Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Adakah sang pencerah di sekitar kita?


Aku baru aja selesai nonton film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo. Iya iya, tu film emang udah lama tayangnya...tapi dengan tidak mengurangi rasa nasionalisme, aku memang sangat selektif dalam soal nonton film Indonesia. Soalnya hanya segelintir cineas negeri ini yang punya kualitas yahud. Jidatku sering berkerut kalo lewat daerah pasar senen karena disana ada baliho film lokal gedhe2 dengan judul yang menurutku bikin mual aja dan makin ga masuk akal. 

Back to Sang Pencerah, I love the film alot. Bukan karena settingnya yang di Jogja, tapi lebih pada pesan moral yang ingin disampaikan. Bahwa pemuda dari masa 100 tahun yang lalu aja punya rasa keingintahuan yang luar biasa, punya kemauan untuk berubah dan mengubah lingkungan yang dianggap melenceng. Intinya dia [Ahmad Dahlan] masih peduli dengan lingkungannya.

Compared to present time...aku jadi sangat malu dan prihatin. Pagi-pagi aku baca berita dari Surya online yang sekarang memang lagi heboh. Kasus nyontek masal di Surabaya, Jawa Timur [lihat disini]. Miris sekali melihat kenyataan bahwa negara ini sudah terlalu terpuruk jauh dan mengalami degradasi mental yang sangat luar biasa. Bagaimana bisa, orang [seorang ibu] yang menanamkan kejujuran pada anaknya malah dituding sebagai biang keladi. Bahkan ramai-ramai orang berteriak "usir!usir!!", menggapai si ibu dan menarik-narik paksa kerudungnya sampai hampir terlepas. Padahal si ibu tadi adalah salah seorang yang PEDULI.

Hanya untuk lulus UN, guru dan pihak sekolah yang seharusnya menanamkan kejujuran terhadap anak didiknya malah mengajari kecurangan. Aku ingat sewaktu  masih SD dulu, EBTANAS berlangsung sangat tertib di sekolahku. Sekolahku adalah sekolah desa, tapi aku sangat bersyukur bahwa sekolah kecil dan terpencil itu tidak menjual kejujuran demi nilai bagus di atas kertas. Beruntunglah aku dan teman-temanku yang tidak pernah diberikan simulasi mengedarkan jawaban dari satu siswa ke siswa lainnya. Terima kasih bapak dan ibu guruku nun jauh di desa sana atas pendidikan moral yang aku sadari sekarang menjadi berharga layaknya emas dan intan.

Duh, mau jadi apa negara ini kalau kecurangan terang-terangan ditanamkan sejak kanak-kanak? Bagaimana bisa negara ini terbebas dari korupsi? Aku mulai meragukan kembali pandangan bahwa korupsi itu bukanlah budaya negara ini. Kemana nilai-nilai luhur yang menjadi warisan nenek moyang bangsa beradab ini? Di mana rasa malu yang dulu menjadi karakter bangsa Pancasila ini?

Dengan berat hati aku berani mengatakan bahwa bangsaku ini, Indonesia Raya ini, NKRI ini adalah bangsa yang SAKIT dan butuh pertolongan SEGERA. Adakah Sang Pencerah di sekitar kita??

Be Honest
Even if others are not
Even if others will not
Even if others cannot
Those who walk honestly, walk securely

No comments:

Post a Comment