Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Berpikir KerdiL ~ go to hell feodalism!


Ini tulisanku yang paling emosional kurasa. Sebuah kekecewaan yang menumpuk dan sudah ga bisa ditahan lebih lama lagi. Astaghfirullah, Tuhan maafkan hambamu jika terlalu keras atau mungkin Kau anggap kufur nikmat. 

Ketika aku baru masuk ke institusi ini, meninggalkan dunia swasta yang sempat kucicipi sejenak, Menteri dan wakil menteri menyambut kami dengan pidato yang tidak begitu panjang tapi sangat mengena. Inti dari pidato pemimpin kami tersebut adalah bersikaplah profesional, teruslah belajar dan mengaktualisasi diri, masuk institusi ini bukanlah sebuah akhir akan tetapi merupakan awal untuk berjuang ke level selanjutnya. Kami masih fresh, jadi kami diminta membawa budaya segar yang tak terkontaminasi dengan budaya feodal. Dan yang paling penting dan tertancap kuat di tempurung otakku adalah "Jangan pernah takut menghadapi apapun jika kalian benar. Tuhan selalu bersama mereka yang jujur dan membela kebenaran. Terakhir, jangan pernah bermain dan melibatkan diri dalam dunia politik, karena politik itu kejam dan kotor," kata ibu wakil menteri menutup pidato disertai gemuruh tepuk tangan dari kami, pegawai baru yang sebagian besar pernah bekerja di swasta dan beruntung bisa masuk ke dalam institusi negara. 

Setelah tujuh bulan bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan kerja, barulah aku memahami apa yang dimaksudkan para petinggi institusi kami tersebut. Budaya feodal pegawai era orde baru yang penuh dengan "upeti" nyata-nyata kami hadapi sekarang. Para generasi tua yang enggan bekerja jika tidak ada "upeti" itu masih saja bergentayangan di institusi yang mengawali reformasi birokrasi ini. Betapa memuakkan dan sungguh menyakitkan. Menahan hak orang lain dengan alasan sentimentil yang ga masuk akal dan sama sekali ga intelek menurutku. Aku dan teman-teman seangkatan yang memang dari awal vokal dan berusaha bersikap kritis dengan aksi "kotor" para generasi tua ini malah disudutkan, diintimidasi dan ditahan haknya.

Kami salah apa? Salah kalo kami ingin mengubah "budaya aneh" yang terlanjur mengakar ini? Bukankah institusi ini sudah tampil dengan balutan reformasi yang necis? Aaarrgggh...menurutku, untuk menghilangkan budaya feodal, satu-satunya cara adalah dengan mengganti para pengguna budaya itu dengan generasi yang baru TOTALLY. Yang masih punya idealisme murni, yang masih menjalankan segalanya on the right track. Jika tidak, para feodal lovers itu akan menurunkan budayanya secara kontinue dari generasi ke generasi [sekarang aja ada yang ketularan penyakit feodal itu]. Efeknya? Indonesia ga bakal keluar dari corruption habit, Gosh amit-amit jabang baby deh.

Terngiang di kepalaku beberapa bait lagu penuh makna milik Iwan Fals...
Pak tua sudahlah
Engkau sudah terlihat lelah oh ya
Pak tua sudahlah
Kami mampu untuk bekerja oh ya

*Semoga Allah, Tuhan YME mengampuni mereka yang selalu berbuat curang dan semena-mena terhadap hak orang lain. Amin

6 comments:

  1. Memang susah kalau sudah masuk sistem, Mbak. Rasanya gak etis kalo mw mengkritik atasan sendiri. Belum nanti akibat yg harus ditanggung. Makanya byk akademisi yg memilih diluar sistem biar bisa terus melakukan kontrol dan pengawasan

    ReplyDelete
  2. ayo mbak...semangat...kowe ojo ke gowo gowo yo...aku wegah tok jajak ke meneh..!!tapi emang godaanne gede tenan mbak...

    ReplyDelete
  3. menjadi kebenaran sejati bersiap untuk dimusuhi

    remember, we are your backbone ^_^

    ReplyDelete
  4. *gambare mirip sing duwe blog

    ReplyDelete
  5. hehehe..... wellcome to the world in the name of indonesia...

    jenk pith, ketua MK sing saiki kae lho luweh parah godane tapi tetep meduro-ne dtonjolkan.. jawa timur reeek... ayo bersih, berwibawa, sempurna, surga.....

    ReplyDelete
  6. @Malik: Tidak semua orang2 disini yang bermental tempe orde baru. Sistem dimana pun tu diciptakan bagus dan berusaha tanpa celah. Di Institusi ini sdh drombak sedemikian rupa dan terus dievaluasi lebih baik terus menerus. Cuma mereka para oknum yg sdh trlanjur mabuk dg budaya aneh jaman feodal ga bisa menyesuaikan diri.ogah berubah, beraninya cm sm pegawai baru! Kemarin mereka mengeluh begini "hhh susah ya menghadapi orang2 pinter",dg nada mengejek. Kami cuek bebek aja. hahahaha

    @Itheng: Aku pastikan setiap rupiah yang keluar dari kantongku untuk apapun juga adalah halal bro. so, please ingetin aku terus ya, untuk tetap konsisten pegang kebenaran =)

    @kenDo: Always, I always remember all of you as my power to keep holding this truth tight.Emang wajahku kyk gt ya kl marah? waa...sooo...cweet xixixixi

    @Awahyut/Angga: Aku ga mau negara ini dicap sbg negara yg gbs kluar dari sakit bawaannya. It is us to bring this country to the better future. Thanks ngga, ruh Jawa Timur ttp mengalir di setiap sel darahku hehehe, VIVA kere tapi mboiz!!!! wkwkwk

    ReplyDelete