Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Aku dan Polwan

Pic is taken from here

Begitu ngelihat wawancara live tentang pengamanan Mudik di Trans TV, aku langsung pingin nulis ini. Bodo deh, penting apa ga.

Orang tua adalah sepasang makhluk egois yang menginginkan generasi penerusnya mengikuti jejaknya. Setidaknya ini benar untuk para orang tua yang merasa diri mereka sukses dalam karir. Nah, ayahku adalah seorang abdi negara berseragam coklat tua, berpistol dan berkumis hehe, POLRI, sebutannya demikian. Profesi yang dulu sangat ditakuti, tapi sekarang udah "mingle" dengan masyarakat sejak bercerai dari TNI [dulu ABRI].Untungnya ayahku bukan polisi lalu lintas, karena polantas tu musuh seribu umat, termasuk aku hahahahaha

Dari ketiga putrinya, ayahku punya obsesi pingin menjadikan salah satunya POLisi WANita. Aku ingat banget cerita-cerita ayahku tentang enaknya menjadi polisi wanita, yang latihannya ga sekeras polisi prialah sampe ada uang khusus untuk make up. Anehnya, tak satupun dari kami, ketiga anaknya yang cantik-cantik ini, tertarik untuk mengikuti jejaknya menjadi polisi.

Kakakku waktu mo lulus SMP uda didaftarin di SMU Taruna oleh ayahku. Postur badan kakakku yang lumayan memenuhi syarat sepertinya bisa jadi tiket masuk. Tapi ayahku lupa, kakakku yang cantik jelita itu ga suka olah raga sama sekali. Cewek banget pokoknya, jadi pada tahap seleksi kesehatan khususnya tes fisik, doski gugur dengan sukses. Maka, satu kandidat penerus polisi gugurlah sudah..hehehe

Next, anak kedua, hey..itu aku!! Dari kecil, imut2, bayi sehat, pipi chubby, cerah ceria, suka banget mandi di kali, bantuin ayah benerin genteng ato masang antena ini menjadi kandidat kuat selanjutnya. Tapi ayah langsung lemes menghadapi jagoan keduanya ini bahkan tidak memenuhi persyaratan awal, yaitu tinggi badan. Kawan, ini sebabnya aku benci banget sama hal-hal yang menjadikan fisik sebagai persyaratan utama. Padahal, ayahku pernah cerita ke temannya di suatu siang, obrolan antar bapak2, sebenarnya dia pingin banget anak keduanya [akuu!!] jadi polisi [wanita]. Karena doi optimis, aku bakal lulus tes kesehatan juga tes intelegensia [ehem...pengakuan dari seorang ayah kalo anaknya ga bego2 amat hehe]. Cuma sayang banget tinggi badan menghalangi itu semua.

Mendengar [baca:nguping] perbincangan itu, aku bertekad akan membuat ayahku bangga dengan profesi lain. Mungkin itu yang menjadi bara semangat yang membakarku selama ini...

Terakhir, adikku. Si bungsu ini secara postur bisa banget jadi polwan. Maka ayah sangat berharap si bungsu mau "berkorban" meneruskan menjadi anggota Polri. Seperti dua kakaknya, adikku pun sama sekali ga berminat menjadi polisi. Bagi kami, Polisi itu ribet. Kalo lebaran kagak bisa libur. Kalo ada maling, paling repot, kalo ada demo paling benjol. Dan yang paling utama, ga bisa bergaya. Rambut harus pendek, kalo acara resmi tu rambut harus digembungin..iiih  Pokoknya jauh dari idaman deh. 

Jadinya bukannya daftar ke Akpol, adikku nerusin sekolah ke jenjang Perguruan Tinggi. Tapi ayahku masih ga ilang harapan, doi masih yakin bisa jadiin adikku polwan selepas dia lulus kuliah. Kini, harapan itu pasti ilang, adikku harus operasi angkat tumor di dadanya. Tentunya riwayat kesehatan ini akan menjadi penggagal utama kalo doski nglamar jadi polwan nanti.

Pagi ini, aku ngelihat "penampakan" polwan di Trans TV. Bo' tu polwan pake kawat gigi?? Sumpah aku sampe nganga abis ngeliatnya. How come? Kata ayahku, meski pisah dari TNI, di Polri masih tersisa aturan2 militer yang ketat. So, seharusnya polwan tuh ga bisa bergaya kan? Rambutnya ga boleh panjang kan? Giginya harus polos kan? Aku jadi ga sabar pingin nanya ke ayah soal ini pas mudik nanti. Apakah sekarang polwan harus gaul, harus cantik, harus kayak model jalannya, kalo perlu bikin tato kodok bawa pistol dipunggungnya? Kayaknya bakal ada perdebatan menarik nantinya ...

Dulu aku sebel dengan penampilan polwan yang jadul abis itu, tapi ketika sudah memahami tugasnya, justru polwan sekarang kok lebih kayak model ya? ga banget...hmmm

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment