dan cocok satu sama lain, normalkah kalo kita sebagai manusia biasa percaya bahwa itu hanya serangkaian kebetulan semata? Tidakkah itu aneh? Takkan terpola sekarang tapi mungkin akan terlihat bertahun-tahun setelahnya, seperti rangkaian listrik yang terhubung satu sama lain untuk menghasilkan suara tape atau menarik gelombang radio dan menyajikannya di telinga kita.

Pernahkan kamu melakukan ini? Menciptakan lorong waktu ajaib untuk kembali melihat secara nyata rangkaian-rangkaian "kebetulan" dalam hidup kita di masa lampau. Aku sering, ya ga sesering makan dan minum sih, tapi ketika sedang asyik mencorat-coret di atas sebuah kertas, aku sering tersesat dalam lingkaran waktu yang membawaku ke masa lampau. Seperti menciptakan pola lucu dan menyuguhkan jawaban atas "kenapa-kenapa" yang dulu tak pernah terhenti oleh "karena".

Jadi, jika kebetulan itu terjadi terlalu banyak, apakah kita tetap percaya bahwa itu tidak bermakna?

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment