Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Belajar Kegigihan Sung-bong Choi [Korea's Got Talent]

Bagi kamu atau siapa saja [termasuk aku], video ini merupakan media yang sangat baik untuk merefleksi diri. Ketika aku mulai mengeluh dan kurang bersyukur, aku akan nonton video ini. Percaya deh, setelah nonton ni video, kamu bakal sangat bersyukur dengan keadaanmu sekarang.


video

Aku translatin ya dialognya:
Karakter dalam video ini diantaranya :
C : Sung-bong Choi; J-1: juri wanita berambut panjang, J-2: Juri wanita rambut pendek, J-3: juri laki-laki

Ada seorang pria biasa  bersiap-siap untuk tampil di panggung 

  • C: Saya 22 tahun, dan nama saya Choi, Sung-bong. Saya hidup dalam keadaan sangat susah. Saya masih merasa tidak nyaman ikut dalam kompetisi ini. Saya hanya ingin menjadi seperti orang lain. Saya tidak dapat bernyanyi dengan baik. Tapi ketika saya bernyanyi, saya merasa seperti menjadi orang yang berbeda 
  • J-1: Halo 
  • C   : Halo, saya Choi, Sung-bong dan saya berusia 22 tahun 
  • J-1: profesi anda?
  • C   : saya pekerja biasa. 
  • J-1: Ketika saya melihat form aplikasi Anda, Anda membiarkan kolom "keluarga" tetap kosong. Kenapa? 
  • C  : Saya ditinggalkan di panti asuhan ketika berusia tiga tahun, dan ketika berusia 5 tahun, saya melarikan diri dari panti asuhan tsb setelah dipukuli. 
  • J-2 : Lalu bagaimana Anda hidup sejak saat itu? 
  • C : Saya menjual permen karet atau minuman energi di jalan. Saya memiliki kehidupan [jalanan] ini selama sepuluh tahun. 
  • J-1 : Apakah Anda tinggal dengan orang lain ? 
  • C : Tidak, saya sendirian 
  • J-1 :Jadi, Anda tinggal sendiri sejak Anda berumur 5 tahun? 
  • C : Ya. Saya hidup seperti itu selama sepuluh tahun. Saya tidur di tangga atau toilet umum selama 10 tahun seperti gelandangan. 
  • J-1 : Apakah anda sekolah?
  •  C : Tidak. saya mengambil GED [semacam kejar paket C] untuk SD dan SMP dan SMA adalah sekolah  pertama yang pernah saya masuki.
  •  J-1 : wow, Anda luar biasa. Anda akan bernyanyi hari ini?
  •  C : ya 
  • J-1 : Anda menikmati kegiatan bernyanyi?
  •  C : Daripada berkata "Saya bernyanyi karena saya menikmatinya," [saya lebih suka menyebutnya] "Saya suka menyanyi karena itu adalah hal pertama yang saya sukai setelah hidup menggelandang. Saya bukan penyanyi yang bagus, tapi saya hanya suka bernyanyi.  
  • J-1 : Mari kita dengarkan nyanyian Anda.

Choi bernyanyi dan tak hanya para juri, semua penonton pun dibuat kagum dengan suara emasnya...dan inilah komentar para juri.

  • J-1 : Saya hanya ingin memelukmu ... 
  • J-2 : kenapa Anda mau menyanyi? 
  • C :  Saya banyak mengalami hal buruk semasa kecil, seperti .. saya pernah dijual ke suatu tempat. Suatu  hari ketika saya menjual permen karet di sebuah klub malam, saya melihat seorang penyanyi bernyanyi di panggung.  klub malam biasanya memiliki pertunjukan  musik yang menarik kan? Saya terpesona oleh penyanyi yang bernyanyi dg sangat tulus tersebut. Sejak itu, saya mulai menyanyi 
  • J-2 : Jadi, Anda ingin menjadi seorang penyanyi?
  •  C ; Iya 
  • J-2 : Saya melihat Anda memiliki kemampuan yang sangat baik. Apakah Anda pernah mengikuti sekolah/kursus vocal?
  •  C :  Andai saya punya kesempatan, saya akan berlajar [secara formal]. Saya hanya mendengarkan dan berlatih sendiri [otodidak]. 
  • J-2 : Tidak peduli bagaimana nantinya nasib Anda di kompetisi ini, Saya ingin memberikan bantuan pada Anda untuk mendapatkan pelatihan vokal [formal]. Terima kasih atas penampilan Anda yang memukau. 
  • J-3 : Saya pikir Anda bisa mengatakan [pada saya] betapa hebatnya penampilan yang telah Anda suguhkan dengan melihat reaksi penonton tadi. Anda telah melakukan pekerjaan yang besar!
  •  J-1 : ok, saatnya membuat keputusan 
  • Semua Juri ; ya, ya, ya 
  • J-1 : selamat! Anda lolos ke putaran berikutnya! 
  • Host : sekarang, Anda memiliki ratusan orang yang akan bersorak untuk Anda. Dan Anda akan memiliki ribuan orang yang akan bersorak setelah episode ini ditayangkan. Jika Anda melakukan yang terbaik sampai akhir kompetisi ini, Anda tahu jumlah penduduk Korea, kan? lebih dari 50 juta orang akan bersorak/ mendukung Anda. Dan jika Anda berusaha sangat keras, saya pikir 6,5 miliar orang di dunia akan menjadi penggemar Anda. Jangan pernah berpikir Anda sendirian. Berjuanglah, Sung-bong. Anda telah melakukan hal besar, Sung-bong. Aku sangat bangga padamu. 
  • J-2 : terlepas dari kehidupannya yang  keras, ia sangat bersemangat berjalan menuju apa yang benar-benar dia inginkan. bahkan mereka yang berbakat pun jarang memiliki gairah seperti itu. 
  • J-3 : nada suaranya  menarik pikiran pendengar dengan ajaib
  • J-1 : Saya sangat senang bertemu dengannya. Saya hanya ingin dia bahagia, mulai sekarang!
Kenapa dia bernyanyi dengan sepenuh jiwa?? coba baca lyric dari Lagu berjudul Nella Fantasia  [dalam Fantasi] yang dia nyanyikan ini:

Nella fantasia io vedo un mondo giusto,
Li tutti vivono in pace e in onestà.
Io sogno d'anime che sono sempre libere,
Come le nuvole che volano,
Pien' d'umanità in fondo all'anima.

Nella fantasia io vedo un mondo chiaro,
Li anche la notte è meno oscura.
Io sogno d'anime che sono sempre libere,
Come le nuvole che volano.
Pien' d'umanità in fondo all'anima.

Nella fantasia esiste un vento caldo,
Che soffia sulle città, come amico.
Io sogno d'anime che sono sempre libere,
Come le nuvole che volano,
Pien' d'umanità in fondo all'anima.

artinya
Dalam fantasi saya, saya melihat sebuah dunia yang adil,
Dimana semua orang hidup dalam damai dan kejujuran.
Aku bermimpi jiwa yang selalu bebas,
Seperti awan yang mengambang,
penuh dengan perikemanusiaan dalam jiwa.

Dalam fantasi saya, saya melihat dunia yang cerah
Dimana setiap malam hanya ada sedikit kegelapan .
Aku bermimpi jiwa yang selalu bebas,
Seperti awan yang mengapung.
penuh dengan perikemanusiaan dalam jiwa.

Dalam fantasi saya ada angin hangat,
Yang bernafas ke dalam kota, seperti seorang teman.
Aku bermimpi jiwa yang selalu bebas,
Seperti awan yang mengambang,
penuh dengan perikemanusiaan dalam jiwa.

My words:
Ketika dia menyanyi, aku seperti bisa merasakan apa yang dia rasakan. Suara indah yang datangnya dari hati. Bahkan ketika semua orang tercengang dan bersimbah air mata [aku juga hiks], Choi terlihat biasa saja...tidak larut dalam suasana orang2 yang berempati padanya. Kehidupan keras telah membentuknya menjadi manusia dengan kegigihan dan ketabahan luar biasa. Dia hidup sebatang kara sejak berumur 3 tahun, berjuang hidup di jalanan selama sepuluh tahun. Hebatnya, dia masih punya kemauan, mimpi dan tekad untuk mengubah nasibnya. Dia buktikan itu dengan usahanya mengikuti kompetisi Korea's Got Talent. Semoga video ini menyadarkan kita yang kurang bersyukur, agar menjadi manusia yang selalu bersyukur, punya tekad dan kemauan kuat untuk menjadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

5 comments:

  1. Itulah susahnya, Mbak. Biasanya kalo belum kepepet kita tidak pernah mengeluarkan kemampuan secara maksimal... Tapi kalo benar2 terdesak kita baru mw berusaha sekuatnya. Termasuk saya :)

    ReplyDelete
  2. makanya, sering-sering ngelihat orang-orang yang selalu berjuang keras dalam hidupnya lik. Biar kita ga terlena dengan kelebihan yang Allah berikan buat kita selama ini. Rasa malas dan enggan berjuang bisa terpompa kembali. Semangat, fighting!!!

    ReplyDelete
  3. ahhh koment ku g masuk ternyata, nyebai

    ReplyDelete
  4. Masya Alloh..... gumun wes...hmmmm.... Masya Alloh pokok-e

    ReplyDelete
  5. kenDo: lah, komen sing iki masuk...komen lagi doonk hihihi

    Anonim: Subhanallah, mereka yang berusaha dan bekerja keras akan menuai hasilnya dengan gemilang. better or worst, selalu ada pelajaran yang bisa diteladani XD

    ReplyDelete