Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Negri Auto Pilot ??!

pic is taken from here
Banyak sekali spanduk berbunyi negeri autopilot bertebaran sepanjang jalan tol menuju Bandung. Awalnya aku cuek aja, tapi lama-lama keganggu juga dengan spanduk geje itu. Ga lama setelah itu muncul pemberitaan di beberapa media elektronik dan cetak, oalaaah itu salah satu bentuk unjuk rasa to?

Jadi maksudnya negeri ini berjalan sendiri tanpa kehadiran pemimpin atau pemerintah. Pemerintahnya kemana, rakyat maunya kemana. Katanya segala persoalan diserahkan kepada rakyat untuk diselesaikan. Pendapat ini keluar dari partai oposisi juga beberapa politisi (lihat ini). 

Ya ampun, plis deh.Bukannya aku ngebelain pemerintah ya, tapi kalo negri ini dijalankan tanpa pemerintah, alias autopilot ya jelas ga mungkinlah. Semuanya berjalan sesuai dengan sistem yang HIDUP dan sistem itu yang ngejalanin adalah pemerintah. Menuduh bahwa negri ini adalah negeri autopilot sama dengan menjudge bahwa pemerintah ga kerja sama sekali. Dan aku sebagai bagian dari pemerintah ngerasa sakit ati. Di tempatku kerja, semua orang bekerja keras sesuai dengan porsinya masing-masing. Berusaha seprofesional mungkin, menghindari pelanggaran, berjalan sesuai dengan sistem. Kejam banget mereka yang menuduh kami hanya ongkang-ongkang aja magabut?

Pemerintah tuh bukan SBY aja, bukan mentri aja, tapi semua sampe level terkecil seperti aku ini. Sebuah tim besar yang menamakan diri sebagai "pemerintah". Baru-baru ini Indonesia dapet peringkat investment grade dari lembaga pemeringkat dunia Moody's dan Fitch Ratings (peringkat surat utang pemerintah dinaikkan dari Ba1 menjadi Baa3). Hal ini berarti Indonesia uda sejajar sama India (fyi,skala ekonomi kita uda ngalahin Belanda), bahkan kata Dahlan Iskan Indonesia bisa ngalahin Spanyol akhir 2013 kalo iklim ekonominya terus bagus seperti sekarang. Dengan investment grade itu, negara kita kebanjiran arus modal asing. Investor berbondong-bondong tanam modal di negara kita. Efek dominonya bakal kita rasain nanti, lapangan kerjaan akan tercipta semakin banyak. 

Intinya, jangan berpikir sempit dengan terus mikir jelek-jelek, memaki, mengungkit borok-borok masa lalu tanpa berbuat sesuatu. Mengutip pak Dahlan Iskan, "Tidak usah berpikir terlalu panjang. Yang penting konkret dan konsisten seperti saat ini" (lihat ini). Setidaknya kalo ada kurang, kita berusaha memperbaiki, jangan ditarik kemana-mana. Jangan dipolitisasi, biarlah yang berpolitik berpolitiklah, yang bekerja..bekerjalah, yang mo korupsi...mati aja.

pic is taken from here

for my Indonesia, Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment