Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Up date negaraku tercinta ~ UU SJSN


Kemarin aku dapet disposisi untuk menghadiri sebuah diskusi tentang Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional [SJSN] yang diselenggarakan oleh Layanan Kesehatan Cuma-cuma [LKC] Dompet Dhuafa. Aku sempat search sebentar sebelum berangkat ke tempat diskusi di kawasan Kebayoran Baru tersebut. Ya biar nyambung aja gitu dengan flow diskusinya nanti.hehehe

Thanks God, setelah pembukaan, acara diawali tentang selayang pandang UU SJSN oleh prof. Dr. Hasbullah Thabrani, Guru Besar FKM UI. Beliau ngejelasin panjang lebar tentang UU ini, dan kenapa Indonesia butuh Jaminan Kesehatan yang merata dan menjamin seluruh rakyat tanpa membedakan strata sosial seperti yang saat ini terjadi. Dengan cerdas beliau membandingkan sistem Jamkes negara ini dengan negara-negara lainnya seperti Amerika, Jerman, Belanda, Jepang, Muangthai Singapura, bahkan Malaysia. Dan betapa aku terkejut karena memang negara ini sangat salah sasaran dalam setiap kebijakannya.

Baru aku tahu kalau angka kematian Ibu dan bayi yang baru lahir di negara kita ini menempati urutan wahid se-Asia. Maan...seASIA!!! jadi 60% kasus kematian ibu dan bayi dia Asia tuh terjadi di Indonesia! Di Amerika, pemerintahnya memberikan semacam kupon belanja kepada para ibu yang sedang hamil dan kupon itu hanya dapat dibelanjakan untuk susu, vitamin, daging dan makanan yang bergizi tinggi untuk dikonsumsi oleh calon Ibu dan bayinya [sebuah contoh yang sangat baik untuk ditiru]. Karena setiap bayi yang lahir di Amerika adalah berkebangsaan Amerika [secara otomatis], maka Amerika tidak mau punya SDM yang ga pinter plus ga berkualitas. Nyatalah bahwa investasi bernilai sangat tinggi itu sebenarnya bukanlah pada uang, tapi pada SDM yang berkualitas. Indonesia? meski UU SJSN sudah disahkan sejak 2004, pelaksanaannya tidak pernah jalan karena DPR dan pemerintah masih memandang investasi masa ini sebagai sebuah BEBAN. Sibuk berdebat panjang tak berkesudahan. Aneh banget si negara ini.

Jika UU SJSN ini berjalan, maka seluruh rakyat akan mendapat kartu sehat yang sama. Mo miskin atau kaya, di kota atau di desa, kartunya sama, pelayanannya juga harus sama. Ada lima Jaminan yang akan didapatkan oleh setiap warga negara ini yaitu Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian. Dari mana negara dapet dananya? Dana SJSN didapat dari iuran/tabungan wajib setiap penduduk yang mempunyai penghasilan di atas garis kemiskinan. Iuran tersebut berbeda2 didasarkan pada prosentase upah/gaji agar semua mampu mengiur. Bagaimana dengan yang miskin? Mereka akan dibayari dulu dg APBN/APBD, akan tetapi setelah si miskin sudah mampu [ga miskin lagi] maka dia wajib mengiur. Keren kan? 

Bayangkan, di negara tetangga yang kita benci dunia akhirat [baca Malaysia], biaya yang diperlukan untuk rawat jalan di Rumah sakit pemerintah hanya sebesar 1 ringgit [ Rp.3000 ]. Itu uda all in, uda periksa dan obatnya. Kalau rawat inap? Hanya 3 ringgit aja [Rp.5000] per harinya. All in juga. Itu berlaku sejak Malaysia merdeka [thn 1957] sampai sekarang. Harga tidak berubah. Indonesia?? Don't ask!!! Masuk rumah sakit, bukannya segera ditangani, malah dimintai KTP dulu, bayar uang masuk [masih untung pasiennya ga keburu tewas mengenaskan]. Belum lagi nanti ada biaya kunjungan dokter, obat-obatan, layanan kamar dan bla..bla..bla... Well hallooow ini Rumah Sakit Pemerintah gitu, harusnya melayani masyarakat, bukannya jualan. NO PROFIT. Lain ceritanya kalo RS swasta, ngeruk uang sebanyak2nya tuh halal.

Aku berpikir, kenapa sih negara ini selalu salah sasaran? Kebijakannya sudah bagus, sistem juga ga jauh beda dengan negara lain. Bahkan, sistem perpajakan kita tuh sama persis kayak negara adidaya Amerika. Tapi kenapa selalu "gagal"? SDM kita hanya segelintir saja yang pinter [kecerdasan emosionalnya], bener-bener bisa berpikir secara baik ke depan. Kita sangat jauh tertinggal dengan negara2 lain di Asia macam Jepang, Singapura atau Malaysia sekalipun. Asal tau aja, pemegang IQ tertinggi dunia tuh bukan dari Jerman atau Amerika sodara2, mereka semua dari ASIA, yaitu JEPANG, SINGAPURA, dan KORSEL!!!

Indonesia?? Ambil napas panjang dulu deh...

2 comments:

  1. hohohoho...ini jeunk angie, jeng...
    aneh bin ajaib komplit plus telur tanpa tulang....
    "Indonesia?? Don't ask!!! Masuk rumah sakit, bukannya segera ditangani, malah dimintai KTP dulu, bayar uang masuk [masih untung pasiennya ga keburu tewas mengenaskan]. layanan kamar dan bla..bla..bla... " aku like bagian ini dan seterusnya....hahahaha... semakin banyak kita modar semakin meriah pesta 17 agustusan... (aku rada sinis ma pemerintahan ini... :)

    ReplyDelete
  2. jeng anggie...hahaha...tugas kita untuk mbenerin ni negara bro. start dari diri kita sendiri...jika setiap orang berusaha jadi bener, maka efek dominonya pasti dahsyat.ya ga?? =) thanks komennya ya jeung...

    ReplyDelete